Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
This Is Not a Dating!


Chen Sisi tidak mau memperhatikan Tianlong Heyu. Karena pria itu sudah tahu apa yang dilakukannya malam ini, dia tidak bergerak diam-diam lagi.


Setelah menggali batu spiritual raja serigala zombie, dia membersihkan semua mayat serigala itu dengan cara menguburnya di salju.


Pakaiannya kotor oleh darah serigala zombie, tidak mungkin bagi Chen Sisi untuk pergi ke ruang gelang giok putih dan membersihkan diri. Dia hanya bisa kembali untuk mandi.


Namun masalahnya, penjaga gelap Kakek Yi selalu berkeliaran di sekitar rumah bukan? Bagaimana jika ketahuan?


"Benda apa yang kamu gali dari kepala serigala itu?" Tianlong Heyu masih penasaran dengan batu spiritual di tangan Chen sisi. Gadis itu seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ini? Tidakkah kamu pernah melihatnya?" Gadis itu sedikit terkejut.


Raja serigala zombie mungkin bukan satu-satunya. Harusnya ada binatang lain yang terinfeksi dan menjadi pemimpin kelompok. Chen Sisi tidak tahu apakah manusia zombie juga ada batu spiritualnya atau tidak. Ia belum bertanya pada Baiyue.


Tianlong Heyu menggelengkan kepala. "Selama kami membersihkan orang-orang atau binatang yang terinfeksi wabah mayat hidup, tidak ada yang seperti ini. Apa lagi tubuh mereka yang besar dan memiliki batu di kepalanya."


"Tidak ada?" Chen Sisi juga merasa aneh lalu menatap Baiyue.


Kucing putih Persia itu berputar satu kali dan mengeong seolah-olah memberi tahu sesuatu pada Chen Sisi.


"Raja binatang zombie tidak banyak. Hanya ada satu dari setiap kelompoknya. Kamu membunuh raja serigala zombie, para serigala zombie lain pasti telah melarikan diri karena kehilangan pemimpin. Mungkin ada dari jenis binatang lain tapi bersembunyi. Lagi pula, keberadaan raja zombie setiap kelompok binatang tertentu sangat penting, tidak mungkin berkeliaran begitu saja," jelasnya panjang lebar.


Kemunculan raja serigala zombie sangat tidak terduga bagi mereka. Mungkin karena bertekad menemukan Chen Sisi dan Tianlong Heyu, kawanan mereka meminta bantuan dari rajanya. Tapi sungguh sial karena raja mereka tewas di bawah pedang Chen Sisi.


"Tidak heran," gumam Chen Sisi.


Tianlong Heyu bisa mendengar apa yang dikatakannya diam-diam, lalu mengalihkan pandangannya pada Baiyue. Tampaknya kucing itu bisa bicara dengan cara tertentu dengan Chen Sisi.


"Ini baru spiritual mayat hidup. Atau kamu bisa menyebutnya sebagai inti kristal. Hanya raja dari manusia atau binatang yang terinfeksi oleh wabah ini saja yang memilikinya. Kebetulan malam ini bertemu dengan raja serigala zombie."


"Zombie?" Tianlong Heyu menaikkan sebelah alisnya. "Apa itu?"


Kata 'zombie' sangat asing baginya. Wajar jika dia tidak tahu. Chen Sisi tidak mungkin menyembunyikan masalah ini terlalu lama. Lagi pula melelahkan baginya untuk pura-pura tidak tahu.


"Zombie sama saja dengan arti mayat hidup. Aku hanya mengatakannya dengan santai," katanya."


Tianlong Heyu tidak banyak bertanya lagi. Sepertinya dia mengerti atau tidak mengerti. "Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan benda itu?"


"Oh, masaklah."


"Masak? Memakannya?" Kali ini ekspresi pria itu sedikit berubah dari jijik ke aneh.


Chen Sisi merasa terburu-buru untuk ini. Jadi dia segera menjelaskan. "Ini tidak seburuk yang kamu bayangkan. Intinya bukan dimakan seperti kamu makan sayuran atau daging panggang. Ini diolah dengan cara khusus. Bukan untuk makanan biasa, tapi sumber kekuatan spiritual."


"Semacam penambah energi tenaga dalam?"


"Ya, ya, seperti itu."


Tianlong Heyu lebih penasaran lagi dan ingin bertanya bagaimana gadis itu. Tapi situasi kali ini sedikit tidak tepat. Jadi dia mengajaknya kembali untuk membersihkan diri. Namun Chen sisi sedikit ragu.


