Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Did Everything Ever Happen?


Chen Sisi tidak tahu apa yang dimimpikan Tianlong Heyu hingga membuatnya demam seperti sekarang. Baiyue yang mengikuti Chen Sisi dalam diam sedikit bersalah dalam hatinya. Apakah efek menyuntikkan fragmen kehidupan sebelumnya terlalu besar?


Tentu saja Baiyue tak bisa memberi tahu Chen Sisi tentang hal tersebut. Ia hanya berharap jika Tianlong Heyu bisa membedakan antara mimpi biasa dan sebuah pertanda.


Karena Tianlong Heyu demam, Chen Sisi sibuk mengurusnya sendiri. Dia mengompres dahi pria itu dengan sepotong kain yang telah diberi air hangat. Berharap meringankan panas di tubuhnya. Lalu dia membuat obat penurun demam serta semangkuk bubur ayam untuknya.


Bukan hanya semangkuk bubur, tapi juga sop ikan campur tahu putih.


Saat Tianlong Heyu terbangun ketika tubuhnya sedikit membaik, Chen Sisi sudah menghangatkan obat penurun demam.


“Bagaimana perasaanmu sekarang?” tanyanya.


Tianlong Heyu tidak langsung menjawab. Dia merasa kepalanya berdenyut agak hebat saat ini hingga mengerutkan kening. Jelas demam membuatnya sakit kepala dan tidak nyaman. Ia sepertinya masih bingung tentang mimpi semalam.


Selama dia demam, ada banyak mimpi aneh menyerangnya. Entah karena dia sedang sakit atau alasan lain, Tianlong Heyu tidak pernah meragukan apapun. Dia jarang bermimpi selama ini. Jikalau pun ada mimpi, ia jarang mengingatnya.


Namun sekarang semua mimpi malam tadi teringat dengan jelas tanpa ada yang terlewatkan.


“Bangunlah dulu dan makan semangkuk bubur sebelum minum obat.” Chen Sisi tidak tahu apa yang dipikirkan pria itu.


Chen Sisi membantunya bangun dan membiarkan Tianlong Heyu bersandar di kepala tempat tidur. Tianlong Heyu harus bangun perlahan karena sakit kepala akan menjeratnya.


“Beri aku air lebih dulu,” kata pria agak serak.


Chen Sisi memberinya segelas air minum. Setelah minum, Tianlong Heyu mulai makan bubur sendiri. Setelah makan bubur, barulah minum obat penurun demam. Tentu saja obat penurun demam buatannya merupakan cairan pahit yang diseduh. Tianlong Heyu tak mengeluh sama sekali tapi keningnya berkerut.


Obat adalah obat, pahitnya luar biasa.


“Makanlah sop ikan untuk menghilangkan rasa pahit di mulut, lalu istirahat lagi sampai demammu turun nanti,” kata gadis itu jarang bicara damai dengannya.


Pria itu tampak kurang yakin untuk makan sop ikan. “Bukankah ikan selalu agak amis saat dibuat menjadi sop?”


“Tentu saja jika mengolahnya tidak benar. Ini tidak amis sama sekali. Kamu bisa mencobanya.”


Chen Sisi menggunakan ikan nila untuk memiliki daging putih. Kuah nya sedikit bening dengan beberapa rempah. Aroma bumbu yang sebelumnya ditumis menambah selera makan. Belum lagi ditambah tahu putih yang empuk, tidak perlu mengunyahnya saat masuk mulut.


Sop ikannya tidak pedas, sesuai selera Tianlong Heyu. Meskipun tidak enak badan, pria itu menghabiskannya tanpa ragu. Sop ikan yang dibuat Chen Sisi bahkan lebih enak ketimbang masakan koki istananya sendiri.


Biasanya, sop ikan selalu berkuah bening dan agak hambar. Kecuali rasa asin dan sedikit gurih, kadang agak amis. Itulah kenapa Tianlong Heyu jarang memesan sop ikan. Tapi kali ini memang rasanya enak dan tidak ada bau amis sama sekali.


Setelah makan, dia sedikit bertenaga. Tubuhnya sedikit tidak nyaman dan ingin membersihkan diri.


“Kalau begitu biarkan pelayan menyiapkan air hangat untuk mandi. Lalu istirahat kembali agar obatnya bekerja. Jangan menyia-nyiakan obatku.” Chen Sisi sedikit mencibir. Dia siap pergi untuk membereskan mangkuk.


Tianlong Heyu tiba-tiba menahan tangannya tanpa ragu. “Tunggu!”


“Ada apa?” Chen Sisi tertahan dan menatapnya dengan bingung.


