
Karena tidak mungkin membuka pakaiannya di depan ketiga pria, Chen Sisi dan Nyonya Chen pergi ke ruang samping. Tak butuh waktu lama bagi Chen Yelang dan Tuan Chen menunggu, tangis Nyonya Chen akhirnya pecah.
Tianlong Heyu sendiri masih santai dan meminum tehnya. Ia sudah bisa menebak akhir dari ini. Lagi pula, sama seperti di kehidupan sebelumnya. Tapi suasananya yang berbeda.
"Kenapa ibu menangis? Ada apa?" Chen Yelang penasaran dan ingin pergi untuk melihatnya.
Namun sebelum dia melangkah jauh, Tianlong Heyu menjawab.
"Harusnya ibumu sudah melihatnya."
"Bagaimana kamu tahu?" Chen Yelang menyipitkan mata.
Tianlong Heyu tidak langsung menjawab. Haruskah dia bilang bahwa Si'er sudah menjadi miliknya? Baiyue yang sudah selesai makan kue akhirnya duduk di samping pria itu.
"Katakan saja, dasar bodoh! Jika tidak kamu akan sulit untuk diakui di masa depan." Baiyue menyarankannya untuk berkata jujur. "Kamu mungkin berkuasa tapi tidak bisa mengatur segalanya."
Perkataan itu membuat Tianlong Heyu merenung dan mendesah panjang.
"Aku dan Si'er sebenarnya ... sudah memiliki kamar," ungkapnya.
Chen Yelang dan Tuan Chen sangat terkejut. "Apaaa??!"
Keduanya ingin menyelesaikan masalah itu dengan Tianlong Heyu, namun lebih mengkhawatirkan Nyonya Chen. Jadi keduanya pergi ke ruang sebelah untuk melihat kondisinya.
Ketika pintu digeser, Nyonya Chen sudah menangis seraya menyentuh tanda lahir bulan sabit di punggung gadis itu.
"Ini ... Ini benar-benar Yu'er. Tidak salah lagi. Tanda lahirnya sama," kata Nyonya Chen.
Tuan Chen menghampirinya dan melihat tanda lahir itu. Ia juga mengenalinya. Ternyata ini bukan kebetulan. Chen Sisi memang merupakan putrinya yang hilang. Akhirnya, Tuan Chen juga menitikkan air mata. Anak perempuan yang telah hilang akhirnya kembali.
Chen Sisi merapikan kembali pakaiannya. Dibantu oleh pelayan. Setelah itu, Nyonya Chen memeluknya dengan erat.
"Yu'er, aku adalah ibu kandungmu." Nyonya Chen menangis begitu banyak hingga membuat para pelayan yang ada di sekitar juga ikut terharu.
Mereka tidak tahu jika anak perempuan keluarga ini telah menghilang. Pelayan baru hanya tahu jika dulu, anak perempuan Nyonya Chen meninggal karena sakit.
Setelah memeluknya begitu lama, Nyonya Chen akhirnya melepaskannya.
Chen Sisi masih tidak tahu harus berkata apa. Mereka kembali ke ruang tamu dan berkumpul dengan Tianlong Heyu.
Awalnya Chen Sisi ingin duduk di samping pria itu. Namun Nyonya Chen memintanya duduk di sampingnya. Ia menghapus air mata dan tak bisa menahan kegembiraan.
Chen Sisi, anak perempuan yang lama hilang akhirnya kembali ke pelukan ibunya. Chen Yelang juga sedikit menangis, senang akhirnya bisa mengenali adiknya lagi.
"Nona Chen—maksudku, Xiaosi. Kamu akan memanggilku, kakak laki-laki mulai sekarang," kata Chen Yelang sangat berharap.
Walaupun Chen Sisi masih belum terbiasa dengan perubahan mendadak ini. Dia tetap memanggil Chen Yelang dengan sebutan kakak laki-laki. Akhirnya pria itu pun tersenyum lega.
Tianlong Heyu melihat keluarga yang Berkumpul kembali, mau tidak mau berkata.
"Meski Si'er sudah dikenali di keluarga ini, namun dia belum bisa kembali ke rumah Chen dengan benar. Ibu Suri Meng tidak akan membiarkan keluarga ini duduk tenang. Jadi untuk sementara waktu, Si'er akan tinggal di istanaku," jelasnya.
Nyonya dan Tuan Chen terkejut, lalu menegang. Ibu Suri Meng sudah tahu keberadaan Chen Sisi bahkan sampai berusaha untuk membunuhnya. Tidak tahu apa yang salah. Putri mereka tidak salah.
