Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Tolong Bujuk Kak Marcus


°°°~Happy Reading~°°°


"Ada apa ini?"


Suara yang begitu familiar itu membuat Ana mendongak. Mendapati sang mama mertua benar-benar ada disini, membuat Ana seketika itu melepas paksa rengkuhan suaminya kemudian menghambur dalam rengkuhan mama Elena. "Mama... ."


"Ada apa, Ana." Seru mama Elena panik saat sadar jika menantunya kini tengah terisak dalam rengkuhannya.


"Mas Marcus, dia memiliki perempuan lain ma. Hiks..." Adu Ana.


Membuat mama Elena seketika itu membeliak.


"Benar itu, Marc?"


Marcus mengusap wajah frustasi. "Tentu saja tidak lah ma. Mama kira Marcus sejahat itu sama istri sendiri? Istriku hanya salah faham... ."


"Salah faham bagaimana, mas? Jelas-jelas Ana melihat kalian bermesraan di dalam sana, mas masih bilang kalau Ana salah faham? Hiks... ."


Membuat mama Elena seketika itu naik pitam. Tangannya yang bebas itupun bergerak menyambar telinga sang putra kemudian memelintirnya sekuat tenaga. Membuat laki-laki itu seketika memekik kesakitan. "Ma... ma... Sakit. Lepas... ."


Teriakan kesakitan itu tak membuat mama Elena sontak melepaskan jepitannya.


"Dasar ya, udah di kasih perempuan spek bidadari masih sempat-sempatnya melirik perempuan lain yang spek nya cuma sampai level neraka. Mau di giling kamu di neraka nanti, huh..." Omel mama Elena pada sang putra.


"Astaga. Ngga ma. Nggak. Kalian salah faham. Lihat, itu Steevy ma. Mama salah faham." Pekik Marcus berusaha melepaskan diri dari jerat tangan sang mama.


Curiga dengan apa yang dikatakan sang putra, mama Elena kemudian mengalihkan pandang pada sosok perempuan yang tengah duduk santai di kursi sofa. Perempuan itu menyengir. "Hehehe, hallo mam... ."


Perempuan itu kemudian bangkit dan melangkah mendekat pada pusat keributan.


"Steevy... Apa yang kamu lakukan sampai mantu mama menangis seperti ini, huh..." Omel mama Elena. Jantungnya hampir saja copot saat mendengar sang putra telah menduakan istrinya.


Gadis itu terkekeh kecil. "Hehehe. Hanya menggoda kak Marcus sedikit, mam... ."


"Menggoda sedikit bagaimana? Kau sampai membuat istriku menangis, Steevy. Aku tidak akan bermurah hati lagi, sampai kau berani mengusiknya, ku robohkan rumah sakit mu, itu!!!"


"Kakak... Kok tega banget sih sama adik sendiri. Kan hanya bercanda tadi."


"Bercanda mu tidak lucu, Steevy." Sungut Marcus. Hampir saja istrinya itu meminta cerai hanya karena salah faham mengira dirinya berselingkuh.


"Kakak ipar..." Stephanie meringsek mendekat pada Ana yang masih sesenggukan sisa isaknya.


"Kakak ipar, maafin aku ya... ."


Ana mengusap wajahnya yang basah dengan jemarinya. Matanya yang tadi mengabur karena bulir bening air mata itu perlahan memindai wajah sang adik ipar. "Dokter Steevy?" Seru Ana tak percaya.


"Dokter adiknya mas Marcus?" Seru Ana penuh tanda tanya.


"Sayangnya sih iya, kak."


"Apa maksud ucapan mu itu Steevy? Kau tidak senang menjadi adikku? Baiklah. Kembalikan black card yang kuberikan padamu." Ancam Marcus. Membuat perempuan itu seketika mencebik.


"Ck, kakak gitu banget sama adik sendiri." Seru Stephanie mengeluarkan jurus andalannya.


"Kakak ipar, tolong bujuk kak Marcus ya... Jangan sampai rumah sakitnya di robohkan, nanti kalau ada orang sakit gimana... ."


"Kan masih ada rumah sakit lain." Timpal Marcus tanpa ampun.


"Tapi kalau kita bisa membantu menyembuhkan orang sakit kenapa tidak, benarkan kakak ipar?"


"Maka dari itu, bangunlah rumah sakit sendiri."


"Sama uangnya kakak?


Membuat Marcus seketika itu mendelik. "Nggak. Pakai uangmu sendiri."


"Kakak... Steevy kan masih miskin. Belum sekaya kakak..." Rengek Stephanie.


"Kerja!!!"


"Kakakkk... ."


"Hehhh, ini kok malah pada berdebat sih jadinya. Kalian ngga malu sama sekretaris nya Marcus?"


Ketiganya sontak menoleh menatap pada kedua sekretaris yang seketika itu membeku di tempatnya. Sedari tadi berdebat, tenyata mereka tidak sadar jika kini masih berada di ambang pintu yang terbuka, hingga drama keluarga itupun menjadi tontonan langsung bagi kedua sekretaris Marcus yang kini pura-pura tengah sibuk bekerja.


"Sudah, ayo kita masuk."


"Mommy daddy... ."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading semua


Saranghaja 💕💕💕