Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Kakak Mollin


°°°~Happy Reading~°°°


"Astaghfirullah, korek apa lagi sayang. Kalau bicara sama mommy yang biasa aja ya. Mommy ngga paham sayang, heummm..." Keluh Ana. Sepertinya ia sendiri yang tak bisa mengerti perkataan sang putri tercinta.


"Hihihi, sholli mommy. Eundak lagi-lagi." Janji Maurin.


"Daddy eundak mau kashih Mollin liwed shepeulti daddy na Ashi?" Tagih Maurin.


"Memang temanmu itu biasanya dikasih apa oleh daddy nya, girl?"


"Banak sheukalli daddy. Tapi Mollin loget."


*Loget: forget/ lupa


"Sayang..." Peringat Ana. Bisa-bisa semua orang dibuat pusing oleh perkataan sang putri.


"Hihihi, sholli sholli mommy."


"Baiklah, daddy ada satu hadiah untuk Maurin. Dan juga Mallfin."


"Woahhh, mau mau. Mollin mau liwed, daddy." Sudah di peringatkan berkali-kali, gadis kecil itu tetap melupakannya. Ya sudahlah. Sepertinya Ana harus menyerah kali ini.


"Hadiah kalian ada di balik bajunya mommy, di dalam perut mommy." Jelas Marcus. Membuat gadis kecil itu seketika mengernyit.


"Dallam pullut mommy? Bagaimana Mollin ambil na daddy. Daddy shuka ada-ada. Daddy tuma tipu-tipu Mollin ya..." Gadis kecil itu mencebik kesal saat dirasa sang daddy mulai mempermainkan dirinya.


"No, daddy serius, Girl."


Dengan tanpa aba-aba, gadis kecil itu kemudian membuka cepat baju atasan sang mommy hingga terlihatlah perut rata Ana. Untung saja disana tidak ada tuan Regar karena laki-laki itu ada keperluan dengan rekannya. "Manna, eundak ada, daddy. Daddy beullbohong shama Mollin. Daddy dosha beushall. Eundak maaf-maaf." Sungut gadis kecil itu berapi-api.


"No, daddy serius. Kamu tidak memperhatikannya dengan teliti jadi kamu tidak bisa melihatnya, girl. Coba lihat sekali lagi."


"Daddy shius?"


"Heummm, coba kamu lihat dulu."


Gadis kecil itu menurut, kemudian menatap perut itu lekat-lekat "Shepeulti na eundak ada apa-apa shini daddy..." Lirihnya sembari mencari-cari hadiahnya.


"Tok tok tok..." Seru Maurin sembari mengetuk-ngetuk perut itu layaknya sebuah pintu rahasia.


"Hallo kakak Mollin..." Suara Ana yang dibuat-buat itu membuat gadis kecil itu sontak mendongak.


"Mommy keunnapa shualla na shepeulti tikush deupit?" Tanya Maurin dengan wajah polosnya. Membuat Ana seketika itu mencebik.


"Kok tikus jepit sih sayang?" Keluh Ana.


"Iya, shoal na shualla mommy keutil sheukalli. Millip shepeulti tikush deupit."


"Adek bayi? Manna adek bayi?"


"Di dalam perutnya mommy, sayang..." Seru Ana, gemas dengan wajah kebingungan sang putri.


"Dallam pullut?" Gadis kecil itu masih belum dapat menangkap sinyal-sinyal yang diberikan oleh sang mommy. Hingga akhirnya bola mata itu membeliak.


"Dallam pullut na mommy ada adek bayi oek-oek na? Mollin puna adek bayi oek-oek myh?" Pekik Maurin tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya saat ini.


Dengan sebaris senyum yang mengembang, Ana mengangguk membenarkan pertanyaan sang putri. "Iya sayang. Maurin dan Mallfin akan memiliki adek... ."


Membuat gadis kecil itu sontak memekik girang. "Yeayyy, Mollin puna adek bayi oek-oek. Ashik ashik ashik... Mollin puna adek bayi shepeulti Molla shama Ashi, ahahaha... ."


Tawa itu menggema. Wajah penuh bahagia itu meliputi gadis kecil itu. Maurin benar-benar bahagia atas kabar yang baru saja didapatkannya.


"Tullima kashih mommy."


Cup... .


Satu kecupan mendarat di pipi Ana, kemudian di pipi Marcus.


Cup... .


"Tullima kashih, daddy. Mollin sheunang banak-banak. Hihihi... ."


Gadis kecil itu kemudian beralih di depan perut sang mommy. "Hallo adek bayi oek-oek. Adek bayi lagi apa? Lagi mashak-mashak shana ya, hihihi... Adek bayi oek-oek kapan mullutush na? Teupat-teupat mullutush ya biall kita bisha teupat-teupat beullmain, hihihi... ."


"Kamu tidak menyukainya, boy?" Seru Marcus saat hanya mendapati wajah datar sang putra.


"Suka daddy. Tapi, apa dia seorang perempuan seperti Maurin?"


"Memangnya kenapa?"


"Tidak. Hanya saja, nanti akan terasa sangat berisik kalau dia perempuan seperti Maurin."


"Ahahaha... Berdoa saja dia seperti kamu. Jadi kamu bisa mengajaknya bermain nanti."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