Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Kejutan di Luar Nalar


°°°~Happy Reading~°°°


"G-girl, apa yang kamu lakukan?!" Pekik Marcus tak percaya akan kelakuan sang putri yang kini tengah duduk manis di atas robot penyedot debu yang kini berjalan-jalan membawa beban berat sang putri di atasnya.


"Hihihi, Mollin lagi naik kullalla gemoyi, daddy. Kullalla na tomell sheukalli, bisha bawa Mollin dallan-dallan, jadi Mollin eundak tapek-tapek deh dallan-dallan na. Ahahaha..." Gadis kecil itu tertawa lepas menikmati perjalanan yang sangat mengasyikkan itu.


"Kura-kura, Maurin." Seru Mallfin membenarkan.


"Teullshellah Mollin lah Apin. Kan Mollin yang kashih nama kullalla. Apin syillik aja." Cebik Maurin tak terima disalahkan.


"Oke, perdebatannya di tunda dulu. Apa kamu bisa turun dari situ, girl? Kamu bisa terjatuh dari sana, heummm..." Bujuk Marcus, takut jika sang putri sampai terjatuh dari benda bergerak itu.


"Eundak mau daddy, inni shellu sheukalli. Daddy mau toba? Shini shini daddy. Kita naik beulldua. Apin eundak ushah ajak. Wleee... ."


Marcus menghela nafas dalam. Bagaimana bisa dirinya duduk di atas robot mini itu dengan tubuh kekarnya. Gadis kecil itu benar-benar di luar perkiraan. Tidak akan ada yang bisa menebak apa isi di dalam otak kecil itu. Maurin benar-benar penuh kejutan. Kejutan di luar nalar.


🍁🍁🍁


Marcus tengah disibukkan dengan berkas-berkas yang ada di mejanya. Sedang Maurin, tentu gadis kecil itu tengah menikmati permainan barunya. Setelah puas bermain dengan robot penyedot debu, kini gadis kecil itu terlihat bermain masak-masakan. Sedang Mallfin, bocah laki-laki itu masih sibuk melihat-lihat buku di rak besar milik sang daddy yang menjulang.


Fokus pandangannya kini tertuju pada buku setebal lima centi. Membukanya acak. Kelopak mata itu tampak mengernyit, ia bahkan tak bisa membaca apa isi buku yang di genggamnya saat ini.


Menilik pada sang daddy, bocah laki-laki itu terlihat sibuk menggoreskan tinta pena di atas lembar kertas di depannya. Apa daddy nya itu tengah sibuk saat ini? Namun, rasa penasaran itu kini berhasil membawa Mallfin mendekat pada sang daddy.


"Daddy... ."


Memaksa Marcus menghentikan aktifitasnya sejenak, kemudian beralih pada sang putra yang kini mendekatinya dengan buku tebal di tangannya. "Ya, boy? Apa kamu menginginkan sesuatu?"


"Apa daddy sibuk?"


Marcus mengembangkan senyumnya, kemudian menggeleng. "Tidak, ada yang bisa daddy bantu kali ini?" Sepertinya sang putra hendak menanyakan sesuatu, terlihat dari wajahnya yang menyimpan sejuta keingintahuan.


"Mallfin tidak bisa membacanya, daddy. Mallfin juga tidak tau maksudnya apa. Apa ini semacam kode rahasia?"


Marcus kemudian menilik pada buku didepannya. Menatapnya sekilas, laki-laki itu kemudian mengembangkan senyumnya.


"Ini buku dengan menggunakan bahasa Inggris, boy. Seperti yang biasa daddy ucapkan biasanya."


"Bahasa Inggris?"


"Heummm. Seperti saat menyapa kalian di pagi hari, daddy akan mengucapkan dalam bahasa Inggris, "Morning". Jika daddy sedang menenangkan Maurin ketika menangis, daddy akan bilang, "Calm down, Girl." Itu semua contoh bahasa Inggris sederhana, boy. Apa kamu bisa memahami ucapan daddy?"


Bocah laki-laki itu manggut-manggut. "Ya, daddy. Mallfin mengerti."


"Tapi, Mallfin tidak mengerti bahasa Inggris, Daddy. Apa Mallfin bisa belajar bahasa Inggris dengan daddy? Buku-buku daddy disana banyak yang seperti ini. Mallfin ingin membacanya."


"Baiklah, saat di rumah nanti daddy akan mengajarkan kamu bahasa Inggris, heummm... ."


"Terimakasih, daddy."


Selesai urusan dengan sang putra, terlihat gadis kecil itu mendekat ke arah Marcus dengan mainan di tangannya.


"Daddy daddy, Mollin buat mamam untuk daddy. Daddy hallush coba."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