Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
The Beginning of Epidemics in the Past


Chen Sisi menyerahkan keranjang dan ember berisi jamur umur panjang serta obat-obatan herbal, lalu membawa Baiyue untuk mandi. Kakek Yi tidak bersantai. Dia melihat ada banyak jamur umur panjang, lalu terkejut lagi. Jamur ini bisa dikatakan sulit dicari. Bagaimana gadis itu mendapatkannya?


Memikirkan jika Chen Sisi kembali dengan bercak darah mayat hidup itu, Kakek Yi menghela napas berat. Dia pasti pergi ke tempat yang tak seharusnya bukan?


Tapi mayat hidup itu hanya ada di luar benteng perbatasan, bagaimana bisa ada sekitar tempat ini?


Apapun itu, Kakek Yi akan mengonfirmasinya malam ini dari Chen Sisi.


Setelah membersihkan diri, Chen Sisi pergi menemui kakeknya. Baiyue juga mengistirahatkan tubuhnya lebih dulu sebelum makan malam nanti.


"Kakek." Chen Sisi tahu jika kakeknya pasti mengetahui sesuatu.


Kakek Yi memintanya untuk duduk. Dia meletakkan secangkir teh herbal di depannya. "Kakek ingin menanyakan sesuatu padamu. Kakek harap kamu menjawabnya dengan jujur," katanya.


Chen Sisi sedikit bingung. "Kapan aku berbohong pada Kakek?"


Kecuali tentang dirinya yang bukan lagi jiwa pemilik tubuh asli ini, dia tidak menyembunyikan yang lain.


"Ke mana kamu pergi hari ini?"


"Aku pergi ke lembah."


"Lembah yang mana?" Kakek Yi mengerutkan kening.


"Seharusnya lembah yang cukup jauh di kaki bukit. Apakah Kakek tidak tahu, ada lembah yang tersembunyi di sana. Di saat aku mencari herbal, ada serigala hitam aneh yang menyerang ku secara tidak normal. Belum lagi ada orang-orang gila yang aneh. Mereka seperti monster."


Chen Sisi tidak mungkin memberi tahu kakeknya jika dia sendiri sudah mengetahui tentang mayat hidup. Dia hanya bisa berpura-pura belum tahu. Tapi untungnya dia telah terbiasa menjelaskan berbagai hal di depan kamera jadi tidak ada rasa gugup atau sejenisnya.


Hari ini dia mengolesi semua luka lecetnya dengan salep dingin sehingga tidak terlalu sakit lagi.


"Apakah kamu terluka?"


Chen Sisi menunjukkan beberapa luka lecet di lengannya. "Tidak apa-apa. Hanya tergores bebatuan saat tak sengaja jatuh ke lembah."


"Nak, lain kali ketika kamu bepergian, jangan datang ke tempat-tempat yang tidak pernah dimasuki orang ..." Kakek Yi mulai menceritakan semua hal yang diketahuinya tentang wabah gila yang melanda seluruh negeri di benua ini.


Mulai dari orang yang terjangkit penyakit aneh dan tidak ada satupun dokter yang mampu mengobatinya. Karena dibiarkan berlarut-larut, akhirnya pasien mengubah perilaku menjadi kehilangan akal sehat. Tubuh mereka dipenuhi eritema kehitaman dan muntah darah hitam.


Pada akhirnya, semua orang yang mengalami gejala tersebut langsung menjadi gila dan akan menyerang siapapun yang dilihatnya. Namun anehnya, mereka akan mati setelah menjadi gila selama beberapa hari.


Tapi berbeda dengan binatang. Wabah aneh itu justru membuat binatang atau hewan-hewan yang terinfeksi menjadi liar dan sangat ganas. Mereka bahkan tidak mati jika tak ada yang membunuhnya. Perbedaannya sangat besar.


"Jadi sampai saat ini ... perang di luar perbatasan juga melawan binatang yang terinfeksi?" tebak Chen Sisi.


Kakek Yi mengangguk ringan. Di luar peperangan antar negara, semua binatang yang terinfeksi wajah mayat hidup ini juga mencoba untuk memasuki perbatasan.


Namun di setiap gerbang perbatasan empat arah, dijaga ketat oleh prajurit dan jenderal. Kebetulan Tianlong Heyu dan Chen Yelang menjaga barak sisi Utara, wilayah yang dingin. Hampir semua prajurit dan atasannya tidak pernah pulang untuk melihat istri dan anak. Bahkan mungkin tidak tahu kondisi keluarga sendiri. Ini agak menyedihkan.


Demi menjaga dan melindungi negara, kontribusi mereka sangat besar bagi kekaisaran. Karena itu, istana kekaisaran sebenarnya tidak pernah pelit untuk mengirimkan pasokan makanan setiap bulannya. Tapi karena kekeringan panjang dan musim dingin ekstrem yang aneh, semua petani gagal panen. Kemudian terjadilah keributan di masyarakat.


Untuk saat ini, istana kekaisaran masih terus berupaya untuk menyediakan persediaan makanan untuk semua orang.


Negara Tiankong yang makmur kini menghadapi krisis.


Chen Sisi tidak tahu harus mulai pembicaraan lain dari mana. Dia memikirkan musim dingin saat ini yang sangat ekstrem. Dia hanya berharap jika musim dingin ini akan segera berlalu.


"Kakek jangan khawatir, semua bencana ini pasti akan segera berakhir."


Chen Sisi mungkin memiliki misi di dunia ini. Tapi ia tidak akan mengatakannya pada Kakek Yi. Jika tebakannya salah, bukanlah ia narsis pada akhirnya?


Kakek Yi melihatnya tenang tapi juga ada tekad di matanya. Meski ia tahu cucunya ini sedikit berbeda setelah tidak kembali semalaman waktu itu, namun dia masih yakin. Apapun yang ditemukan Chen Sisi selama di bukit malam itu, ia tetaplah cucunya yang berharga.


"Kalau begitu kamu istirahat setelah makan. Jangan terlalu memikirkan masalah ini. Kakek akan mengatasi sisanya."


"Baik." Chen Sisi tidak bercerita banyak. Dia juga sedikit lapar dan akhirnya pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang dimasak kakeknya.