
Obat yang diberikan Chen Sisi pada ibunya adalah antibodi khusus untuk perlindungan terhadap wabah mayat hidup. Karena Chen Sisi sudah yakin jikalau Zhen Zhu bukan asli zaman ini, ia memutuskan untuk menggunakan cairan antibodi.
Cairan antibodi harusnya disuntikkan ke tubuh, bukan diminum begitu saja. Tapi berkat Baiyue, cairan antibodi bisa diminum langsung. Kandungan obat dalam antibodi akan langsung terserap oleh tubuh.
Setelah Chen Sisi dan Tuan Chen pergi, Nyonya Chen kembali masuk rumah dan tidak berniat membuat masalah.
Sementara itu, Chen Sisi pergi ke restoran, mengumpulkan semua karyawan yang menginap di sana selama ini. Adapun Tuan Chen, tentu saja berkeliling lebih dulu untuk mengecek siapa yang selamat dan terinfeksi.
......................
Di restoran.
Chen Sisi memastikan jika semua orangnya baik-baik saja. Setiap orang memiliki cerita tersendiri, terutama tentang apa yang terjadi malam tadi.
Mereka mendengar suara jeritan dan teriakan minta tolong. Bercampur dengan geraman dan rawa menyeramkan. Bulu kuduk semua orang berdiri.
"Kalian mendengar suara tawa?" Chen Sisi sedikit terkejut.
Bisakah mayat hidup itu tertawa? Mereka bukan monster yang lahir dari kegelapan.
"Benar! Kami mendengar suara tawa mengerikan di sela-sela jeritan orang-orang. Kami hanya mengintip ke luar jendela tapi tetap tidak bisa melihat apa-apa."
Mungkin karena di luar gelap, sehingga mereka tak bisa melihat apapun.
Lagi pula, lentera dan lilin akan dimatikan setelah makan malam atau belajar. Tidak semua rumah memiliki persediaan lentera dan lilin. Mereka harus berhemat.
"Apakah tawa wanita atau tawa pria?"
"Ini tawa wanita."
Chen Sisi terkejut lagi. Seharusnya, jika itu tawa pria, kemungkinan besar adalah Zhen Zhu atau Tuan Yin yang telah berubah menjadi mayat hidup.
Namun jika itu wanita ... Siapa kira-kira?
Yin Shuang sudah lama meninggal karena dibunuh oleh bawahan Tuan Yin.
Kemudian, salah satu asisten koki yang lebih muda langsung mengingat sesuatu.
"Ah! Aku ingat!" katanya langsung bersemangat.
Yang lain langsung menoleh ke arahnya. Tak terkecuali Chen Sisi. Bahkan Baiyue yang malas di atas meja sekali pun, penasaran.
Mendengar para manusia itu bicara juga tidak terlalu membosankan, pikirnya.
Wajah gadis asisten muda itu memerah karena malah dilihat oleh mereka. Lalu suaranya menjadi lebih kecil.
"Kalau tidak salah, tawa wanita yang mengerikan itu agak sedikit tua dan serak. Seperti nenek-nenek," ungkapnya.
Kali ini, para koki lain memikirkan masalah ini. "Sepertinya memang begitu. Kami tidak terlalu mendengar lebih jelas sebelumnya karena terlalu takut. Namun setelah dipikir-pikir lagi, memang demikian. Ini seperti tawa seorang wanita tua."
Chen Sisi terkejut diam-diam. Dia memikirkan Ibu Suri Meng yang sudah cukup lama menghilang. Tidak mungkin dia kan?
Rasanya tidak mungkin.
Namun mengingat hubungan wanita tua itu dengan Zhen Zhu, ada kemungkinan besar tebakannya benar.
Tapi Chen Sisi khawatir dia salah menebak kali ini.
"Jika wanita tua itu menjadi mayat hidup, maka tampaknya tidak ada yang salah," kata Baiyue pada gadis itu.
"Apakah kamu menebak sesuatu?" tanya Chen Sisi dalam benaknya.
Chen Sisi mengangguk diam-diam. Dia ingat ini. Namun karena Yin Shuang sudah mati, maka Zhen Zhu tidak punya pilihan lain.
Awalnya Zhen Zhu ingin menggunakan Chen Sisi sebagai wadah inang mayat hidup berikutnya. Tapi gagal.
