Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Menambah Satu Bayi Lagi


°°°~Happy Reading~°°°


"Kalian sedang membicarakan apa?"


Suara berat itu sontak saja mengagetkan Ana. Apalagi saat mendapati suaminya telah kembali bersama sang putra. Ana menelan ludah kasar. Jangan sampai putri kecilnya itu sampai membeberkan isi percakapannya. Bisa besar kepala laki-laki itu karena mendapat titah langsung dari putri kecilnya.


"Kita shudang tawall-tawall, daddy?"


"Negosiasi, Maurin." Seru Mallfin membenarkan.


"Ya, poko na itu. Nagashishi libet-libet. Mollin jadi pushing-pushing sheundilli."


"Memang apa yang sedang kalian negosiasikan, girl?" Seru Marcus ingin tau, membuat Ana menatap sang putri harap-harap cemas. Jangan sampai gadis kecil itu membeberkan negosiasinya.


"Mommy shuppik-shuppik kallau Mollin hallush shayang shama adek boyi, daddy. Mollin okklosh shuppik yesh yesh. Tapi mommy hallush plomish shama Mollin, hehehe." Smirk Maurin dengan wajah menyebalkannya.


"Promise? Apa yang kamu janjikan, sayang?" Seru Marcus menatap Ana penuh tanya. Membuat perempuan itu dibuat gelagapan.


"Tidak, mas. Ini hanya candaan Ana dengan Maura saja. Sebaiknya kita segera makan siang sekarang." Seru Ana berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Tidak tidak tidak. Jelaskan pada mas dulu, heummm... ." Pinta Marcus.


"I-itu... ."


"Ishhh, mommy long-long sheukalli. Biall Mollin shaja, mommy." Seru Maurin memotong pembicaraan sang mommy.


"Jadi... Mommy hallush buatin adek gull enjin buat Mollin, daddy. hihihi..." Kikik Maurin puas.


Membuat Marcus sontak membeliak. "Benarkah, sayang?" Lihat saja, manik matanya seketika berbinar. Laki-laki itu terlihat sangat puas mendengar ucapan putrinya yang bahkan belum genap 5 tahun.


"Kamu serius ingin menambah satu bayi lagi?" Seru Marcus tak percaya.


"Ahhahaha... Mas senang sekali. Cup... Terimakasih sayang..." Belum Ana menjawab laki-laki itu sudah mengambil kesimpulannya sendiri. Marcus bahkan kini menghamburkan kecupannya di wajah Ana.


"Keunnapa mommy aja yang dapat tium banak-banak, daddy... Kan Mollin yang minta adek gull?" Cebik Maurin kesal.


Memaksa Marcus beralih mencium gadis kecil itu. Jika tidak dituruti, bisa-bisa gadis kecil itu merengek sepanjang hari.


"Jika mommy nanti hamil lagi, bisa jadi mommy hamil anak laki-laki lagi, Maurin. Kamu tidak bisa memilih ingin memiliki adik bayi apa. Kamu harus tetap menyayanginya walaupun itu seorang bayi laki-laki." Seru Mallfin tiba-tiba.


"Ya, nanti mommy hallush buatin Mollin adek bayi enjin shampai Mollin dapat adek gull. Iya kan mommy?"


Membuat Ana seketika itu mendelik.


"Ya ya, ide yang sangat bagus, girl. Kamu sangat jenius, my princess." Seru Marcus membenarkan. Membuat Ana sontak memukul lengan kekar itu. Suaminya itu keterlaluan sekali rupanya.


"Ana bukan kucing ya mas." Ancam Ana.


"Itu Maurin sendiri loh sayang yang minta."


"Tapi kan ngga perlu diiyain juga, mas." Keluh Ana.


"Selagi kita mampu dan itu baik untuk anak-anak, kenapa kuta tidak kabulkan saja permintaan mereka, hwumm... ."


"Tau gitu kan?"


"Kan? Ngaku?"


"Dari pada mas munafik kan? Lebih baik jujur saja."


"Kok beullantem?"


"Nggak sayang... ."


"Tidak girl... ."


Seru Ana dan Marcus serempak.


"Itu tadi shuppik-shuppik na teupat-teupat itu tanda shudang beullantem."


"Nggak kok, iya kan sayang... Ngga berantem kan?" Seru Marcus merengkuh perempuan itu.


"Iya, ngga berantem sayang... ." Balas Ana.


"Oh iya mommy, adek bayi oek-oek na kapan mullutush na sih. Long long sheukalli. Mollin shampai jamull-jamull ini." Keluh Maurin.


"Insyaallah, sebentar lagi ya sayang. Maurin harus bersabar."


"Adek bayi oek-oek na Molla dah mullutush mommy. Masha adek bayi oek-oek na Mollin eundak mullutush-mullutush. Emang na adek bayi oek-oek shudang apa dallam pullut na mommy shih."


"Coba Maurin tanya adek sendiri." Titah Ana. Lihat saja, pasti ada aja kelakuan putrinya ketika mengobrol dengan calon bayinya.


"Adek shudang apa? Lagi pullang-pullang ya? Keunnapa eundak mullutush-mullutush? Mau kaka Mollin demput shaja?"


"Jemput? Bagaimana kamu menjemput adek bayi, girl?"


"Ya Mollin mashuk pullut mommy egin tullush buduk adek bayi oek-oek biall teupat-teupat mullutush, daddy. Hihihi... Mollin shummalt kan, ehehehe..." Kikiknya menertawai kepintarannya yang diluar nalar.


*shummalt : smart / pintar.


"Memang bagaimana kamu akan masuk lagi ke dalam perut mommy?" Seru Mallfin. Pasti gadis kecil hanya pintar ngomong saja tanpa tau apa yang dibicarakannya.


Gadis kecil itu garuk-garuk kepala sendiri. "Eundak tau. Tapi mommy tau."


"Mommy, mommy teupat-teupat mashukin Mollin dallam pullut mommy enjin biall Mollin bisha buduk adik bayi oek-oek na."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