Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Sayang?


°°°~Happy Reading~°°°


"Mommy... ."


Ana sontak mengembangkan senyum saat mendapati sang putri tengah berlarian ke arahnya.


"Mommy datang shini?" Seru Maurin setelah melepaskan rengkuhannya. Bola mata itu tampak berbinar kala mendapati sang mommy benar-benar datang kesini menemuinya.


"Ya, apa putri mommy senang ada di kantor daddy?"


"Ya, mommy. Di luang keullja daddy ada kullalla gemoyi. Lutcu sheukalli myh. Mollin shuka Mollin shuka... ."


"Baiklah. Mommy ikut senang mendengarnya. Kalau daddy--"


"Kamu sudah sampai, Sayang?"


Suara bariton itu berhasil mengambil alih seluruh atensi. Ketiga resepsionis itu seketika membeliak kala mendapati sang CEO berangsur mendekat dengan sosok bocah laki-laki di sisinya.


Ana pun tak kalah terkejut, perempuan itu tampak tertegun akan sapaan hangat sang suami.


Sayang?


Apa ia tak salah dengar?


Apa suaminya itu benar-benar memanggilnya dengan panggilan "Sayang" di depan orang-orang?


"I-iya, mas." Ana mengulurkan tangannya, kemudian mencium tangan sang suami penuh takzim.


Tanpa di duga, laki-laki itupun melayangkan kecupannya di kening Ana, membuat perempuan itu sontak membeliak. Rona merah itu begitu kentara di wajahnya. Malu sudah pasti. Mengapa laki-laki itu tak segan menciumnya di hadapan orang lain.


"Ekhem." Perempuan itu berusaha menormalkan degup jantungnya. "Apa mas sudah menunggu Ana dari tadi? Maaf, Ana tadi sedikit terlambat." Perempuan itu memaksakan senyumannya di tengah degup jantung yang berdebar luar biasa.


"Tidak apa. Lebih baik kita segera ke ruanganku." Merengkuh pinggang itu, membuat Ana mendelik menatap sang suami yang kini melengkungkan senyum ke arahnya.


Ada apa ini. Kenapa suaminya tiba-tiba berlaku seperti ini?


"Fel..." Seru Marcus menginterupsi pada sang asisten yang berdiri tak jauh darinya.


Laki-laki itu mengangguk seolah mengerti kode yang diberikan sang atasan. Ia harus memberi pelajaran yang sangat berharga pada resepsionis yang telah berlaku kurang ajar pada istri sang atasan.


Sesampainya di ruang kerja Marcus, mereka kemudian duduk di atas sofa sembari membongkar makanan yang dibawakan Ana dari rumah. Terlihat begitu menggugah selera, membuat mereka tak sabar untuk segera menyantapnya.


"Ya, nikmati makananmu sayang. Mallfin juga." Lihatlah, Maurin dan Mallfin terlihat jauh berbeda. Mallfin yang tenang dan tak banyak tingkah, berbanding seratus delapan puluh derajat dengan Maurin yang cerewet dan tak bisa diam.


"Tadi Mollin duga mashak-mashak buat daddy, mommy. Mollin mashak-mashak tullull shapi matta. Mamam na Mollin ennak sheukalli kan daddy?"


"Heummm, ya girl. Enak sekali." Timpal Marcus dengan mulut penuh akan makanan. Tak menyangka masakan Ana akan seenak ini. Meski terkesan sederhana, namun ini sungguh sesuai dengan seleranya. Marcus benar-benar menyukainya.


Selesai makan siang. Anak-anak mulai di landa kantuk yang teramat. Ini waktunya mereka tidur siang jadi Ana tak kaget jika mendapati sang putri mulai menguap lebar.


"Mas, anak-anak sudah mulai mengantuk. Ini waktunya mereka tidur siang. Apa Ana bawa anak-anak pulang saja? Takutnya mengganggu mas bekerja disini." Seru Ana mengungkapkan kekhawatirannya.


"Lebih baik istirahat di kamar saja. Kasian mereka kalau harus pulang lebih dulu."


Marcus membawa kedua buah hatinya juga Ana ke dalam ruangan yang biasa ia gunakan untuk beristirahat. Kedua bocah itu berdecak kagum saat pintu mulai terbuka dan menampilkan sebuah kamar rahasia di baliknya.


"Woahhh... Kellen sheukalli daddy. Di tempat keullja daddy ada lumah na, hihihi... Mollin shuka Mollin shuka. Mollin mau shini halli-halli. Mollin mau bantu daddy bekeullja shaja. Mollin kan anak lajin shuka bantu-bantu. Hihihi... ."


"Kalian istirahat dulu disini. Daddy harus melanjutkan pekerjaan daddy."


"Apa tidak apa-apa mas kami disini?"


Maksud Ana, ini adalah tempat kerja sang suami. Bagaimana bisa mereka malah asik-asik tidur disini.


"Tidak apa-apa. Kamar ini biasa aku pakai untuk istirahat. Kamu juga tidur lah. Aku lanjutkan pekerjaanku dulu."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Update lagi nih othor


Udah puas belum nih kalian😭


Jangan-jangan othor suruh update lagiii


Happy reading Semua


Saranghaja 💕💕💕