
°°°~Happy Reading~°°°
Menepi ke sudut lain, tampak si kecil Maurin kini tengah memperkenalkan diri di depan kelasnya bersama dengan kembarannya, Mallfin.
"Hallo shemua, sheullamat pagi. Nama aku Mollin Shanna. Shuka panggil Mollin. Mollin puna shatu shodalla, nama na Apin. Apin shama Mollin, kita kemball. Lihat, kita millip kan?"
Si kecil Maurin mendekatkan tubuhnya pada si kecil Mallfin, membuat tubuh mereka tampa jarak. Tak ayal kelakuan Maurin itu mendapatkan pelototan dari si kecil Mallfin yang terlihat risih akan kelakuan absud Maurin, membuat gadis kecil itu seketika tergelak. "Hihihi... Shallam keunnal shemua... ."
"Oke Maurin, good job. Kalau boleh Miss Riana tau, Maurin punya hobi apa?"
"Hobi, eummm... Mollin shuka beullmain mish Lili, shuka shuka shuka. Ahahaha... ."
"Baiklah, sekarang gantian Mallfin?"
"Hallo, namaku Mallfin. Salam kenal semuanya." Singkat, padat, dan jelas. Benar-benar, Mallfin terlalu to the point.
Menilik wajah dingin itu, miss Riana bisa sedikit menebak. Mallfin dan Arsha memiliki sedikit kesamaan.
"Good job, Mallfin. What your'e hobby?"
"Reading, miss."
"Ouhhh great, reading. What your'e favorit book?"
"My daddy's book." Jawabnya dengan enteng. Ternyata belajar bahasa Inggris dengan daddy nya di rumah tidak sia-sia juga.
"Oke, perkenalannya sudah selesai. Sekarang kalian bisa duduk bersama teman-teman yang lain ya."
Keduanya kemudian berjalan menuju kursi yang telah disediakan. Mallfin duduk di sebelah Arsha. Sedang Maurin duduk di sebelah Maura, tepatnya di belakang kursi yang diduduki Arshi. Jadi geng cadel itupun tak akan terpisahkan.
"Mollin Mollin, tadi Apin sheuball sheukalli waktu Mollin deukat-deukat shama Apin, hihihi. Mollin hebat sheukalli bisha buat Apin sheuball. Nanti Ashi keulljain Asha shepeulti Mollin aja deh, hihihi..." Gadis kecil itu terkikik membayangkan wajah kesal Arsha.
"Ashi eundak bolleh shepeulti itu Ashi. Nanti Ashi shama Asha jadi beullantem gimana?" Seru Maura menyarankan. Selama ini, jika tidak ada Maura, mungkin perilaku Arshi jadi lebih bar-bar.
"Eundak pappa Molla, tuma shekalli aja, eundak banak-banak."
"Nanti kallau Ashi ushil shama Asha, Asha ballash dundam. Molla eundak mau Ashi meunangish." Maura masih berusaha keras membujuk si kecil Arshi agar tak lagi membuat ulah.
"Nanti kallau Asha buat Ashi meunangish, nanti kita sheullang aja Ashi. Biall melleka kapok, eundak ushil-ushil lagi." Seru Maurin penuh semangat, membuat gadis kecil itu sontak berbinar.
Membuat Maura sontak menghela nafas dalam. Gadis kecil itu angkat tangan. Kedua gadis kecil itu sangat bersemangat sekali mengganggu pria-pria dingin itu dengan seribu keusilan.
Marcus melangkah memasuki kediamannya dengan langkah terburu. Kaki jenjangnya melangkah cepat menuju ruang televisi, tempat dimana istri juga anak-anaknya tengah menghabiskan waktu.
"Daddy daddy... ."
Gadis kecil itu langsung menghambur dalam rengkuhan sang daddy, membuat Marcus sontak merentangkan tangannya, membawa sang putri dalam dekapannya.
"Bagaimana tadi sekolah kamu, Girl?"
"Shellu sheukalli, Daddy. Mollin puna teuman ballu. Tadi Mollin main keudall-keudall shama Ashi shama Molla. Mollin sheunang sheukalli, Daddy."
"Terus tadi apa yang kamu lakukan saat di dalam kelas, Girl. Apa teacher mengajarkan sesuatu?"
"Tadi di kullas Mollin shuppik-shuppik shama Ashi shama Molla, Daddy. Ashi kashih tau Mollin banak shekellet."
Apa ini. Sedikitpun Marcus tidak dapat mengerti apa yang sang putri utarakan. Membuat laki-laki itu hanya bisa mengangguk-angguk paham. "Baiklah, daddy harus mandi dulu. Daddy bau acem."
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Untung kalian ingetin
Mungkin othor lagi kangen sama abang Damian 😂
Dimaklumi ya Chingu
Oke sudah othor revisi
Masih ada yang typo nggak😂
Happy reading
Saranghaja 💕💕💕