"Lalu ... apa hubungannya?" tanyanya lagi.
"Tentu saja, kemungkinan besar wadah inang mayat hidup sebelumnya adalah wanita tua itu."
Apa yang dikatakan Baiyue sama sekali tidak bisa dibayangkan atau terpikir oleh gadis itu. Ibu Suri Meng sebenarnya adalah wadah inang mayat hidup Zhen Zhu sebelumnya?
Bagaimana ini mungkin?
"Sejak wabah mayat hidup ini ditemukan awal-awal, itu di sebuah pedesaan bukan? Kemudian menyebar dengan cepat dan kekaisaran tahu terjadinya wabah yang menular cepat. Meski sudah melakukan banyak pencegahan, bukankah itu pada akhirnya masih membunuh beberapa putri dan pangeran?" Baiyue menjelaskan beberapa hal masuk akal jika memang Ibu Suri Meng adalah wadah inang mayat hidup.
Karena Ibu Suri Meng sudah tua, maka Zhen Zhu ingin menggunakan wadah inang baru untuk meneruskan wabahnya.
Inang mayat hidup biasanya mirip seperti serangga yang terbentuk di dekat hati dan menyebar ke seluruh tubuh.
Alasan kenapa Baiyue tidak bisa mengetahui bahwa Ibu Suri Meng sebelumnya adalah wadah inang mayat hidup—karena Zhen Zhu sudah menariknya kembali.
Tampaknya memang sudah siap menjadikan Yin Shuang sebagai wadah inangnya yang baru.
Lagi pula, Zhen Zhu juga harus terus merawat tubuhnya agar tidak membusuk dan terlalu jelek.
"Jika Ibu Suri Meng memang wadah inang sebelumnya, maka tidak mengherankan wabah memasuki istana kekaisaran ...," gumam Chen Sisi yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.
Tak lama saat merek semua membahas tentang kejadian semalam, salah satu penjaga gelap milik Tianlong Heyu muncul. Pria berpakaian serba hitam dan memakai topeng itu berlutut di dekat Chen Sisi.
"Putri Chen, sesuatu telah terjadi di perbatasan tempat pangeran bertugas," lapornya.
Detak jantung Chen Sisi menjadi lebih cepat dan tubuhnya tidak nyaman. Ia sudah merasa ada sesuatu yang salah semenjak semalam. Perasaan tidak nyaman.
"Ada apa?" tanyanya dengan nada setenang mungkin.
Para koki dan pelayan lain tak berani mengeluarkan suara. Khawatir melewatkan berita penting.
Penjaga gelap itu menunduk, terlihat tidak berdaya dan tak percaya.
"Pangeran tiba-tiba saja hilang dini hari tadi saat benteng perbatasan diserbu oleh banyak mayat hidup. Tuan muda Chen serta yang lain sedang mencari saat ini."
Ketika mendengar berita itu, Chen Sisi hampir terhuyung ke belakang. Untungnya salah satu dari mereka menahan tubuhnya.
"Hilang? Bagaimana mungkin?" Chen Sisi tidak percaya hingga wajahnya menjadi pucat.
Baiyue juga tidak percaya pria itu akan hilang.
Ini bukan lagi kehidupan sebelumnya. Tianlong Heyu juga tahu masa lalu dirinya sendiri seperti apa. Jadi tidak mungkin mengalami kecelakaan begitu saja tanpa pertimbangan.
"Apakah yakin anak itu hilang?" tanya Baiyue seperti kucing tua yang telah hidup ribuan tahun.
Kucing itu tidak percaya jika Tianlong Heyu menghilang begitu saja? Tidak mungkin menjadi mayat hidup bukan? Jika benar, lalu apa gunanya dia memutar waktu ke masa ini?
Pokoknya, Baiyue tidak percaya jika Tianlong Heyu menjadi mayat hidup.
Penjaga gelap itu hanya menceritakan secara rinci apa saja yang terjadi. Kemudian pergi. Seberapa ingin nya penjaga gelap itu pergi mencari tuannya, saat ini ia hanya bisa mematuhi perintah gadis itu.
Baiyue mengeong, menenangkan Chen Sisi agar tidak bertindak impulsif di masa depan.
"Jangan khawatir, tak akan terjadi apa-apa padanya. Dia mungkin pergi ke suatu tempat dan belum kembali," jelasnya.