Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Tidak Patuh


°°°~Happy Reading~°°°


"Mommy, Allah bullum kashih adek bayi oek-oek di pullut na mommy ya. Hiks..." Isak gadis kecil itu di hadapan sang mommy. Sudah lama ia menginginkan mommy nya itu cepat mengandung dan segera memberikannya adek bayi. Namun, sampai saat inipun, kabar baik itu tak kunjung ia terima.


Ana menghela nafas dalam. "Sayang, Maurin harus bersabar. Insyaallah, Allah akan segera kasih Maurin adek bayi... ."


"Lamma sheukalli, mommy. Mollin dah capek tunggu-tunggu. Molla dah mau puna adek bayi oek-oek dua mommy, Mollin bullum puna shatu. Mollin sheuball. Kan Molla dah puna adek Lucin, keunnapa Allah eundak talluh adek bayi oek-oek na di pullut mommy shaja."


"Girl..." Marcus yang baru saja keluar dari mobil itu segera mendekat pada sang putri, membuat gadis kecil itu seketika menghamburkan rengkuhannya.


"Daddy, Daddy shuppik-shuppik kallau daddy shama mommy dah buat adek bayi oek-oek buat Mollin, tapi keunnapa adek bayi oek-oek na Mollin eundak jadi-jadi. Daddy dah plomish. Daddy ingkall shama Mollin?"


"Girl, adek bayi nya baru dibuat, tidak bisa langsung jadi begitu saja. Sebentar lagi, nanti adek bayinya jadi. Haummm... ."


"Daddy plomish?"


"Heummm, sebaiknya kita segera masuk. Kamu pasti capek setelah pulang sekolah."


"Mau gendong Daddy." Rengeknya sembari merentangkan kedua tangan mungilnya. Membuat Marcus seketika itu mengembangkan senyumnya. "Baiklah."


"Mas..." Cegah Ana.


"Biar Ana saja, mas masih sakit."


"Tapi--"


"Tidak, biar Ana saja." Keukeh Ana. Perempuan itu pun bergerak mengambil sang putri dalam gendongannya. Hingga akhirnya suara pekikan itu berhasil membuat Ana terkejut luar biasa.


"Ana, berhenti!!!" Perempuan itu berlari terburu mendekati sang menantu yang tampak kebingungan. "Mama? Ada apa ma?"


"Mama kan udah bilang tadi pagi, jangan gendong-gendong Maurin dulu, An. Kamu tidak patuh ya... ."


Mendapatkan omelan seperti itu dari sang mertua, sungguh membuat Ana kebingungan. "Eummm, maaf ma. Maurin sedikit rewel."


"Apapun alasannya. Jangan gendong-gendong Maurin dulu, mengerti?"


"Emmm, baik ma." Dalam balutan kebingungan itu, perempuan itu tetap memaksakan anggukannya.


"Maurin, turun sayang. Kamu udah gede kok masih mau gendong mommy aja. Kasihan mommy nya nanti capek." Perempuan itu memaksa mengambil Maurin yang juga turut kebingungan.


"Nanti mommy pingsan gimana? Kamu mau gotong?"


"Mommy pishang?" Mata bulat itu menatap sang mommy penuh bersalah. "Sholli mommy. Habish ini Mollin eundak mau gendong-gendong mommy lagi. Mollin plomish."


"Tidak apa-apa sayang." Ana memaksakan sebaris senyum manisnya meski sebenarnya perempuan itu tengah dibuat kebingungan. Mengapa hanya menggendong sang putri saja bisa membuatnya pingsan. Ada-ada saja mertuanya itu.


"Kita masuk saja kalau begitu." Titah mama Elena setelah berhasil melepaskan Maurin dari gendongan Ana.


Sesampainya di ruang TV, Marcus langsung merebahkan tubuhnya di atas kursi sofa dengan paha sang istri dijadikan bantalannya. Laki-laki yang biasanya langsung membersihkan tubuh sepulang dari kantor itu masih merasa lemas sisa mual siang tadi.


"Mas istirahat di kamar saja." Seru Ana merasa tak enak pada sang mertua yang juga berada di ruangan yang sama.


"Tidak. Disini saja." Tolak Marcus.


"Mas tidak ingin membersihkan diri dulu?" Seru Ana mencari seribu alasan.


"Nanti saja, mas masih lemes." Memejamkan matanya, laki-laki itu terlihat begitu nyaman tertidur di atas pangkuan istrinya. Membuat Ana mau tak mau menurutinya. Meski sebenarnya tak enak karena ada sang mertua, Ana tak dapat menolak permintaan suaminya begitu saja.


"Glanny glanny... Glanny shini mau beullmain shama Ashi ya, hihihi..." Lihatlah, gadis kecil itu sudah kepedean sendiri saat granny nya itu bertandang ke kediamannya tanpa pemberitahuan.


Mama Elena menggeleng penuh penolakan. "Eummm. Tidak juga. Granny hanya ingin melihat menantu granny saja."


Membuat gadis kecil itu sontak saja kebingungan. "Munantu itu capa?"


"Mamanya Maurin dong."


Gadis kecil itu mengernyit. "Mommy na Mollin mommy Ana glanny, eundak mommy munantu. Glanny pikun ya?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