Benih Sang Cassanova

Benih Sang Cassanova
BSC 75


Dengan anggun, Shenina masuk ke ke ballroom membuat semua atensi mengarah kepadanya. Shenina tersenyum manis saat matanya bersirobok dengan netra Rainero yang menatapnya penuh cinta. Kilatan blitz kamera mengiringi setiap langkah Shenina hingga tepat berdiri di depan Rainero.


Dengan lembut Gladys dan Adisti mendorong tubuh Shenina hingga langsung menubruk tubuh gagah Rainero. Rainero pun langsung merengkuh pinggang Shenina membuat semua tamu bersorak gembira sambil bertepuk tangan.


Lalu Rainero pun membimbing Shenina menuju ke depan altar. Tak lama kemudian, janji suci pun diucapkan oleh keduanya. Akhirnya, keduanya kini telah sah sebagai pasangan suami istri.


Ada rasa haru yang menyeruak di dada keduanya. Mata Rainero dan Shenina berkaca-kaca. Rasa bahagia itu benar-benar tak terlukiskan.


"Terima kasih telah memaafkanku dan menerimaku jadi suamimu, my wife," ujar Rainero setelah janji suci terucap.


"Terima kasih juga karena mau mencintai aku wanita yang penuh kekurangan ini, My husband," balas Shenina dengan tersenyum manis.


Melihat adegan romantis itu, membuat tamu kian riuh. Mereka pun berseru agar sang pengantin pria segera mencium pengantin wanitanya.


Tak menunggu waktu lama, Rainero pun segera mencium bibir Shenina sesuai keinginan para tamu. Yah, walaupun sebenarnya itu juga keinginannya dari tadi. Bahkan sejak saat ia melihat betapa cantik Shenina yang telah berbalut gaun pengantin. Namun ia menahan diri, tak ingin merusak lipstik maupun make up Shenina. Atau bahkan menggagalkan hari indah ini sebab tak dapat ia pungkiri, melihat kecantikan Shenina saja bisa membangunkan Rainoconda yang tengah tertidur pulas. Bagaimana bila ia mencium wanita itu di kamarnya tadi? Bisa-bisa ia tidak bisa menahan diri.


Tak ada yang tahu, beberapa hari tidur satu kamar dengan Shenina membuat Rainocondanya selalu meronta ingin menerjang sarang Shenina. Di tengah malam, setiap Shenina telah terlelap, Rainero selalu terbangun dengan Rainoconda yang mengacung.


Bayangkan betapa tersiksanya Rainero saat menahan hasratnya yang menggelora. Kepalanya sakit. Bukan hanya kepala atas, tapi juga kepala bawah.


Alhasil, di tengah malam ia harus bermain dengan sabun lalu diakhiri dengan guyuran shower air dingin untuk menenangkan sang Rainoconda yang meronta-ronta marah karena hanya dipuaskan dengan sabun cair. Hahaha ... Malang sekali nasibmu Rainoconda.


Karena hampir setiap malam bergelut dengan sabun dan air dingin, alhasil sebenarnya tubuh Rainero kurang fit. Tapi ia tidak menunjukkannya di hadapan orang-orang. Ia tak mau hari bahagianya ditunda apalagi dibatalkan. Bisa makin lama berpuasa pikirnya bila pernikahannya ditunda. Rainocondanya mungkin akan semakin mengamuk bila jadwalnya masuk ke sarang kembali ditunda.


Oh, no, itu tidak boleh terjadi.


Kini sesi melemparkan bunga. Shenina dan Rainero telah menggenggam bunga dengan membelakangi parabtamu yang tampak ingin berebut buket bunga pengantin. Sepertinya mereka pun sudah tak sabar ingin menikah seperti Rainero dan Shenina.


Saat para gadis tengah menantikan buket bunga jatuh ke tangan mereka termasuk Adisti, tampak Gladys justru sedang duduk termenung seorang diri.


"Satu, dua, ti-------ga ... "


Bunga pun dilempar. Sorak para gadis terdengar dari area belakang membuat Rainero dan Shenina segera menoleh dan membelalakkan matanya dengan mulut menganga saat mengetahui siapa yang mendapat buket bunga tersebut.


"Gladys ... "


Bukan hanya Rainero dan Shenina yang terkejut serta para gadis yang tadinya berebut, tapi juga Gladys. Matanya terbelalak saat menyadari buket bunga itu jatuh tepat di atas pangkuannya.


Gladys tampak masih terbengong-bengong melihat buket bunga itu. Shenina lantas turun dan memeluk Gladys.


