
°°°~Happy Reading~°°°
"Mommy... daddy... ."
Teriakan itu berhasil menahan langkah ketiganya, serempak mereka menatap asal suara. Terlihat gadis kecil itu tengah berlari mendekat dengan senyum lebar yang tak henti mengembang dari bibirnya, memperlihatkan deretan gigi-gigi kecilnya.
Sedang di belakangnya, terlihat sosok Mallfin yang kini berjalan dengan wajah tenangnya. Bahkan wibawanya sudah menguar saat bocah laki-laki itu baru saja mengenyam pendidikan kanak-kanaknya.
"Salim dulu sayang..." Titah Ana. Membuat gadis kecil itu kemudian menyodorkan tangannya mencium semua orang yang ada di sana. Termasuk dengan dua sekretaris yang seketika itu membeku di tempatnya.
Apa ini tidak apa-apa? Apa pekerjaan mereka akan terancam karena membiarkan gadis kecil itu mencium tangan mereka?
Ohhh Maurin. Kau berhasil membuat dua sekretaris itu ketar-ketir kali ini.
"Onty dotell..." Pekik gadis kecil itu saat menyadari jika sosok bergamis itu adalah sosok dokter Stephanie.
"Hai cantik..." Sapa Stephanie menyunggingkan senyumnya.
"Hallo duga tantik, ehehehe..." Timpal Maurin dengan gemasnya.
"Mommy menangis?" Pertanyaan tiba-tiba itu terucap dari mulut si kecil Mallfin. Wajah Ana yang tampak sembab dengan manik mata memerah, hal itu cukup membuat Mallfin mengerti jika sang mommy baru saja meluruhkan tangis.
"T-tidak sayang. Mommy hanya kelilipan." Timpal Ana sembari mengucek matanya. Bahaya jika sampai bocah laki-laki itu tau mengapa dirinya sampai terisak.
"Mommy berbohong." Tuntut Mallfin.
"Iya boy, mommy berbohong. Tadi mommy menangis saat kamu tidak ada disini." Seru Marcus mengompori, membuat Ana seketika itu mendelik.
"Mas..." Peringat Ana sembari melempar tatapan penuh ancaman. Jangan sampai permasalahan ini berbuntut panjang karena sang putra yang tak terima dengan kelakuan Steevy yang kekanak-kanakan.
"Mommy kenapa menangis, daddy?"
"Mas..." Peringat Ana.
"Tunggu sebentar, mommy. Mallfin sedang berbicara dengan daddy." Seru Mallfin menginterupsi, tak ingin orang lain menyela pembicaraannya kali ini.
"Itu boy. Aunty Steevy tadi nakal dan membuat mommy sampai menangis." Seru Marcus sembari menyeringai menatap sang adik yang sudah ketar-ketir.
"Mommy, apakah itu benar?"
"Tidak, sayang." Geleng Ana.
"Mommy?" Tak percaya, bocah laki-laki iyu menuntut kejujuran Ana.
"Mommy hanya terharu karena bertemu lagi dengan dokter Steevy. Bukankah dokter Steevy yang dulu membantu Mallfin sampai bisa sembuh seperti ini? Jadi mommy terharu saat bertemu kembali dengan aunty Steevy."
"Mommy tidak berbohong?"
"Tentu, Sayang." Mencubit pipi chubby itu. Gadis kecil itu sangatlah menggemaskan bahkan dengan bibirnya yang kecil.
"Pokoknya kalau ada yang jahat sama mommy, mommy harus bilang sama Mallfin." Putus Mallfin, tak ingin sampai sang mommy menangis lagi tapi dirinya tidak mengetahuinya.
"Baiklah sayang."
"Ayo, sekarang kita masuk. Apa kalian tidak lelah hanya berdiri di depan pintu seperti ini? Kakiku sudah mulai kesemutan."
"Faktor U ya mam?"
"Iya. Mama kan emang unyu-unyu."
"Umur mam... ."
Membuat mama Elena seketika itu menarik nafas dalam. Putrinya itu memang terkadang ngeselin dan suka jail. Namun kalau sudah memakai jas dokternya, seketika image nya berubah jadi alim. Seperti bukan putrinya lagi.
"Kamu sepertinya minta di hukum ya... Oh iya mama lupa, mama kan belum hukum kamu karena sudah buat mantu mama menangis tadi. Jadi hukuman kali ini jadi jadi double." Seru mama Elena penuh ancaman.
"Mama jangan--"
"Jadi benar mama tadi menangis karena aunty Steevy?" Seru Mallfin tiba-tiba, membuat semua orang seketika itu membeliak.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Othor sedang di tahap buat toko olshop nya trio wek-wek nih. Adakah yang berminat 😂
Nanti kalian wajib borong ya, kalau nggak nanti trio wek wek ngambek ngga mau nongol lagi😂
"Eundak eundak, Ashi eundak ambek ambek kok. Ashi kan anak baik shuka meunabung. Molla shama Mollin duga kan?" Seru Arshi memprofokasi.
"Iya Ashi." Timpal Maura dan Maurin serempak pada sang ketua sekte geng perghibahan.
"Shi, diem dulu. Lagi nyari pelanggan nih." Ancam othor
"Eundak mau. otholl pasha-pasha tingu. Itu eundak baik otholl."
"Iya otholl, nanti otholl dosha beushall." timpal Maurin membenarkan. membuat othor sontak menghela nafas dalam.
Heellah. Punya anak tiga ngga mau di ajak kompromi banget sih😥
Happy reading semua
Saranghaja 💕💕💕