Tianlong Heyu tidak langsung bicara. Namun dia masih menggenggam pergelangan tangan gadis itu, bingung harus mengatakan apa. Kali ini, tubuhnya tidak lagi menunjukkan reaksi pecahnya racun bunga busuk. Meski dia rajin mengonsumsi penawarnya, rasanya ada sesuatu yang aneh.


Chen Sisi merasa aneh dengan perilakunya hari ini. Apakah pria itu menabrak dinding sebelumnya hingga menyebabkan kepalanya bengkok? Menurutnya tak ada yang salah dengan memanggilnya begitu.


“Kenapa? Bukankah kamu sendiri memanggilku begitu saat berada di jamuan musim semi dan perburuan musim semi sebelumnya?”


“Ini berbeda. Waktu itu hanya untuk berpura-pura, kali ini nyata.”


Chen Sisi tidak tahu apa yang membuat Tianlong Heyu agak aneh saat ini. Apa karena efek demam? Namun melihatnya tersenyum, Chen Sisi tanpa sadar merinding. Tianlong Heyu ketika tersenyum rasanya sedang bermain dengan mangsanya.


“Terserah,” ucap gadis itu malas.


Chen Sisi membereskan piring dan meminta pelayan untuk menyiapkan air hangat untuk pria itu membersihkan diri. Awalnya dia berniat untuk pergi melihat toko yang bagus sebagai tempat membuka restoran kecil di masa depan.


Namun dengan kondisi Tianlong Heyu saat ini, mungkin membuatnya harus menunda rencananya lebih dulu.


Siapa tahu, Mo Huazhu datang berkunjung untuk memperkenalkan Chen Sisi dengan beberapa toko yang mungkin cocok sebagai restoran. Sayang karena Tianlong Heyu demam, Mo Huazhu juga pengertian.


Memikirkan jika Tianlong Heyu dan Mo Huazhu masih memiliki adegan kemesraan saat di sungai hari itu, Chen Sisi sedikit canggung.


“Kalian mengobrol dengan tenang, aku akan pergi untuk mengurus hal lain.”


Chen Sisi tidak menunggu Tianlong Heyu mengatakan sesuatu. Dia pergi tanpa melihat lagi ke belakang. Tianlong Heyu ingat jika Chen Sisi masih salah paham dengannya. Belum lagi Mo Huazhu saat ini merasa Tianlong Heyu kesal karena gadis itu pergi.


Mungkinkah ada adegan Tianlong Heyu yang mengaku pada Chen Sisi sebelumnya?"


"Yuyu, apakah kamu jatuh cinta dengan dia?" goda Mo Huazhu.


"Tidak." Tianlong Heyu berkata dengan mudah. "Kenapa kamu di sini?" tanyanya langsung ke inti.


Kedatangan Mo Huazhu hanya ngengat di matanya. Mo Huazhu kembali ke mode serius kali ini.


"Yuyu, tahukah kamu? Tianlong Zhaobin dihukum oleh kaisar karena tertangkap basah selingkuh dengan pelayan ibu suri," katanya langsung bergosip.


"Kapan?" Tianlong Heyu demam sejak dini hari tadi. Belum lagi dia tidur lebih awal sehingga tak ada bawahan yang melapor.


"Semalam. Kaisar sedang menjamu beberapa kepala keluarga bangsawan tentang masalah perdagangan. Tapi siapa tahu salah satu selir kaisar lewat dan melihat pemandangan itu. Dia melapor pada kaisar secara langsung."


Mo Huazhu ingin berdecak. Selir kaisar yang dimaksud masih merupakan selir bangsawan. Kaisar mungkin tidak terlalu mencintai selir. Tapi bukan berarti mengabaikan mereka. Semenjak memasuki Harem, tentu saja para selir juga memiliki keistimewaan dan perlakuan yang layak.


Jika bukan karena Ratu Mo dan Ratu Hefei, mungkin gejolak di istana dalam sangat berantakan. Contohnya masalah Ibu Suri Meng.


Semua orang tahu sifat putra mahkota, Tianlong Zhaobin. Bukan hanya suka kecantikan, tapi selirnya juga banyak. Setiap ada gadis cantik yang menarik perhatian, pria itu akan mencoba untuk merayu dan membawa ke sisinya.


Paling buruk, reputasi para gadis itu akan rusak. Tianlong Zhaobin sering melecehkan mereka dan tidak bertanggung jawab dengan berbagai alasan.


Namun mau bagaimana lagi? Tak ada yang bisa menentangnya. Kaisar Tian hanya bisa memberi mereka kompensasi, setidaknya memiliki pernikahan yang baik.


Tapi bukan berarti Kaisar Tian duduk diam.