Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Trio Kwek-kwek


°°°~Happy Reading~°°°


"Ashi?"


Kedua gadis kecil itu sontak menoleh, menatap pada sosok gadis kecil yang tengah berjalan ke arah mereka. Membuat Arshi seketika itu memekik girang. "Molla..." Gadis kecil itu pun menghamburkan rengkuhannya pada sosok Maura yang tak lain adalah teman dekatnya.


"Ashi, itu shapa? Molla eundak peullnah lihat-lihat?" Gadis kecil itu mengernyitkan dahi, seolah berusaha membangkitkan memorinya yang mungkin telah terkubur.


"Molla, ini teuman ballu na Ashi yang Ashi peullnah shuttolli shama Molla keumallin-keumallin... Molla limembell eundak?"


"Ohhh, iya. Molla limembell Ashi. Mollin ya? Tantik sheukalli... ." Seru Maura memuji sosok si kecil Maurin. Membuat gadis kecil itu sontak merona. "Tullima kashih, Molla. Molla duga tantik."


"Nanti Mollin main shama Ashi shama Molla aja, biall nanti main na tambah shellu, hihihi..." Seru Arshi mempelopori. Dalam otak kecilnya, ia sudah memiliki banyak ide-ide kreatif yang sungguh membuat orang lain dibuat frustasi.


"Iya iya, Mollin shuttudju Ashi. Pashti nanti shellu sheukalli. Mollin jadi eundak shaball kita main-main beultiga. Hihihi..." Seru Maurin menimpali, gadis kecil itu tak dapat lagi menyembunyikan bagaimana antusiasnya saat ini.


"Kamu gimana Molla, shuttudju eundak kallau main na beultiga?" Tanya Arshi ketika mendapati sang sahabat yang tak banyak mengomentari. Maura memang tak se-cerewet dirinya juga si kecil Maurin. Maura adalah sosok gang cenderung lebih kalem dan tak banyak tingkah seperti dirinya yang sungguh super aktif, karena itulah Marvell tergila-gila menjadikannya menantunya suatu saat nanti.


"Iya, Ashi. Molla duga shutudju, nanti kita main beultiga ya. Pashti shellu sheukalli."


"Yippi yippi... Shemua shudah shuttudju. Lesh go, kita mashuk shama-shama." Si kecil Arshi menggandeng tangan si kecil Maura dan si kecil Maurin di kedua sisi tangannya. Ketiga gadis kecil itupun berjalan dengan bergandengan tangan satu sama lain seolah tak ingin terpisahkan. Trio kwek-kwek kini telah bersatu. Dunia taman kanak-kanak itu tak akan lagi mencapai kata tenang karena trio kwek-kwek akan selalu membuat rusuh.


"Aku sudah menduganya. Tapi aku masih berharap itu tak akan terjadi. Tapi-- Sepertinya kita bernasib sial." Decak Arsha, manik mata sedingin es itu menatap nanar pada ketiga gadis kecil yang tengah berjalan masuk ke pelataran sekolah dengan celotehan yang tak henti membahana bahkan di tengah langkahnya.


"Kamu bisa menjelaskannya padaku?" Mallfin yang masih terlalu shock, hanya bisa menatap ketiga gadis kecil itu tak bersemangat.


"Dia Maura. Sahabatnya Arshi. Dan kau bisa lihat sendiri kan bagaimana mereka? Mereka bertiga sama-sama cerewet bahkan saat belum bisa bicara dengan benar. Celotehan Arshi dan Maura saja sudah membuatku pusing. Ini harus di tambah satu kurcaci lagi. Aku harap kau bisa bersabar dengan kelakuan mereka nanti." Bocah laki-laki itu menepuk-nepuk pundak Mallfin. Pasti Mallfin nanti akan tertegun jika sudah melihat bagaimana rusuhnya mereka saat bermain.


"Heummm. Tapi aku tidak sesabar itu."


"Kalau mereka terlalu berisik, mari kita buat mereka diam."


Membuat Mallfin sontak menoleh menatap pada wajah Arsha yang penuh seringai itu.


"Penawaran yang bagus. Aku setuju."


Keduanya kemudian melangkahkan kaki mengikuti jejak ketiga bocah cadel yang sudah melesat jauh itu. Dibuntuti Ana dan Anelis yang kini terlihat begitu akrab satu sama lain.


"Kamu ternyata menyekolahkan anak-anak disini juga?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