Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Clarifying Birthmarks


Jamuan makan dimulai saat Chen Yelang dan Tianlong Yuzhao kembali bersama Tianlong Kaiyun. Jamuan makan sederhana ini tidak menimbulkan masalah apapun.


Orang-orang terdekat sudah lama mengenal keluarga Chen yang bahkan tidak terlalu dekat dengan cabang samping. Meski demikian, mereka agak malas untuk bertengkar satu sama lain.


Sesekali, mereka akan penasaran dengan sosok Chen Sisi yang dibawa oleh Tianlong Heyu. Namun tidak ada yang berani untuk mengobrol dengannya seperti Tianlong Sina. Apa lagi ketika melihat Tianlong Heyu yang dekat dengan Chen Sisi seperti menjaga anak sapi, mereka bahkan bingung.


Kenapa mereka merasa jika Chen Sisi agak mirip dengan Nyonya Chen? Namun masalahnya, anak perempuan Nyonya Chen meninggal saat masih bayi.


Jamuan makan berlangsung hingga siang hari dan semua orang langsung pergi ketika jamuan berakhir. Jamuan makan kali ini sangat memuaskan. Suasananya yang nyaman dan indah membuat mata mereka merasa disegarkan.


Pada saat bersamaan, diskusi antara Tuan Chen dan Tianlong Kaiyun di ruang belajar juga telah selesai. Keduanya kembali ke halaman tempat penjamuan.


"Pangeran Pertama, terima kasih atas bantuan kaisar tentang keraguanku sebelumnya. Aku pasti akan pergi ke istana untuk berterima kasih pada kaisar secara langsung."


Tianlong Kaiyun merasa ini bukan masalah besar. "Jenderal Chen selalu setia pada kaisar. Ini bukan masalah besar. Karena Jenderal Chen bersedia untuk kembali ke pasukan untuk menjaga perbatasan Utara, maka aku bisa tenang," jelasnya.


Ya, keduanya baru saja membahas tentang masalah mayat hidup yang mulai pandai bersembunyi dan menyerang diam-diam. Tuan Chen sudah lama pensiun tapi saat ini, jumlah pemimpin di barak militer masih sedikit. Kaisar Tian memikirkan Tuan Chen lagi kali ini dan memintanya untuk kembali ke barak militer.


Tentu saja keduanya juga membahas tentang keterlibatan Ibu Suri Meng dalam penculikan bayi perempuan keluarga Chen. Dari pada tetap berada dalam kegelapan, lebih baik untuk bangkit kembali danmembela negara.


Tuan Chen setuju untuk ini. Belum lagi setelah mengetahui jika putrinya masih hidup dan baik-baik saja saat ini.


Tianlong Heyu, Chen Sisi, Mo Huazhu dan Tianlong Sina belum pergi. Tianlong Yuzhao sendiri tak bisa hadir karena ada urusan perdagangan ke daerah lain hari ini.


"Kalau begitu, aku akan kembali ke istana dan menyampaikan masalah ini pada ayah kaisar. Tuan Chen bisa yakin."


Tuan Chen dan Nyonya Chen sedikit membungkuk ketika Tianlong Kaiyun pergi.


"Ayah, apakah Ayah akan kembali ke barak?" tanya Chen Yelang kaget.


Tuan Chen mengangguk. Dia melirik Tianlong Heyu lalu menatap putranya lagi. "Ya. Ayah akan pergi pada pertengahan musim panas nanti. Ayah berharap jika tahun ini tidak terjadi kekeringan parah."


"Sekarang masih musim semi. Tapi cuaca agak panas daripada tahun-tahun sebelumnya. Aku curiga jika kemarau panjang akan tiba."


Mo Huazhu memikirkan ini setelah salah satu pelanggan di Gedung Bunga Peony datang untuk curhat tentang masalah panen.


"Tidak mungkin? Musim dingin yang ekstrem baru saja berakhir." Tianlong Sina terkejut. Jika ada kekeringan parah tahun ini, rakyat akan kekurangan banyak persediaan makanan.


Yang lain juga khawatir. Bahkan Chen Sisi sendiri yang memeluk Baiyue merasa bingung. Ia berkomunikasi dengan kucing itu di pikirannya.


"Apakah zaman kuno begitu menyedihkan? Kekeringan parah bisa membuat rakyat menderita. Di zaman modern, kekeringan mengakibatkan harga pangan naik," katanya dalam hati.


Baiyue mengeong ringan. "Tentu saja berbeda. Dasar bodoh." Dia tidak menjelaskan lebih banyak.


