Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Queen Mother Meng


Masalah rempah-rempah tak lagi dibicarakan oleh keduanya. Selama perjalanan pulang, Tianlong Heyu bertanya tentang masalah di perjamuan.


"Apa yang kucingmu lakukan di perjamuan? Apakah kamu memintanya untuk mengumpulkan gosip?"


"Bagaimana kamu tahu? Tapi sayangnya bukan." Chen Sisi lupa jika dia diracuni sebelumnya.


Jika Tianlong Heyu tidak mengungkit masalah di perjamuan, ia mungkin tidak akan mengatakannya sama sekali. Namun tentu dia bukan orang yang mudah menderita atau diinjak sesuka hati.


Di zaman kuno ini, membunuh orang adalah biasa. Pembunuh bayaran ada di mana-mana. Selama punya uang, seseorang bisa menyewa jasa mereka.


Tak berbeda jauh dengan pembunuh diam-diam dan terencana.


Sejujurnya, Chen Sisi takut mati. Ini pertama kalinya dia diracuni. Jika dia menyeberang ke zaman ini tanpa adanya Baiyue, terbayang bagaimana nasibnya sejak lama.


"Ada apa?" Tianlong Heyu melihatnya sedikit linglung, mau tidak mau bertanya agak keras.


Chen Sisi tersentak sedikit dan menceritakan apa yang terjadi. Tentu Tianlong Heyu mungkin tidak akan percaya di tempat pertama. Namun bukan berarti tidak akan menyelidikinya.


Tianlong Heyu tidak lupa jika Chen Sisi adalah murid dokter hantu, kakeknya sendiri.


"Meracunimu? Inilah alasan kenapa kamu meminta Baiyue berkeliling?" tebak Tianlong Heyu.


Chen Sisi mengangguk. "Kamu juga menebak jika aku dan Xiaobai memikirkan kontak batin. Aku meminta Xiaobai untuk memperhatikan siapa yang kemungkinan besar mengincarku. Hanya saja ..." Dia ragu untuk melanjutkan kata-katanya.


"Hanya saja apa? Bicarakan yang lengkap sehingga aku bisa mengambil kesimpulan."


Kenapa wanita selalu serba telat dalam segala hal? Bicara saja berputar-putar. Namun Tianlong Heyu tidak mengejek Chen Sisi, khawatir gadis itu akan marah tanpa alasan dan mengirim surat pada kakeknya.


"Hanya saja aku ragu, apakah tebakanku benar atau tidak. Jika aku cerita, bukankah kamu akan menganggapnya terlalu bermimpi?"


"Katakan saja." Pria itu mengerutkan kening. Dia tidak sejahat itu meski menuduhnya melakukan sesuatu.


"Putra mahkota yang memperhatikanku sebelumnya. Xiaobai curiga jika racun itu ada hubungannya dengan dia. Belum lagi saat melihatku baik-baik saja, mungkin tampak aneh dan meminta pelayan menambahkan dosis."


Penjelasan Chen sisi membuat Tianlong Heyu terdiam. Dia tidak tahu jika makanan di mangkuk Chen Sisi diberi racun. Dan tidak ada orang yang curiga soal itu.


Bukannya meragukan penjelasannya, namun Tianlong Zhaobin tidak akan bertindak sembrono. Kecuali ... Ibu Suri Meng yang memerintahkannya secara langsung.


Ibu Suri Meng tak kenal malu. Ia akan menyerang jika mau. Bahkan jika itu di depan umum. Dengan tingkat tak tahu malunya yang tinggi, Ibu Suri Meng hanya akan bilang mereka tidak beruntung.


"Laku bagaimana denganmu saat ini?" tanya Tianlong Heyu penasaran dengan tubuh Chen Sisi.


Apakah gadis itu kebal terhadap racun?


"Sebenarnya tubuhku saat ini—"


Kata-kata Chen Sisi terhalang oleh luapan amis dari tenggorokannya. Gadis itu tiba-tiba saja me memuntahkan darah hitam. Pupil mata Tianlong Heyu menyempit sedikit dan ekspresinya berubah dingin.


Tanpa ragu, dia memeriksa kondisi Chen Sisi. "Apakah racunnya pecah?" tanyanya agak dalam.


"Jangan khawatir, racunnya keluar melalui muntahan darah hitam. Tubuhku baik-baik saja. Maaf, kereta mu jadi kotor." Chen Sisi agak malu.