"Semoga cepat nyusul ya, Dys," ujar Shenina seraya mengerlingkan sebelah matanya.


Acara pun berlanjut. Acara itu dimeriahkan oleh penyanyi dan artis-artis ternama. Bahkan penyanyi cantik yang sedang viral saat ini karena berhasil mendapatkan golden buzzer di acara pencarian bakat dunia, American Got Talent, Putri Ariani pun turut diundang untuk memeriahkan pesta pernikahan terbesar tahun ini.


Semua mata terkesima dengan kemampuan olah vokal Putri Ariani yang sudah seperti diva kelas atas. Tak diragukan lagi, Putri Ariani memang memiliki bakat luar biasa yang mampu mengguncang dunia.


Sementara di dalam gedung hotel super megah itu sedang riuh karena pesta pernikahan Shenina dan Rainero yang benar-benar luar biasa, di luar hotel, tampak Jessica sedang bersiap untuk membuat siaran langsung.


Tadi Jessica, Ambar, dan Harold memang hendak pulang, tapi tiba-tiba Jessica memiliki ide luar biasa. Ia ingin menghancurkan nama baik Shenina dengan siaran langsungnya itu.


"Hai semua, perkenalkan, aku Jessica, ini mommy ku, Ambar, dan pria ini adalah ayahku, Harold. Ah, lebih tepatnya ayah Shenina juga. Shenina, wanita yang menjadi pengantin keluarga Sanches itu adalah keluarga kami. Dia sedang berbahagia di dalam sana, tapi lihat, dia justru menyuruh orang-orang mengusir kami. Dia tidak mengakui kami sebagai keluarga. Padahal kami sangat menyayanginya, tapi apa yang dia buat? Dia bukan hanya tidak mengakui kami sebagai anggota keluarganya, tidak mengikutsertakan kami dalam hari bahagianya, tapi ia juga mengusir kami. Kami diseret dan dilemparkan keluar dari dalam hotel. Aku memang putri tiri ayahnya, tak apa bila dia membenciku dan mommy, tapi Daddy ... dia adalah Daddy kandung Shenina. Tapi dengan teganya Shenina tidak mau mengakui ayahnya sendiri. Kasihan Daddy. Padahal dia sudah tua, tapi orang-orang bertubuh besar itu menyeretnya layaknya binatang."


Jessica mengusap kasar air matanya yang entah bagaimana caranya bisa membuat air mata itu turun dengan deras. Dia bahkan sesenggukan membuat para penonton siaran langsung itu merasa iba.


"Shen, aku tahu kau membenciku dan mommy, tapi haruskah kau bersikap seperti ini? Kau tahu, kamu sangat menyayangimu, tapi kenapa kau tega? Bukankah kau sendiri yang meminta kami datang ke hari istimewamu, tapi kenapa setibanya kami di sini, kau justru meminta orang-orang itu mengusir dan menyeret kami? Tidakkah kau kasihan pada Daddy? Dia sudah renta, tapi kau memperlakukannya seperti binatang. Kau kejam, Shen. Kau benar-benar kejam. Shen, tak apa bila kau menolak kedatangan aku dan mommy, tapi Daddy ... dia ayah kandungmu, jangan lupakan fakta itu. Di dalam tubuhmu mengalir darah Daddy. Semoga kau segera sadar dan meminta maaf pada Daddy."


Setelah mengucapkan itu, Jessica pun memutus siaran langsungnya. Ratusan notifikasi masuk ke layar ponselnya. Sumpah serapah dan hujatan pada Shenina kini berhamburan membuat Jessica dan Ambar menyeringai senang.


"Aku yakin, setelah ini Shenina pasti akan hancur. Keluarga Sanches pasti tak mau menerima wanita kejam seperti Shenina. Aku yakin, Shenina telah berbicara yang tidak-tidak tentang kita, Mom, Dad, karena itu kita dilarang masuk. Daddy tak apa kan aku melakukan ini? Sebenarnya aku tidak bermaksud buruk pada Shen, tapi ... "


"Kau tidak perlu khawatir, Jess. Dia memang pantas mendapatkannya," potong Harold yang justru setuju dengan langkah yang diambil Jessica.


Dalam hati Jessica dan Ambar tertawa bahagia karena Harold justru mendukung mereka. Dengan keyakinan penuh, mereka yakin Shenina akan segera dibuang keluarga Sanches dan disaat itulah Jessica akan masuk ke dalam keluarga itu menggantikan Shenina.


Mungkinkah rencana mereka akan terwujud???


...***...


...Dua hari ke depan othor bakal sibuk banget, semoga aja masih sempat update ya. ❤️❤️❤️...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...