
Sesuai perkataannya kemarin, hari ini Jevian kembali mendatangi pengadilan. Kemarin setelah operasi Jefrey usai, Jevian menghubungi pengacaranya untuk mengatur bagaimana caranya agar persidangan kembali digelar dan perceraian dirinya dan Eve segera diselesaikan. Apalagi bukti-bukti keburukan Eve sudah tersebar luas. Sudah seharusnya pengadilan mengambil keputusan tanpa perlu melakukan mediasi ataupun negosiasi lagi terhadap penggugat dan tergugat.
Awalnya tak bisa, namun entah bagaimana caranya, berita tentang perceraiannya sampai di telinga Rainero dan Axton. Tanpa basa-basi, Rainero menugaskan Axton menghubungi hakim yang kebetulan memang mengenal Rainero agar memajukan persidangan. Terdengar curang memang, tapi mereka tidak memiliki pilihan lain.
Jevian sampai tak mampu berkata-kata lagi, betapa para sahabatnya itu begitu berarti. Bahkan setelah mereka berpisah sekian lama pun, mereka tetap bersikap baik padanya. Mengucapkan banyak terima kasih pun rasanya tak cukup untuk mengungkapkan betapa ia sangat berterima kasih pada mereka.
Padahal bila dipikir-pikir, apa kelebihan dirinya? Bahkan skala perusahaan mereka pun berbeda jauh. Dibandingkan perusahaan Rainero, perusahaannya masih lah tidak ada apa-apanya.
Tobey benar-benar terkejut saat mendapatkan kabar kalau agenda persidangan dimajukan. Ia benar-benar marah. Ingin rasanya Tobey mendatangi pengadilan dan membuat perhitungan pada Jevian, tapi sayangnya ia tidak bisa hadir. Perusahaannya sedang benar-benar terguncang. Satu persatu rekan bisnisnya menarik kerja sama mereka. Bahkan mereka tak tanggung-tanggung membatalkan proyek kerja sama mereka. Padahal ia tahu, mereka pasti akan menderita kerugian yang tidak sedikit. Tapi seakan mereka memiliki pendukung yang jauh lebih besar dan kuat, membuat mereka tidak gentar sama sekali.
"Aaargh ... Sial! Kenapa mereka semua membatalkan kerja sama mereka? Sebenarnya siapa yang sedang mencoba bermain-main denganku?" geram Tobey seraya melempar berkas-berkas yang ada di atas meja.
Ia bingung, belum lagi ada draft kerja sama dan data perusahaan yang bocor membuat kepalanya nyaris meledak. Bila terus-terusan begini, perusahaannya akan mengalami pailit. Satu kerja sama saja yang batal bisa mengakibatkan kerugian triliunan dollar, apalagi bila hampir semuanya menarik kerja sama mereka. Bukan tidak mungkin perusahaannya akan benar-benar hancur bila masalah ini terus berlanjut.
Sementara itu, di gedung pengadilan, Jevian tak dapat menutupi senyum sumringahnya. Ia benar-benar bahagia sebab akhirnya ia resmi bercerai dari Eve tanpa gangguan ataupun kendala sama sekali.
...***...
Di negara tetangga
"Bagaimana?" tanya Rainero pada Axton yang baru saja masuk ke ruangannya.
"Sesuai perintahmu, satu persatu perusahaan rekanan T Company menarik kerja sama mereka. Aku yakin, si tua bangka itu sedang kelimpungan saat ini," ujar Axton seraya terkekeh. "Padahal Jevian sebenarnya sahabatku, tapi kenapa kau sampai segitunya membantunya. Padahal dirinya sama sekali tidak pernah meminta bantuanmu, tapi kau justru membantunya dengan begitu totalitas," Axton berdecak heran, tapi juga merasa kagum dengan tindakan Rainero yang sungguh di luar dugaan.
Rainero tersenyum sambil menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya, "aku merupakan orang yang takkan melupakan budi seseorang. Apa kau ingat, Jevian pernah membantuku dengan mempertemukan aku dengan dokter siapa itu. Dia menjelaskan tentang kondisiku yang sebenarnya oligospermia, bukan Azoospermia. Ia membuka pikiranku kalau aku sebenarnya salah menduga dan memahami hasil pemeriksaan kesuburanku. Andai Jevian tidak pernah melakukan hal itu, mungkin sampai saat ini aku tidak akan bertemu Shenina dan anak-anakku. Dan kemungkinan besar, aku akan selalu hidup dalam penyesalan. Mungkin ini saatnya aku membayar hutang budiku itu dengan ya ... Menekan Tobey dari berbagai arah," papar Rainero membuat Axton akhirnya paham kenapa Rainero sampai bertindak sejauh itu.
