Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Jangan Ganggu Daddy


°°°~Happy Reading~°°°


Kelopak mata itu mulai mengerjap. Marcus mulai terusik. Apalagi saat merasakan sesuatu yang berat kini terasa menindih tubuhnya. Tepatnya di daerah perut sixpack nya. Benda itu rasanya hilang timbul. Dan tumbukan terakhir membuat Marcus seketika tersadar.


"Daddy daddy, ayo banun. Teupat-teupat... ."


"Ayam udah kokok shana... ."


Senyum terukir di sudut bibirnya, Marcus merasa lucu, apalagi saat mendapati sang putri kini tengah menduduki perutnya dengan pekikan kerasnya. Bergerak-gerak tak tentu arah, hingga menaik-turunkan pantatnya di atas perutnya dengan membabi buta. Pantas saja perutnya terasa sedikit kebas.


"Sayang, jangan ganggu daddy. Bangunkan dengan baik-baik."


Suara itu berasal dari arah dapur. Gadis kecil itu hanya menyengir. "Shallah shendilli daddy shushah banun mommy. Daddy shepeulti kebo, shuka na tidull eundak mau banun-banun. Hihihi... ."


Membuat Marcus seketika itu mendelik. "Apa? Kamu menyamakan daddy dengan hewan gemuk itu, heummm... ."


Tak terima karena di anggap seperti hewan gendut itu, Marcus akhirnya bangkit dari duduknya. Tangan kekarnya kini meraih sang putri yang hendak kabur kemudian merengkuhnya erat.


"Ampun daddy... Mollin gulli gulli. Mollin nullah, ahahaha... ."


Gadis kecil itu menggeliat tak tentu arah, apalagi saat Marcus mulai menggelitiki tubuh mungilnya.


"Nyerah? Tidak mengatai daddy seperti itu lagi?" seru Marcus memastikan.


"Iya iya. Mollin nullah. Eundak lagi-lagi. Daddy munnang. Ahahaha... ."


Laki-laki itu kemudian melepaskan belitan tangannya. Menatap sang putri penuh kepuasan.


"Daddy tullang. Mollin gulli, eundak bisha beullgellak. Daddy beushall, Mollin teulltindas."


Membuat Marcus seketika itu tergelak. "Ahahaha, dari mana kamu mendapatkan kata-kata itu, heummm..." Menyentil hidung kecil sang putri dengan gemas.


"Kata Apin. Kallau ada Bobby babi dullek, Mollin eundak bolleh teulltindas. Kita hallush lawan Bobby babi dullek biall dia kapok tau lassha."


"Benar, girl. Kamu harus bisa melawan dia si babi jelek itu biar dia tidak bisa mengganggumu lagi. Mengerti maksud daddy kan?"


"Yesh daddy. Nanti kallau Bobby babi dullek nakall shama Mollin, nanti Mollin tundang bokong na, tullush Mollin lempall dia ke kolam lumpull biall tau lasha. Hihihi... ."


"Sayang, sudah. Maurin harus mandi."


Ana akhirnya menampakkan diri dengan sepiring lauk di tangannya, kemudian meletakkannya di atas meja dimana mereka akan melakukan ritual sarapan bersama nantinya.


"Mandiin daddy, bolleh?" Gadis kecil itu mengedip-ngedip manja menatap pada Marcus.


Ahhh, rasanya Marcus ingin membawa kabur gadis kecil itu kemudian mengurungnya di kamar. Gadis kecil itu terlalu menggemaskan hingga ia takut akan ada orang lain yang akan mengambilnya.


"Baiklah, ayo kita mandi."


Marcus membawa turut sang putri memasuki kamar mandi di bagian belakang rumah. Kamar mandi sederhana yang biasanya untuk mandi anak-anaknya terlihat sederhana dengan ember juga gayung di bawah kran.


Tak ada apapun disana. Tak ada bathub, shower, wastafel, dan segala hal yang biasanya mendiami kamar mandi miliknya. Semua kemewahan yang ia punya, tak sedikitpun anak-anaknya merasakannya.


"Daddy kok bungong?"


"Ahhh, tidak apa-apa."


"Buka bajumu, Girl."


Gadis kecil itu membuka bajunya sendiri hingga terlihatlah tubuh polos itu. Marcus terkekeh. Badan mungil itu terlihat sangat menggemaskan saat tak memakai apapun. Apalagi dengan perut membuncit itu.


"Kenapa perut kamu buncit hemmm... Apa putri daddy sangat rakus dengan makanan?"


Gadis kecil itu terkikik. "Inni kalluna daddy keumallin bawa mamam banak-banak. Shini isi na mie golleng, ini tummi-tummi, tullush ini udang lashasha."


"Kamu menikmatinya?"


"Yesh daddy. Mamam na ennak sheukalli. Mollin jadi keunang banak-banak, hihihi... ."


"Baiklah, kita harus mandi sekarang atau mommy akan memarahi daddy."


Meski terlihat kaku, Marcus memandikan sang putri dengan telaten. Keduanya sangat menikmati waktu bersama, bermain air dan busa, mereka terlihat sangat menikmati waktu mereka berdua.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading semua


Saranghaja 💕💕💕