
Chen Sisi kembali ke halamannya dan melemparkan kelinci ke ember untuk diurus nanti. Lalu dia pergi membersihkan diri lebih dulu sebelum mengurus kelinci buruan.
Baiyue juga mandi untuk menyegarkan diri. Meski sebenarnya dia sangat tidak suka air.
Tanpa diduga, Tianlong Heyu akan datang ke halamannya dan meminta jatah kelinci. Kebetulan, malam ini Chen Sisi akan membuat kelinci panggang bumbu kecap.
"Jika temanmu itu ada di sini, dia mungkin sangat senang dengan daging kelinci," ujarnya.
Gadis itu mulai memikirkan Chen Yelang. Tianlong Heyu bahkan tidak mengingat teman sekaligus bawahannya itu. Jika Chen Yelang tahu pikirannya, mungkin akan muntah darah sampai mati.
"Sayangnya dia tidak ada di sini sekarang," kata pria itu.
"Saat kamu kembali ke barak nanti, bawalah satu untuknya."
"Ini merepotkan."
"..." Kenapa Chen Sisi merasa jika Tianglong Heyu enggan membagi daging kelinci dengan Chen Yelang?
Untungnya Chen Sisi tidak melanjutkan topik itu dan meminta Tianlong Heyu untuk menyalakan api di halaman. Untungnya malam ini salju tidks turun lebat sehingga halaman bisa dibersihkan olehnya lebih dulu.
Melihat gadis itu membersihkan salju yang menumpuk di halaman, pria itu mengerutkan kening. Lalu memanggil Bi Yan dan Bi Shi untuk melakukan tugas tersebut.
"Ada penjaga gelap yang bisa melakukannya. Jangan melelahkan diri sendiri."
Jarang sekali bagi Tianlong Heyu untuk pedal pada orang lain.
"Lain kali, suruh penjaga gelap kakek untuk membersihkan salju."
Chen Sisi meliriknya dan mendengkus. "Ini merepotkan."
"..." Akhirnya Tianlong Heyu tahu apa itu balas dendam yang sesungguhnya. Gadis itu kesal dengannya.
Baiyue yang telah membersihkan diri mulai mengeong dan memutari api untuk sebentar. Lalu duduk untuk mengeringkan tubuhnya yang sedikit basah.
"Tuan, pria ini datang bukan hanya untuk makan daging kelinci, tapi untuk menanyaimu sesuatu," ucap Baiyue yang terdengar suara kucing mengeong di telinga Tianlong Heyu.
Chen sisi bertanya di pikirannya. "Apa itu?"
"Ini masalah kamu mengeluarkan benda dari udara kosong. Dia mungkin tidak tahu tentang ruang gelang giok putih, tapi dia melihatmu mengeluarkan benda dari udara kosong. Bukankah itu terlalu ajaib?"
Baiyue mengeong lagi, dus kali hingga beberapa kali. Hal ini membuat Tianlong Heyu curiga. Belum lagi Chen Sisi juga menatap kucing itu sesekali.
Ada pemahaman diam-diam antara majikan dan pelayan.
"Bisakah kau mengerti apa yang dikatakan kucing itu?" tebaknya.
"Bagaimana jika ia dan bagaimana jika tidak?" Chen Sisi sengaja memberinya dua pilihan. Dengan kata lain, dia ingin mendengar dua alasannya.
"Tidak ada yang salah jika kamu bisa mengerti bahasa binatang." Pria itu menambahkan beberspa kayu bakar untuk membuat arang. "Dulu, ada seseorang yang bisa membaca pikiran orang."
"Membaca pikiran orang? Apakah begitu luar biasa?"
"Biasa saja," jawab Tianlong Heyu datar.
"..."
Jelas Tianlong Heyu tidak tertarik membahasnya. Lalu kenapa harus membicarakannya sejak awal?
Chen Sisi mengurus kelinci dan membersihkannya dengan hati-hati, lalu membuat bumbunya. Untungnya ini di rumah sehingga dapur penuh dengan berbagai jenis bumbu. Ia hanya perlu pergi mengambilnya secara pribadi.
Aroma kelinci bakar mulai tercium. Lalu Chen Sisi mengolesi daging kelinci yang tengah dibakar dengan saus kecap dan gurih. Oleh beberapa kali sambil dibolak-balik. Aromanya makin tercium.
Penjaga gelap yang bersembunyi di kegelapan mulai tergoda ketika mencium aromanya. Mereka semua lapar!