"Kalau begitu, aku juga akan kembali dulu. Gedung Bunga Peony tidak ada yang menjaga hari ini. Jadi aku akan kembali dengan sepupuku dulu." Mo Huazhu menyeret Tianlong Sina untuk ikut dengannya.


"Eh, Sepupu! Aku ingin bermain dengan Si'er!"


"Bermainlah lain kali. Temani aku sekarang dan bantu menghibur tamu."


"Aku adalah seorang putri, bukan pelayanmu!" Tianlong Sina kesal tapi tidak berdaya. Dia hanya bisa dibawa pergi oleh sepupunya.


Tianlong Sina akhirnya terdiam.


Kini tinggal Tianlong Heyu dan Chen Sisi yang belum pergi. Tentu saja karena Tianlong Heyu ingin memberikan kesempatan pada keluarga Chen untuk melihat Chen Sisi.


"Namamu, Chen Sisi 'kan?" tanya Nyonya Chen saat melihat gadis itu. Dia menahan diri untuk tidak menangis. "Bisakah kita ... mengobrol sebentar?"


Chen Sisi melihat wanita yang masih terlihat muda itu. Seperti yang diharapkan dasi pernikahan zaman kuno. Memiliki anak di usia muda, ketika anak-anak mulai dewasa, ada seorang ibu yang masih awet muda.


Melihat kegugupan Nyonya Chen, entah kenapa Chen Sisi merasa sedikit santai. Sepertinya Nyonya Chen bukan tipe orang yang berpikiran sempit.


"Ya ... Tentu saja." Gadis itu mengangguk.


Mereka semua masuk rumah dan pergi ke ruang tamu. Pelayan menyajikan teh dan kue kering untuk mereka semua. Baiyue sendiri mengulurkan kaki depannya ke arah piring berisi kue.


"Tuan, bawakan aku sepotong kue," katanya.


"Apakah kamu mau kue?" tanyanya pada kucing itu, berpura-pura berkomunikasi dengan kucingnya secara terbuka.


Baiyue mengeong, sangat lucu. Sebelum chen Sisi mengambilnya, Tianlong Heyu mengambil sepotong dan menurunkan kucing itu dari pangkuan Chen Sisi.


"Jangan manja. Makan sendiri."


"Humph!" Baiyue mendengus dan makan di lantai.


Nyonya Chen merasa pemandangan putrinya bersama kucing itu sangat enak dipandang. Lalu dia kembali ke topik yang diinginkan.


"Nona Chen ... Bolehkan aku bertanya sesuatu padamu tentang orangtuamu?"


"Tanyakan saja." Chen Sisi sudah diberitahu oleh Tianlong Heyu tentang identitasnya sendiri, sehingga tidak terkejut lagi.


"Ini ... Apakah kamu masih ingat seperti apa rupa orangtuamu?"


Chen Sisi menggelengkan kepala. "Sudah lama sekali. Aku dibawa oleh kakek sejak masih kecil saat itu. Tidak banyak yang dikenang."


Ini juga benar. Chen Sisi tidak berbohong tentang ini. Lalu ia berkata lagi.


"Sebenarnya, Heyu sudah menceritakan semuanya. Nyonya Chen menduga jika aku adalah Chen Yuyu 'kan?" tanya tanpa basa-basi.


Tiba-tiba saja Nyonya Chen dan Tuan Chen memiliki mata merah. Terutama Nyonya Chen yang tampak lebih emosional. Wanita itu mengangguk lagi dan lagi.


"Benar. Kamu sangat mirip denganku. Ketika Yu'er kecil diculik tahun itu oleh pengasuh, Xiaolang tidak tahu. Kami terpaksa berbohong jika Yu'er meninggal karena sakit." Nyonya Chen akhirnya menangis. Dia menghampiri Chen Sisi dan meraih tangannya. "Nona Chen, aku mohon ... tolong, bisakah aku melihat punggungmu. Mungkin ... mungkin kamu memiliki tanda lahir bulan sabit di punggungmu."


Tatapannya penuh dengan harapan. Tangannya yang memegang tangan Chen Sisi gemetar dari waktu ke waktu. Membuat gadis itu juga sedikit sakit di hatinya. Mungkin ... karena hubungan darah lebih kental daripada air.


Bahkan jika jiwa Chen Sisi saat ini lebih dominan tentang kehidupan zaman modern, ia juga memiliki keluarga yang baik. Chen Sisi pun mengangguk setuju.


Tianlong Heyu berkata jika ada tanda lahir bulan sabit di punggungnya. Jika itu benar, maka semuanya jelas.