Padahal nominal yang ia kucurkan untuk membujuk rekan bisnis Tobey agar membatalkan kerja samanya tidaklah sedikit. Nominalnya bahkan terlalu fantastis. Tapi begitulah Rainero, memang ia selalu totalitas dalam bertindak. Hal inilah yang membuat Axton begitu menghormati sahabat baiknya itu.
"Sebentar lagi jam makan siang, bagaimana kalau kita makan siang bersama. Vanilla pasti senang bisa bertemu Earth," ujar Axton seraya terkekeh.
Rainero pun ikut terkekeh mengingat putri Axton yang selalu saja malu-malu saat bertemu dengan Earth. Tapi sayang, sikap Earth persis dirinya sebelum bertemu Shenina. Ia hanya berharap, semoga sikap datar dan dingin Earth bisa berubah seiring bergantinya waktu.
"Ya sudah, kita telepon istri kita masing-masing. Jangan lupa reservasi tempat."
Axton pun mengangguk dan langsung mengerjakan apa yang Rainero katakan.
...***...
Sepulangnya dari pengadilan, Jevian menyempatkan diri datang ke perusahaan. Ia sudah mengangkat salah seorang staf kepercayaannya untuk menggantikan posisi Matson sementara waktu. Jevian pun meminta asisten pribadi sementaranya itu menyiapkan berkas-berkas yang harus ia kerjakan.
"Tolong print ulang draft kerja sama kita dengan Admark Investments!" titahnya pada asisten pribadinya itu. Berkas-berkas kerja sama yang Matson bawa tempo hari sudah tidak bisa digunakan lagi sebab nyaris semuanya rusak.
Jevian pun menaikkan kecepatan mobilnya. Namun saat ingin mengerem, Jevian baru menyadari kalau rem mobilnya tidak berfungsi dengan baik. Namun Jevian berusaha untuk tenang. Ia lantas melajukan mobilnya ke tempat yang sepi. Ia tak mau mobilnya sampai memakan korban karena remnya yang sudah tidak berfungsi dengan baik. Jadi sebisa mungkin Jevian membawa mobilnya ke tempat yang cukup sepi. Tak lupa ia menghubungiku petugas polisi yang ia yakini juga tengah mengikuti mobil di belakangnya secara diam-diam.
"Halo."
"Ya, tuan."
"Dimana posisi kalian?"
"Kami tepat berada di belakang mobil yang mengikuti Anda. Hanya saja, posisi kami sedikit berjarak agar ia tidak curiga."
"Bagus. Tapi aku sedang ada masalah."
"Masalah? Apa itu, tuan?"
"Sepertinya mobilku telah disabotase. Remnya sudah tidak berfungsi."
"Apa? Tuan, tolong kurangi kecepatan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak terduga."
"Sayangnya tidak bisa. Kalau terjadi sesuatu padaku, tolong sampaikan pada putra dan calon istriku, aku sangat menyayangi mereka."
Tiba-tiba mobil Jevian makin kehilangan kendali. Sebisa mungkin Jevian berusaha untuk bersikap tenang. Meskipun ada perasaan sedih membayangkan kalau sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Lalu ... Bagaimana dengan Jefrey dan Roseline?
Jevian mencengkeram erat stir mobil. Jantungnya berdegup dengan kencang. Hingga akhirnya mobilnya benar-benar kehilangan kendali. Jevian memejamkan matanya sejenak sembari membayangkan wajah Jefrey dan Roseline.
"Tunggu daddy, Boy. Tunggu aku, Seline. Aku pasti kembali."
Brakkk ...
Duarrr ...
Prang ...
...***...
Masya Allah, terima kasih kakak-kakak semua atas doa-doanya. Maaf tidak bisa membalas satu persatu komennya. Walaupun diteplokin kayak prangko nempel di amplop, syukurnya othor masih bisa ngetik. Semoga doa-doanya dikabulkan. Othor gelisah bgt kalo duo bocil sakit gini. 😓
...***...
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...