Tianlong Heyu tersenyum penuh arti. "Tentu saja dengan temperamen kakek, kamu akan ditanya banyak hal. Namun denganku, tidak masalah. Aku akan membawamu ke halaman tanpa ketahuan oleh mereka."


"Apakah ilmu tenaga dalammu sangat luar biasa?"


"Jangan remehkan aku."


"Oh."


Chen Sisi kurang yakin dan hanya menganggap kata-katanya sebagai omong kosong. Tianlong Heyu sepertinya tahu apa yang dipikirkannya, mau tidak mau merasa kesal.


Jika beralih ke gadis lain, pasti akan menunjukkan sikap malu-malu dan memujinya untuk menyenangkan sebisa mungkin. Tapi kenapa Chen Sisi berbeda dari gadis lainnya? Namun inilah yang membuat Tianlong Heyu tidak keberatan sama sekali.


Perlakuan saja gadis itu seperti laki-laki dalam pakaian wanita. Sungguh tidak memiliki ketertarikan pada pria manapun. Hanya memasak dan memasak saja yang disukainya.


Tidak tahu apakah ini baik atau buruk. Di mata Chen Sisi, tak ada yang lebih enak selain masakan.


Ketika Tianlong Heyu membayangkannya, dia tertegun. Kenapa dia bisa berpikir sejauh itu? Apa hubungannya Chen Sisi dengan dirinya di masa depan? Ini juga cucu kakek, bisa dibilang saudarinya sendiri yang tidak terhubung oleh darah kerabat.


"Kenapa? Kamu tidak percaya? Tidak apa-apa. Ada cara yang lebih baik dari ini."


"Cara apa?" Chen Sisi sedikit berharap.


"Anggap saja kita berkencan di luar dan tak sengaja membunuh beberapa serigala ketika mencari angin malam. Kakek tidak akan keberatan."


Chen Sisi memelototinya. "Ini bukan kencan! Kenapa aku berpura-pura denganmu?! Jangan narsis!" Dia terlihat tidak senang.


"Ada banyak wanita yang rela naik ke tempat tidur raja ini. Tapi kamu bahkan tidak memanfaatkan tawaranku dengan baik. Pria seperti apa yang sebenarnya kamu sukai?" Tanpa sadar pria itu menanyakan hal seperti itu.


"Tentu saja yang baik dan lembut, pekerja keras dan bertanggung jawab. Tidak berniat punya selir dan hanya mencintai satu wanita. Tidak apa-apa memiliki tampang biasa, setidaknya lebih baik. Tapi yang penting, tidak narsis seperti kamu! Karena kamu merasa banyak wanita yang ingin naik ke tempat tidurmu, maka pilihlah satu, tapi yang pasti bukan aku!" Chen Sisi marah.


Pria itu sungguh tak tahu malu, masih percaya diri dengan pesonanya. Chen Sisi akui jika Tianlong Heyu sangat tampan dan kulit berwarna agak gandum nya yang sehat terlihat lebih heroik. Tapi apa gunanya itu semua jika terlalu sombong?


"Narsis?" Tianlong Heyu tidak terlalu mengerti. Gadis itu telah mengatakan hal yang sama berulang kali sebelumnya.


"Ya, narsistik! Terlalu percaya diri, sombong dan egois! Kamu hanya berpikir dunia berputar di sekitarmu? Mimpi saja di siang bolong!"


Chen Sisi seperti kucing yang bulunya diledakkan (marah). Dan ketika keduanya mulai bertengkar, wajah Tianlong Heyu sepertinya sudah hitam. Tapi dia tidak mau berdebat dengan Chen Sisi.


"Ayo kembali jika kamu tidak ingin kakek semakin curiga." Dia akhirnya mengalihkan topik.


Keduanya pun segera kembali dengan hati-hati. Karena ada percikkan darah di gaun, Chen Sisi hanya bisa menangkap beberapa kelinci untuk berpura-pura berburu malam. Lalu kembali ke halamannya dengan aman.


Adapun Tianlong Heyu, dia juga kembali tanpa mengubah ekspresi seolah-olah hanya berjalan-jalan di luar halaman. Namun penjaga gelap Kakek Yi menebak jika baik Chen Sisi dan Tianlong Heyu mungkin pergi bersama.


Keduanya pergi hanya untuk berburu kelinci?