Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Grandpa Yi Insisted


Chen Sisi mengambil sisa bubur di dapur setelah Tianlong Heyu menghabiskan satu mangkuk. Kemudian Chen Sisi pergi ke sisi lain untuk membuat penawar yang tersisa. Dibantu oleh Baiyue, obat bisa dibuat satu jam kemudian. Cukup lama.


Ketika kembali, Tianlong Heyu sedang membaca buku. Ia sepertinya tidak keberatan menempati ranjang Chen Sisi saat ini.


"Penawarnya sudah jadi. Kamu harus meminumnya saat masih hangat."


Aroma obat yang kuat membuat Tianlong Heyu sedikit tidak nyaman. Ini lebih tidak nyaman daripada meminum obat karena racun bunga busuk sebelumnya.


"Apakah hanya perlu minum ini?" tanyanya.


"Hanya ini. Jika racun di tubuhmu benar-benar bersih setelah minum ini, maka tidak ada yang lain."


Tianlong Heyu tidak menolak minum. Ia bahkan meminumnya sekaligus tanpa ragu. Walaupun rasanya sangat pahit, ia masih harus menahannya saat ini.


Untungnya Chen Sisi sudah menyiapkan air madu sebelumnya sehingga rasa pahit akan hilang.


"Ketika kamu membaik, pindahlah ke kamarmu sendiri."


"Apakah kamu mengusirku?" tanya Tianlong Heyu ketika melihat gadis itu tampak kesal.


"Tidak, ini juga tempatmu. Hanya saja ini kamarku. Bukan kah kurang sopan jika kamu menempati kamar seorang gadis?" Chen Sisi memutar bola matanya.


Tianlong Heyu tidak menjawab. Setelah meminum air madu, dia ingin pergi ke toilet. Namun karena tubuhnya lemah, ia meminta Chen Sisi untuk membantunya.


Chen Sisi tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia membantu memapah pria itu menuju toilet yang cukup jauh di luar. Namun baru setelah jalan, pria itu memuntahkan darah hitam.


"Sepertinya sisa racun di tubuhmu sudah keluar. Ini bagus." Chen Sisi menghela napas lega. "Omong-omong, siapa yang menginginkan nyawaku akhir-akhir ini? Tampaknya aku tidak menyinggung siapapun bukan?"


"Ini ibu suri," jawab Tianlong Heyu pelan.


"Kenapa dia mengincar hidupku?"


"Kamu akan tahu ketika saatnya tiba." Tianlong Heyu tidak memberitahunya lebih awal. Lebih baik untuk mengetahuinya di masa depan. Untuk saat ini, ia sendiri masih menyusun rencana yang matang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana dingin saat ini.


Ibu Suri Meng memecahkan cangkir teh lagi setelah mengetahui laporan dari penjaga gelapnya. Ia menggertakkan gigi, memikirkan para pembunuh bayaran yang gagal untuk menghabisi gadis itu.


Bukan hanya gagal, tapi tak ada satu pun yang kembali.


"Racun itu dengan susah payah aku dapatkan! Ini hanya untuk membuat gadis itu mati lebih awal sebelum ada pertolongan! Sekarang racun yang baik disia-siakan. Apakah kamu pikir Tianlong Heyu tidak akan sadar?" Ibu Suri Meng menatap penjaga gelap yang berlutut dan tertunduk malu.


Tianlong Heyu dulu diracuni oleh racun bunga busuk. Sekarang ia menduga jika racun itu mungkin sudah dibersihkan dari tubuhnya. Ia tidak tahu siapa yang memiliki kemampuan untuk membersihkan racun. Bahkan jika Kakek Yi mampu, bahan obatnya tidak mudah didapat.


Ibu Suri Meng tidak bisa bergerak jauh di luar semenjak dia berada di istana dingin. Namun bukan berarti dia tidak tahu apa yang terjadi di luar.


Tianlong Zhaobin, cucu yang dia besarkan memang kebal terhadap wabah mayat hidup. Beberapa orang sudah tahu, tak terkecuali Tianlong Heyu. Bagaimana jika Tianlong Heyu mencurigai sesuatu di masa depan? Dia tak bisa membiarkan orang lain menemukan ekornya.


Sepertinya rencana untuk membunuh Chen Sisi tidak mudah dilakukan. Selama ada Tianlong Heyu di tempat, semuanya sulit. Ibu Suri Meng sepertinya harus membuat sesuatu agar pria itu pergi dan meninggalkan Chen Sisi sendiri. Dengan begitu, mudah baginya untuk bertindak.


