Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Misi Rahasia


°°°~Happy Reading~°°°


"Daddy daddy..." Baru saja Marcus selesai membersihkan diri, gadis kecil itu sudah membuat rusuh saja. Bahkan handuk itu masih melekat erat di pinggangnya memperlihatkan perut sixpack yang sungguh menguji iman.


"Yes, Girl."


"Shini shini Daddy, Mollin ada mishi lahashia."


Membuat dahi itu seketika mengernyit. "Misi? Misi apa sweetie?"


"Tapi daddy eundak bolleh botoll-botoll. Ini shekellet." Seru gadis kecil itu berbisik.


"Heummm. Baiklah, apa itu girl."


Gadis kecil itu merapat kemudian berbisik pelan. "Mollin mau adek bayi oek-oek." Bisiknya. Membuat Marcus seketika itu mendelik.


"A-adek bayi?" Marcus gelagapan. Apa ia tak salah dengar? Apa putrinya itu meminta adek bayi darinya?


"Yesh, daddy." Angguk Maurin mantap.


Hela nafas terdengar berat. Huffft, sepertinya ini tidak akan mudah. "Oke, Maurin ingin adek bayi. Tapi kenapa tiba-tiba putri cantik daddy ini ingin adek bayi, heummm... .'


"Itu, teuman-teuman Mollin puna adek bayi oek-oek shemua, daddy. Mollin eundak puna adek bayi oek-oek sheundilli. Mollin mau daddy shama mommy buat adek bayi oek-oek buat Mollin."


Oke. Fix. Marcus bingung harus menjawab bagaimana celotehan putri kecilnya yang tiba-tiba saja minta dibuatkan adek bayi.


"Nanti Mollin shama Apin mau tidull lumah glanny shama glandpa shaja, biall daddy shama mommy bisha buat adek bayi oek-oek na beulldua buat Mollin."


Membuat Marcus seketika itu mendelik. Dari mana putri kecilnya itu mengerti teori adanya adek bayi. Apa pikiran sang putri telah terkontaminasi?


"Kamu tau itu dari mana, girl?"


"Tau apa daddy?" Seru Maurin dengan mata bulatnya.


"A-adek bayi." Sungguh, Marcus tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.


"Dalli Ashi, Daddy. Kata Ashi, kallau buat adek bayi oek-oek eundak bolleh lame-lame daddy. Hallush mommy shama daddy shaja."


Oh tidak. Arshi. Gadis kecil itu memang sudah tidak beres sejak awal. Arshi benar-benar tidak ramah lingkungan bagi sang putri yang masih terjaga kepolosannya.


Muachhh... .


Gadis kecil itu berlari terbirit meninggalkan Marcus yang kini tercengang akan permintaan absurd sang putri. Laki-laki itu mengusap wajah frustasi. Sial. Bahkan di saat seperti ini ia tak dapat menemukan jalan keluar atas persoalan yang kini telah ia hadapi.


Arshi.


Gara-gara gadis kecil itu kini ia dalam masalah besar.


Dengan menahan kesal Marcus segera menyambar ponsel yang tergeletak di atas nakas. Laki-laki itu kemudian mendial salah satu nomor di kontak ponselnya.


"Hal--"


"Kau sebaiknya mengajari putrimu dengan benar Vell. Putrimu telah mengajari putriku yang tidak-tidak. Awas saja jika putriku ikut terjerumus pada hal-hal yang tidak benar. Akan ku gantung kau di monas!!!" Sergah Marcus meluapkan kekesalannya pada sosok di seberang sana.


"Hei, wait. What do you mean? Apa kau sedang mabok?"


"Aku bukan tukang mabok seperti kau kalau kau lupa." Sentaknya.


Membuat sosok di seberang sana sontak berdecak. "Ck. Katakan dengan jelas atau akan ku tutup. Aku sedang sibuk."


Marcus menghela nafas dalam. "Putrimu, putri kesayanganmu itu membuat ulah dengan putriku. Bagaimana bisa dia mengajarkan yang tidak-tidak pada putriku. Aku tidak ingin otak putriku menjadi tercemar seperti otak putrimu itu Vell. Camkan itu."


"Apa? Apa yang putriku ajarkan pada putrimu, huh... ."


Marcus menghela nafas dalam. "Putrimu meminta putriku tidur sendiri agar aku dan istriku bisa membuatkan bayi untuknya. Apa kau dengar? Otak kotor putrimu itu harus segera dibersihkan, Vell... ."


Membuat sosok di seberang itu sontak tergelak. "Bukannya bagus? Dengan begitu kalian bisa merajut asmara di atas ranjang tanpa takut terganggu dengan kurcaci kalian, kan?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading semua


Saranghaja 💕💕💕