
Keesokan harinya, Chen Sisi bangun tidur. Dia menggerakkan tubuhnya yang kesakitan di mana-mana. Semalam, dia dan pria itu benar-benar mencicipi buah terlarang sebelum pernikahan. Ternyata, rasanya menjadi wanita sejati seperti ini.
Chen Sisi tidak tahu sejak kapan dia memakai pakaian. Melihat pakaian gaun tipis di tubuhnya, sepertinya Tianlong Heyu yang melakukannya semalam. Karena kelelahan, ia langsung tertidur tanpa membersihkan diri lebih dulu.
Itu artinya, pria itu memandikannya dan memberinya obat sejuk di bawah tubuhnya. Chen Sisi bisa merasakan ada kesejukan yang nyaman di area sensitifnya saat ini, walaupun masih agak sakit.
Tiba-tiba tangan seorang pria memeluknya dari belakang. “Si’er, selamat pagi. Apakah tubuhmu baik-baik saja?”
“Bagaimana menurutmu?” Suara Chen Sisi agak serak. Ia ingin minum.
Tianlong Heyu bangun dan mengambil segelas air dari meja di samping tempat tidur. Gadis itu langsung meminumnya seperti orang yang telah terdampar di padang pasir seharian.
“Tidurlah lebih lama lagi, ini masih cukup pagi.” Tianlong Heyu merasa kasihan melihatnya tampak tidak bersemangat.
“Bagaimana dengan restoran?”
“Jangan khawatirkan itu, restoran bisa buka kapan saja. Lagi pula restoran itu masih dikenal banyak orang atas namaku. Jadi mereka tidak akan protes jika tidak buka sehari.”
Chen Sisi tidak berniat untuk tidur lagi dan dia mencoba untuk duduk perlahan. Ia memandang Tianlong Heyu dengan sedikit enggan.
“Kamu pria yang buruk. Sejak kapan kamu menyukaiku?” tanyanya.
Kali ini keduanya sama-sama terjaga dan tidak lagi pusing seperti semalam. Tentu saja Tianlong Heyu tidak mungkin pura-pura tidak mengingat apa yang ia katakan semalam. Ia hanya bisa mengakui jika dirinya menyukai Chen Sisi sejak pertemuan pertama mereka.
“Pertemuan pertama kita di gua. Tidak mungkin kamu menyukaiku saat itu bukan?”
Bukankah pria itu begitu memiliki kesalahpahaman dengannya waktu itu? Menganggapnya sebagai gadis yang sengaja ingin merayu dan mendaki cabang tinggi. Kenapa sekarang tiba-tiba mengatakannya? Mungkinkah itu hanya alasan saja?
“Waktu itu aku masih memiliki racun bunga busuk. Wanita mana pun yang mendekat, aku akan langsung jatuh lemas dan kelelahan. Belum lagi aku tidak pernah menganggap wanita mana pun penting. Berpikir jika seumur hidup akan berdampingan dengan racun itu. Namun kemunculanmu telah mengubah hidupku. Si’er, kamu adalah bintang keberuntunganku,” jelas Tianlong Heyu seraya menatapnya penuh kasih sayang. Ia memikirkan kembali kehidupan sebelumnya yang menyedihkan.
Dia memeluk gadis itu dan mencium keningnya. “Aku akan meminta kakek menyetujui hubungan kita …” Lalu ia teringat dengan hal penting. “Si’er, ada satu hal yang belum pernah aku beritahukan padamu,” imbuhnya.
“Apa?”
Meski Chen Sisi tidak terbiasa dengan perlakuan lembutnya, ia mencoba untuk tenang. Ternyata, bersandar di pelukannya juga sangat nyaman.
“Pernahkah kamu memikirkan tentang orangtua kandungmu?” tanya pria itu.
“Apakah ini menyangkut orangtua kandungku? Bukankah orangtua kandungku sudah meninggal dan aku diadopsi oleh kakek saat itu?”
“Ini berbeda. Sebenarnya, orangtua yang membesarkanmu sejak kecil bukanlah orangtua kandungmu, tapi pengasuh yang menculikmu.”
Chen Sisi terkejut hingga dia tidak bisa memahami kenapa pengalaman hidupnya begitu rumit?
“Apakah kamu yakin? Dari mana kamu tahu tentang ini?” tanyanya.
Pria itu tersenyum. “Tidakkah kamu ingin tahu siapa orangtua kandungmu lebih dulu?”
