Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Pilihlah Diantara Kami


°°°~Happy Reading~°°°


Langkah kaki itu mengalun cepat, khawatir itu semakin membuncah saat wajah pucat sang suami kembali terbayang.


"Ya Allah, mas... ."


Sungguh Ana merasa tak tenang, apalagi setelah mendengar kabar dari mama Elena jika suaminya kembali didera mual bahkan di hari pertamanya kembali bekerja.


"Hati-hati, nyonya." Peringat Kalila, bodyguard perempuan yang kini akan selalu menemani Ana di segala aktifitasnya. Bodyguard itu adalah utusan Marcus untuk menjaga sang istri selama ia tak ada di sisinya.


"Tidak bisa, Kal..." Keluh Ana sembari menekan tombol lift, kemudian memasukinya tanpa hambatan. Lift khusus itu benar-benar memudahkan Ana kali ini.


"Saya akan mendapatkan teguran dari tuan Marcus jika beliau sampai tau kalau anda tidak berhati-hati seperti ini, Nyonya."


"Shhhut, tolong tenang saja Kalila. Suamiku sedang sakit. Apa kamu bisa mengerti bagaimana perasaanku saat ini. Tidak kan?"


"Maaf, nyonya." Seru Kalila membungkuk kecil. Membuat Ana seketika itu menghela nafas dalam. Khawatir itu membuat ia berbuat kasar tanpa sadar.


"Oh tidak. Maafkan aku Kalila. Aku tidak bermaksud seperti itu padamu."


"Tidak apa-apa, nyonya."


Begitu lift itu sampai di lantai teratas, Ana segera menuju ruangan suaminya. Membukanya tanpa mengetuk lebih dulu, Ana dibuat terperangah akan pemandangan dihadapannya.


"M-mas?"


Ana tertegun tak percaya saat mendapati suaminya itu tengah dipijat oleh sosok perempuan dengan rambut di gerai indah. Sakit, mengapa rasanya sesakit ini saat melihat suaminya bermesraan dengan perempuan lain di depan matanya sendiri.


Marcus yang tadi mendengar gumamam Ana sontak mendudukkan diri dari tidurnya.


"Sayang?" Berniat beranjak berdiri, namun pergerakannya itu malah di tahan oleh sang adik yang tiba-tiba saja merengkuhnya.


"Mau kemana sayang?"


Membuat Marcus seketika itu mendelik. Apa-apaan ini. Kenapa adiknya itu mendadak menggodanya seperti perempuan murah*n. "Minggir, Steevy!!!"


"Sayang, disini saja. Kan sudah ada aku disini, heummm..." Stephanie semakin menggelayut manja di pelukannya, membuat Ana seketika itu meluruhkan tangis. Apa suaminya itu telah menduakannya saat ini, bahkan di depan matanya sendiri mereka bermesraan tanpa sungkan?


"Sayang..." Jemarinya bergerak mengusap wajah sang istri yang basah akan isaknya, sungguh Marcus merutuk akan aksi gila sang adik barusan.


"Ana tidak bisa seperti ini, mas. Pilihlah diantara kami." Lirih Ana berusaha keras menahan gejolak dihatinya.


"A-apa maksudmu, Sayang?"


"Jika mas lebih memilih perempuan itu, maka ceraikan Ana." Tegas Ana. Membuat Marcus seketika itu mendelik tak percaya, istrinya tengah berada dalam kesalahpahaman yang nyata.


"Tidak, sayang. Kamu salah faham. Dia adikku. Aku bersungguh-sungguh. Aku tidak bisa menceraikan mu. Bagaimana dengan anak-anak kita nanti, heummm... ."


"Lalu tinggalkan perempuan itu, mas." Tegas Ana.


"Apa maksudmu, heummm... Dia benar-benar adikku, Sayang. Steevy. Kalian dulu pernah bertemu di rumah sakit, bukan?"


"Mas masih tidak mau jujur dengan Ana?" Rasanya sakit saat laki-laki itu berkali-kali menyangkalnya, padahal jelas-jelas ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Mas sudah jujur, sayang. Harus bagaimana lagi mas menjelaskannya padamu, heummm... ."


"Mas jahat." Isak itu semakin luruh, membuat laki-laki itu akhirnya merengkuh tubuh itu.


"Kamu benar-benar telah salah faham kali ini. Dia Steevy, adik kandungku. Dia baru saja tiba di tanah air."


Ana bungkam. Isaknya penuh sesenggukan, menunjukkan betapa perempuan itu terpukul atas apa yang dilakukan sang suami padanya. Padahal kini ia tengah hamil, apa itu tidak cukup membuat laki-laki itu menambatkan hati padanya.


"Ada apa ini?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