Prosesnya membutuhkan banyak kesabaran tapi Tianlong Heyu tahu rasanya pasti enak. Tidak menyesal membiarkan gadis itu menjadi koki pribadinya di masa depan.
Malam ini, keduanya terlihat harmonis dari pada sebelumnya. Atau setidaknya, Tianlong Heyu tidak akan membuatnya kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, Chen sisi bangun lebih awal dan berlari mengelilingi rumah beberapa kali. Lalu pergi naik turun bukit untuk melatih otot kakinya. Latihan pagi seperti ini sering dilakukan oleh jiwa Chen Sisi sebelumnya. Tentu saja untuk memperkuat tubuh.
Sedangkan Tianlong Heyu jarang tidur lama karena kewaspadaannya yang tinggi ketika berada di barak militer. Dia selalu khawatir ketika tidur nyenyak, dunia mulai berubah.
Tanpa diduga, dia melihat Chen Sisi lari pagi di halaman. Dan seekor kucing mengikutinya di samping. Si cuaca yang dingin seperti ini, gadis itu masih memiliki niat untuk lari pagi.
Tianlong Heyu pergi untuk menemui kakeknya di ruang belajar.
"Ada apa?" Pria tua itu sepertinya sedang duduk malas dan menikmati secangkir teh herbal.
Tianlong Heyu duduk di seberangnya dan kenyang teh untuk diri sendiri. "Pada musim semi nanti kaisar memintaku kembali kenibu kota. Aku ingin membawa Chen Sisi bersamaku."
"Membawa cucu perempuanku? Untuk apa kamu membawanya?" Pria tua itu menatapnya dengan curiga.
"Masakan yang dibuatnya enak. Jadilah koki selama beberapa waktu."
Kakek Yi terkejut ketika mendengarnya. Dia menatap cuci laki-laki kesayangannya dengan penuh curiga. Tapi Tianlong Heyu selaly memasak wajah datar gunung es sehingga sulit dilihat seperti apa ekspresinya.
Namun menilai sekilas dari raut wajah, pria tua itu tampaknya tidak menemukan kesalahan apapun.
Tianlong Heyu adalah genung es yang sulit cair. Tidak suka dekat dengan wanita atau berniat untuk menikah. Tapi Chen Sisi adalah saudara perempuannya saat ini, meski tidak terhubung darah.
Akhirnya setelah Kakek Yi menebak semua itu di pikirannya, dia tersenyum. "Tidak apa-apa untuk membawanya ke ibu kota. Ingat untuk jaga dan perhatikan dia, jangan sampai dia dianiaya atau ditipu. Beberapa tentara dengan bakar muda pasti akan pulang juga bukan? Ingatlah untuk mencari satu buat Si'er," jelasnya.
Tianlong Heyu yang menyesap tehnya hampir tersedak. Dia tidak berani membuat pendapat.
"Ya," ucapnya ringan.
"Ini sudah hampir waktunya sarapan. Aku tidak tahu apakah Si'er sudah bangun. Kenapa kamu tidak perlu dan panggil dia. Kakek akan memasak sesuatu."
"Aku melihat dia lari pagi di mengelilingi halaman bersama kucingnya."
"Lari pagi? Haih, anak ini masih berani berlarian di cuaca dingin." Kakek Yi tidak berdaya dan akhirnya meninggalkan ruang belajar bersama Tianlong Heyu.
Tanpa diduga, gadis itu ternyata sudah selesai lari pagi.
Chen Sisi sama sekali tidak berkeringat ketika lari pagi tadi. Hanya saja tubuhnya jauh lebih hangat.
"Kakek, aku akan membuat sarapan." Gadis itu tersenyum dan segera melarikan diri ke dapur.
Dia tahu jjka kakeknya pasti akan pergi ke dapur untuk memasak sesuatu yang sederhana. Namun kali ini Chen Sisi sebagai mantan koki layar kaca di zaman modern, pasti akan membuat banyak makanan enak untuk kakeknya.
Kakek Yi menggeleng-gelengkan kepala, tidak berdaya. "Entah sejak kapan dia menjadi begitu suka memasak," gumamnya.
Tianlong Heyu menaikkan sebelah alisnya. Jika Chen Sisi membuka restoran di masa depan, pasti akan banyak pelanggan. Tidak tahu apakah gadis itu berani mengambil ide ini atau tidak.