"Kalau begitu ... Biarkan Yu'er bersama dengan pangeran lebih dulu." Tuan Chen membujuk istrinya.
"Tapi aku ingin bersama Yu'er dan tidur bersama malam ini." Nyonya Chen enggan untuk berpisah lagi dengannya.
Lagi pula sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak pernah merawat putrinya yang hilang. Sekarang anaknya ditemukan, bagaimana mungkin Nyonya Chen mau melepaskannya lagi.
Chen Sisi mau tidak mau menenangkan ibunya. "Bu, aku memang tidak bisa tinggal di sini untuk sementara waktu. Tapi jangan khawatir, aku akan datang diam-diam ke sini ketika ada waktu."
Ia harus mengurus restorannya yang sudah dibuka. Ada banyak pelanggan yang sering datang sehingga tidak mudah bagi Chen Sisi bermalas-malasan.
Nyonya Chen ditenangkan oleh suara putrinya, akhirnya mengangguk berat. "Yu'er, apakah kamu ingin mengubah namamu lagi di masa depan? Nama aslimu adakah Chen Yuyu."
Sayangnya Chen Sisi menggelengkan kepala. "Bu, aku lebih suka nama Chen Sisi. Ini adalah nama yang membuatku tetap ada sampai sekarang."
Namanya sendiri di zaman modern adalah Chen Sisi. Ini nama yang membesarkan karier nya sebagai seorang koki. Nyonya Chen juga merasa nama Chen Sisi saat ini seperti memiliki kekuatan tertentu. Membuatnya lebih tenang.
Akhirnya Nyonya Chen pun tersenyum senang. Tapi dia juga mengingat dengan barang yang pernah hilang bersama dengan Chen Sisi yang diculik.
"Ketika kamu diculik oleh pengasuh hari itu, gelang giok putih yang diwariskan turun temurun juga menghilang. Apakah Si'er pernah melihatnya?"
Bahkan jika gelang itu sudah tidak ada, Nyonya Chen tidak akan meragukan Chen Sisi sama sekali. Mungkin saja gelang itu sudah dijual oleh pengasuh sejak menghilang dari ibu kota.
Namun tanpa diduga, Chen Sisi mengeluarkan gelang itu dari lengan bajunya yang lebar. Sebenarnya dia diam-diam mengambilnya dari ruang gelang giok putih.
"Apakah ini?" tanyanya seraya menunjukkan gelang pada Nyonya Chen.
"Ya, ya ... Ini. Ternyata ada bersama Si'er," jawab Nyonya Chen memeriksa gelangnya. Gelangnya juga tidak salah. "Untungnya gelang ini masih ada. Si'er bisa menyimpannya dengan baik. Hati-hati, jangan sampai hilang."
Chen Sisi mengangguk.
Setelah mengobrol cukup lama, Tianlong Heyu sudah mereda waktunya untuk pulang. Sehingga Chen Sisi juga pergi dengannya. Nyonya Chen tidak mau berpisah dengan Chen Sisi. Tapi suaminya berkata bahwa gadis itu akan sering datang, jadi jangan bersedih.
Adapun Chen Yelang, tentu saja dia akan melindungi adik perempuannya yang berharga. Dia belum berkata pada ibunya tentang hubungan gadis itu dengan Tianlong Heyu. Dalam waktu dekat, Chen Sisi akan berusia 15 tahun. Waktunya mencari pernikahan.
Chen Yelang yakin jika Tianlong Heyu punya cara untuk membuat Chen Sisi kembali ke rumah Chen.
"Heyu, apakah kamu yakin bisa membuat Xiaosi kembali ke keluarga Chen sebelum usianya 15 tahun?" tanyanya ketika mengantar mereka hingga ke kereta.
Tianlong Heyu bersiap untuk naik. "Tentu saja, jangan khawatirkan ini. Aku akan mendiskusikannya bersama dengan kakek."
"Kalau begitu ... tolong jaga Xiaosi. Aku tidak keberatan hubunganmu dengan Xiaosi. Kamu memang yang paling cocok di antara pria yang ada. Lagi pula, kita juga sudah mengenal lama. Tidak terlalu berat bagiku menyerahkan Xiaosi padamu. Hanya saja ... kamu terlalu percaya diri selama ini."
Penjelasan itu membuat Tianlong Heyu sedikit tidak nyaman. "Aku tahu itu, jangan khawatir."
Dia bukan lagi Tianlong Heyu yang belum tahu apapun. Setelah mendapatkan kembali ingatan kehidupan sebelumnya, ia juga mengubah sikap.