"Kamu bisa pergi!" Ibu Suri Meng mengampuni penjaga gelapnya kali ini.


Setelah penjaga gelap yang melapor pergi, Ibu Suri Meng berpikir lagi. Perutnya sedikit tidak nyaman akhir-akhir ini. Tapi dia selalu menahan diri untuk terlihat baik-baik saja.


Namun Ibu Suri Meng tak bisa menahan diri untuk muntah darah.


"Tidak perlu! Ini tidak ada hubungannya dengan sakitku sama sekali." Ibu Suri Meng menolak.


Bagaimana mungkin dia akan membiarkan dokter istana melihat kondisi tubuhnya? Ia sendiri paling tahu dengan tubuhnya sendiri. Ini bukan karena sakit tapi serangan balik.


Ibu Suri Meng telah melakukan banyak pengorbanan untuk membuat Tianlong Zhaobin kebal terhadap wabah mayat hidup. Dengan begitu, Tianlong Zhaobin bisa mengambil alih takhta dengan sempurna.


Jika nanti Tianlong Zhaobin menjadi kaisar baru, ia akan bebas dari istana dingin yang memuakkan ini.


"Beri aku pena dan kertas. Aku akan mengirim surat pada seseorang," titahnya.


"Ya." Pelayan kepercayaannya segera pergi diam-diam untuk mengambil pena dan kertas secara rahasia dari seseorang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari kemudian.


Di Istana Raja Perang, kondisi Tianlong Heyu membaik pada malam harinya. Ia sudah bisa berjalan dan berlatih pedang untuk membuang sisa racun yang ada di tubuh. Meski Chen Sisi berkata racunnya sudah bersih, namun Tianlong Heyu ingin berjaga-jaga dengan kondisi tubuhnya di masa depan.


Tiba-tiba saja aku terdengar suara burung pengantar pesan. Burung pengantar surat itu berputar di udara beberapa kali sebelum akhirnya mendarat di lengan Tianlong Heyu.


Ada sepucuk surat diikat pada kaki burung tersebut. Setelah mengambil surat, burung itu terbang lagi entah ke mana.


"Surat dari siapa?" tanya Chen Sisi yang memang menemaninya untuk berjaga-jaga.


"Ini dari kakek."


Tianlong Heyu membaca surat itu sekilas. Lalu mengerutkan kening. Dalam surat, Kakek Yi menanyakan apakah Si'er nya sudah memiliki calon suami atau belum. Apakah ada pria yang cocok atau belum?


Katakanlah setelah menerima surat, Kakek Yi sedang melakukan perjalanan kembali menuju ibu kota.


Tianlong Heyu cukup terkejut.


Kakeknya sudah lama tidak kembali ke ibu kota selama ini. Namun tampaknya situasi di perbatasan cukup baik akhir-akhir ini sehingga pasukan di barak militer bisa beristirahat untuk waktu yang cukup.


"Apa yang kakek katakan?" Chen Sisi penasaran dan ingin melihat isi surat.


Namun Tianlong Heyu segera melipat surat itu dan memasukkan ke saku baju dalam. "Bukan apa-apa. Kakek akan kembali ke ibu kota. Dia sedang melakukan perjalanan saat ini."


"Kakek akan kembali? Kenapa dia tidak mengirimku pesan sebelumnya?" Chen Sisi sedikit khawatir.


"Jangan khawatir, kakek baik-baik saja. Bukankah kamu akan resmi membuka restoran besok? Ayo lihat restorannya hari ini untuk persiapan besok," ajaknya segera mengingatkan Chen Sisi.


"Oh, iya. Aku hampir lupa dengan ini."


Chen Sisi dan Tianlong Heyu pergi ke restoran yang sudah hampir siap. Tianlong Heyu sendiri telah mencari orang-orang yang cakap untuk menjadi penjaga toko, koki pendamping serta beberapa pelayan lainnya.


Chen Sisi memberi nama restorannya sebagai Restoran Musim Semi. Tidak ada alasan khusus. Baginya nama itu juga cocok. Lagi pula, rasa dari makan nya sendiri lebih penting.


Ia sendiri sudah menambahkan ramuan penyehat tubuh dan penambah energi ke dalam sumur yang ada di belakang restoran. Di masa depan, sumur itu akan digunakan sehari-hari untuk memasak dan minum. Tentu saja efeknya tidak akan buruk bagi tubuh.


"Besok adalah masa percobaan. Gunakan setengah harga lebih dulu untuk promosi," kata Tianlong Heyu.


"Sepertinya kamu tahu banyak tentang ini."


"Wajar. Aku tahu dari Mo Huazhu."