Gadis itu terdiam. Menurutnya di zaman kuno ini, anak perempuan tidak terlalu berharga. Jika anak perempuan tidak memiliki kemampuan untuk bergaul di lingkungan, biasanya akan dikucilkan. Entah itu ejekan kerabat dan para sepupu. Atau anak-anak selir.
“Apa yang dipikirkan oleh kepala kecilmu?”
“Bisakah kamu tidak menyentil dahiku?” Chen Sisi mengerutkan kening. “Siapa orangtuaku? Jika itu hanya keluarga baj*ngan, lebih baik untuk tidak mengenalnya sama sekali.”
Sepertinya Tianlong Heyu bisa mengerti apa yang dimaksud oleh Chen Sisi. Gadis itu mungkin khawatir keluarganya tidak baik. Ia tidak lagi berpura-pura misterius.
“Kamu masih ingat Chen Yelang ‘kan? Dia adalah saudara kandungmu.”
Akhirnya Chen Sisi kaget. “Chen Yelang? Maksudmu … aku berasal dari keluarga Chen? Apakah kamu yakin tidak salah mengenali? Meski aku memiliki marga yang sama, tidak mungkin keluarga jenderal Chen ‘kan?”
“Tidak ada lagi keluarga bangsawan bermarga Chen di ibu kota selain Chenjia (keluarga Chen). Kamu memang anak mereka tapi … mungkin ada bukti yang lebih meyakinkan." Tianlong Heyu ingat jika Chen Yelang berkata adik perempuannya memiliki tanda lahir yang unik.
"Katakan cepat!" Chen Sisi tidak berharap banyak.
Ia tentu saja tahu tentang keluarga Chen. Chen Yelang sendiri menceritakan tentang keluarganya saat itu. Tidak ada anak selir atau selir di rumah. Tuan Chen sangat setia pada istrinya.
"Ada tanda lahir di punggung anak perempuan mereka. Bentuknya adalah bulan sabit." Tianlong Heyu merapikan anak rambut di sekitar telinga Chen Sisi. "Dan kamu memilikinya."
Tentu saja Tianlong Heyu memperhatikan ini semalam ketika keduanya sedang bersenang-senang. Ia menyentuh tanda lahir bulan sabit di punggung gadis itu berkali-kali, memastikan jika tandanya asli. Ia yakin jika Chen Sisi adalah anak perempuan keluarga Chen yang hilang.
Jika tidak, Ibu Suri Meng tidak akan mengirim pembunuh untuk menghabisi gadis itu.
Chen Sisi tidak tahu jika dirinya memikirkan tanda lahir seperti itu di punggungnya. "Benarkah? Aku sendiri tidak tahu."
"Ya, aku melihatnya semalam. Belum lagi, para pembunuh yang dikirim untukmu berasal dari Ibu Suri Meng. Menurutmu kenapa demikian?"
"Kenapa?"
"Karena saat kamu lahir, kamu telah diramal akan mengubah banyak hal di negara ini menjadi lebih baik lagi. Ibu Suri Meng mengira kamu akan menjadi ratu dan menghalangi jalan putra mahkota mencapai kejayaan baru di masa depan."
Penjelasan Tianlong Heyu sudah cukup membuat Chen Sisi tak bisa berkata-kata. Mulai dari memiliki orangtua kandung dari keluarga Chen serta musuh besar, Ibu Suri Meng. Apakah Tuhan bercanda dengannya?
"Menjadi ratu? Apakah bercanda? Kenapa aku harus menjadi ratu? Aku bahkan tidak menginginkannya."
"Tentu saja ini semua hanyalah kekhawatiran Ibu Suri Meng. Sehingga dia sendiri yang menyuap pengasuh keluarga Chen untuk menculikmu lalu membunuhnya."
Namun karena rasa sayang, Chen Sisi yang harusnya terbunuh justru dibesarkan dengan baik.
"Jika aku adalah putri mereka, lalu kenapa tidak datang untuk mencariku?"
"Bukannya tidak mencarimu. Tapi mereka sudah mencarimu namun tidak pernah membuahkan hasil. Siapa tahu kamu diadopsi oleh kakek. Ketika pergi ke jamuan keluarga Chen di masa depan, mari bertemu mereka."
Tianlong Heyu harus mendapatkan restu dari calon ayah dan ibu mertuanya di masa depan. Setidaknya saat Chen Sisi menikah dengannya suatu hari nanti, gadis itu tidak lagi sendirian.
"Ya, aku juga ingin tahu kebenarannya." Gadis itu mengangguk. Lebih baik bertemu langsung dan membahasnya.