Dia menyalahkan Baiyue karena tidak memberitahunya tentang masalah ini. Tentu Baiyue juga lupa. Maafkan dia sebagai kucing. Lagipula dia sangat antusias dengan orang-orang dari Asia Selatan sebelumnya. Bagaimana ingat dengan gejala sisa racun yang harus dikeluarkan?


Tianlong Heyu tak mempermasalahkan kereta yang kotor. Jika kotor maka cuci saja.


"Mengurusnya? Apa yang akan kamu lakukan dengan ini?"


"Meski Raja ini tidak peduli denganmu, bagaimana pun juga Kakek telah berpesan padaku untuk menjagamu. Aku tidak akan mengingkari janji pada Kakek. Kamu diserang di dalam pengawasanku, ini termasuk melanggar garis bawahku."


Tianlong Heyu bukan orang-orang dari yamen. Namun dia bisa bertindak di kegelapan. Ada banyak cara untuk memberi orang pelajaran. Tak terkecuali pada Tianlong Zhaobin.


Bukankah pria itu suka dengan wanita cantik? Kalau begitu beri saja dia wanita dan buat skandal tentangnya. Ia ingin tahu apa yang akan dilakukan Ibu Suri Meng setelah ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di istana dingin yang sunyi, suara cangkir teh pecah terdengar cukup keras. Para pelayan hanya menundukkan kepala, takut melihat ke arah Ibu Suri Meng yang sangat marah.


Wanita setengah baya yang terlihat awet muda itu menggertakkan gigi jingga napasnya tak beraturan.


"Aku yakin gadis itu adalah anak keluarga Chen!! Bahkan jika tidak ada bukti khusus, penampilannya tidak salah! Siapa tahu dia masih hidup dengan aman dan bahkan menjadi cucu perempuan Tianlong Ruyi!" Ibu Suri Meng duduk kembali setelah puas memecahkan cangkir teh.


Pelayan setianya mengganti cangkir teh dengan yang baru. Menuangkan teh hangat dari teko.


"Ibu Suri, tenangkan amarah. Jangan menyakiti tubuh."


"Humph!" Ibu Suri Meng meminum teh tersebut dan menenangkan diri.


Chen Sisi ini sudah dia anggap sebagai ancaman di masa depan. Dia membenci keluarga Chen. Jenderal Chen berkuasa di medan perang di masa lalu sebelum akhirnya pensiun.


Tapi menurut ramalan seorang biksu, anak perempuan di keluarga Chen akan lahir dan mengubah negara Tiankong. Ibu Suri Meng dan keluarga Chen tak pernah damai sejak lama. Keduanya berbeda tujuan.


Karena itu, sejak tahu bayi perempuan lahir di keluarga itu, dia sudah membuat rencana. Tidak mudah untuk mengusik keluarga Chen karena perlindungan dari kaisar.


Untuk meyakinkan pengasuh bayi perempuan itu, banyak tenaga yang terbuang. Dia pikir pengasuh itu akan membunuh Chen Sisi setelah membawanya kabur. Tapi siapa tahu, anak itu dibesarkan dengan baik.


Tidak tahu bagaimana awal mula Chen Sisi bertemu pensiunan kaisar, namun Ibu Suri Meng sudah sangat kesal.


Keberuntungan gadis itu sangat baik?!


"Racun yang kuberikan padanya juga bukan racun biasa. Ini adalah racun bunga api. Racun yang akan membuat wanita mana pun haus akan pria setiap harinya. Jika racun itu tidak diatasi, maka gadis itu akan mati!"


Tapi siapa tahu jika Chen Sisi tidak menunjukkan reaksi apapun setelah meminum teh yang disiapkan khusus oleh mata-mata miliknya.


Belum lagi, putra mahkota tampaknya juga memberi racun tinggi untuk membunuh gadis itu di jamuan makan. Namun masih belum ada hasil.


Apakah gadis itu kebal terhadap racun?


Ibu Suri Meng tidak lupa jika pensiunan kaisar adalah seorang dokter hantu.


Ya, pasti Chen Sisi belajar dari pria tua itu.


Tianlong Heyu terkena racun bunga busuk, yang berlawanan dengan racun bunga api.


Ibu Suri Meng memiliki tatapan sedalam jurang di matanya. "Jika aku bisa meracuni Tianlong Heyu di masa lalu, maka aku juga bisa melakukannya pada gadis itu."


Salahkan dia karena tidak memberi racun pada bayi perempuan keluarga Chen yang diculik pengasuh tahun jika. Memang, ini kesalahannya karena lalai.


"Di mana putra mahkota? Panggil dia untuk datang. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya."