Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Ide Bagus


°°°~Happy Reading~°°°


"Sepertinya anda kurang berhati-hati."


"Yeahhh... Aku memang tidak berhati-hati. Ku pikir, karena istriku baru saja melahirkan, bagaimanapun aku melakukannya, itu tidak akan langsung berhasil. Tapi, yeahhh... Mau bagaimana lagi, mungkin milikku sangat berkualitas tinggi."


Membuat laki-laki itu sontak berdecak. "Katakan saja jika anda terlalu menikmatinya." Cibir Marcus.


"Yeahhh... tentu saja. Apa selama ini anda tidak pernah menikmatinya?" Seru David tak ingin munafik.


"Tentu saja aku sangat menikmatinya. Tapi setidaknya aku tau bagaimana mengontrolnya. Kapan harus berhenti, kapan harus melanjutkannya."


"Benarkah? Aku meragukannya."


"Sebenarnya, apa yang sedang mereka bicarakan ya, An?" Bisik Hanna menatap kedua laki-laki itu penuh tanya. Intonasi yang semakin tinggi, membuat ia yakin jika ada perdebatan diantara keduanya. Namun sayang, bahasa Prancis yang digunakan keduanya membuat ia tak sedikitpun mengerti isi dari pembicaraannya.


"Entahlah Han. Aku juga tidak mengerti. Apa mungkin mereka sedang membicarakan pekerjaan?"


Hanna menggeleng penuh keyakinan. "Tidak mungkin. Mereka tidak akan membicarakan pekerjaan disini. Aku yakin sekali, mereka sedang membicarakan kita."


Membuat Ana sontak mengernyitkan dahi. "Kita? Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu, Han?"


"Eummm... ya, bisa saja. Tidak mungkin mereka membicarakan pekerjaan dengan menggunakan bahasa asing. Toh kita tidak akan paham juga dengan apa yang mereka bahas kan. Mereka hanya akan berbicara bahasa asing jika tengah membicarakan kita, An."


"Benarkah? Lalu, untuk apa mereka membicarakan kita diam-diam, Han. Apa jangan-jangan, mereka membicarakan kejelekan kita masing-masing?"


Perempuan itu menggeleng kuat. "Tidak tidak tidak... Tidak mungkin mereka menjelekkan kita, An. Yang ada, mereka akan membanggakan kita di hadapan laki-laki lain agar mereka iri dengan suami kita."


"Eummm, aku tidak pernah berpikir ada yang bisa dibanggakan dariku?" Seru Ana ragu.


"Benarkah? Ku pikir kamu melewatkan satu hal."


Dengan raut wajah kebingungan, Ana menatap Hanna penuh tanya. "Apa?"


Hanna menyunggingkan senyumnya. "Sesuatu yang membuat suami kamu merasa senang."


🍁🍁🍁


"Aku tidak pernah memikirkan hal itu. Yang ku yakini, itu hanya sebuah lelucon dari tuan Marvell."


"No, tentu saja itu benar. Aku bisa melihatnya sendiri jika Marvell benar-benar ingin menjadikan putrimu sebagai menantunya. Dia benar-benar menyukai putrimu, tuan David."


"Putriku bahkan masih sangat kecil tuan Marcus, bagaimana bisa tuan Marvell menyukainya bahkan berani menjadikannya menantu sejak usia dini, huh..." Seru David tak habis pikir.


"Aku tidak bisa berbohong, putrimu memang memiliki pesonanya sendiri, tuan David."


Membuat David seketika itu mengernyit. "What do you mean?"


"Entahlah. Meski masih belia, putrimu terlihat sangat lembut dan juga perhatian. Itu sudah lebih dari cukup membuat putrimu sangat mempesona di mata orang lain."


David tampak menghela nafas dalam. Sedikit frustasi dan dipenuhi oleh ketakutan. "Sepertinya aku harus melindungi putriku dari orang-orang mata keranjang seperti kalian."


Membuat Marcus seketika itu tergelak. "Ahahaha... Santai saja tuan David, aku bukan seorang pedo*fil yang suka dengan anak-anak belia. Aku sudah memiliki istriku yang sangat kucintai. Kau santai saja dan cobalah berpikir rasional."


"Hati siapa yang tau. Siapa tau anda juga berniat menjodohkan putramu dengan putriku seperti tuan Marvell?"


"Ide yang bagus. Lagi pula aku juga menyukai putrimu, tuan David."


Membuat laki-laki itu sontak mendelik. "Anda jangan macam-macam dengan putriku, tuan Marcus. Ku peringatkan anda mulai dari sekarang." Serunya dengan sorot mata tajam penuh peringatan.


"Ahahaha, baiklah baiklah. Aku hanya bercanda, tuan David. Sepertinya anda sangat sensitif jika kita membahas mengenai putrimu."


"Putriku sangat berharga, tuan Marcus. Lebih dari apapun."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