
***
Alina telah sampai di tempat penyekapan Freya, disana sudah ada Ben dan para anak buahnya menunggu Alina dan ayahnya, Barata memang memerintahkan Ben untuk datang kesana menemani Alina, lalu setelah itu baru pergi ke kantor.
Mereka memasuki ruangan itu, Alina bisa melihat jika tempatnya sangat tidak layak, lalu ia melihat Freya dalam kondisi yang memprihatinkan, disana juga ada ibunya Freya.
Saat melihat kondisi Freya, Alina akhirnya tahu seberapa mengerikannya Barata itu, lagi Alina disadarkan jika Barata sungguh tidak akan memberikan ampun dan akan membalas bahkan ribuan kali lipat terhadap musuhnya.
Alina syok, dia sangat terkejut dan tubuhnya bergetar hebat, tubuh Freya sudah lebam-lebam, rambutnya acak acakan dan dia terlihat lemah sekali.
Menyadari adanya orang memasuki ruangan itu, freya mengangkat wajahnya, matanya terbelalak melihat jika ada Alina dan ayahnya di situ, dia kemudian menangis dan meminta tolong.
“Alina, lihatlah aku, aku di siksa, tolong lepaskan aku, aku bersalah,”
“Ayah, aku minta maaf, aku salah, aku bersalah, tolong aku,” Freya menangis dengan lemah lalu meminta tolong.
Hati Alina sebenanrnya bergetar, walau begitu dia sudah menganggap freya sebagai adiknya sendiri, tetapi mau bagaimana lagi, Freya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal, hanya karena kebencian tak berdasar hidupnya hampir berakhir di tangan orang yang ia cintai.
“Bersalah? Freya! Apakah kau sadar apa yang kau katakan itu? bersalah katamu? Kau menjebak aku, menyiksa batinku, selama ini kau bahkan tidak pernah menganggap aku sebagai saudaramu, kau menusuk aku dari belakang, selama ini yang kau lihat hanyalah kebencian, lalu lihatlah hasilnya, kau hancur dengan sendirinya! Dan lihatlah aku, aku baik baik saja, aku berbahagia bersama lelaki yang kau peralat untuk menyiksaku!”
“Ayah tidak tahu, kenapa dia bersikeras ingin melepaskanmu, karena aku belum memberitahunya bagaimana perlakuan mu,”
“Alina, apa maksudmu?” Arkana semakin bingung, tadinya dia memang ingin menghukum Freya atas kesalahannya yang memalsukan kematiannya demi menghindari pernikahan dengan Barata, karena demikianlah informasi yang diberikan oleh Soya, pelayan Chaterine.
Arkana tahunya kesalahan freya hanyalah jika Freya mengorbankan kakanya agar menggantikannya menjadi pengantin Barata karena tahu betapa kasar dan brutalnya Barata.
“Ayah, aku akan menceritakan semuanya ….”
Alina menangis menceritakan semuanya dihadapan ayahnya, menceritakan bagaimana sebenarnya Freya menjebak Barata dan juga dirinya, Freya tahu kelemahan Barata, jadi freya memanfaatkan perasaan Barata untuk balik membenci Alina dan akhirnya bersikap kasar saat lalu.
Tubuh Arkana bergetar hebat, dia tidak menyangka, jika masalahnya sudah sejauh dan separah ini, dia tidak akan pernah tahu jika Freya ternyata sudah berubah menjadi orang yang sangat licik.
“Berhenti Alina! Cukup! Aku bilang cukup! Jangan menceritakannya lagi!”
“Aku dijebak, aku dijebak ibunya Barata, aku ditawarkan meninggalkan Barata, saat itu aku tidak mau, tetapi ibunya mengatur skenario yang membuatku semakin dendam padamu dan ayah, ibu kandungku mengalami kecelakaan dan ayahlah yang dijadikan sebagai kambing hitam,”
“Saat itu mataku gelap akan kebencian, ini semua salah ibunya Barata,”
“Lepaskan lah aku Alina, bukankah aku adikmu? Ayo kita balas dendam pada ibunya Barata, kita pasti bisa, kita ….”
Sungguh Freya seperti orang yang gila, yang sudah kehilangan akal sehatnya, bahkan disaat seperti ini yang ia pikirkan hanyalah balas dendam.
“Menjijikan!”
“Adik? Kau masih menganggap dirimu sebagai bagian dari keluargaku? Apakah kau tidak malu? dengar ya Freya, aku kesini bukan untuk mengasihanimu, suamiku sudah memperingatkan aku betapa kejamnya dunia ini, apakah kau kira aku akan terperdaya oleh tipu muslihatmu lagi?”
“Kau mungkin suatu saat nanti akan menghancurkan aku lagi, aku sudah belajar dari kesalahan, dendam ku padamu, kebencian ku yang mengutuk mu, aku akan lepaskan disini, aku tidak mau menjadi sama denganmu!”
“Dan ingat, kedatanganku kesini hanyalah karena aku ingin tangan suamiku bersih dari orang kotor sepertimu! Bermimpilah selamanya dengan dendam mu itu, dan terimalah hukumanmu!”
Alina sudah mengeraskan hatinya, sedikitpun ia tidak gentar, tidak takut dan tidak mau tergerak lagi.
Mata Freya terbelalak, tubuhnya bergetar hebat, nafasnya menjadi berat.
“Sejak kapan si lacur ini berubah? Apa yang sudah terjadi, harusnya dia menjadi lemah dan naif saja! Jika begini bagaimana aku akan bisa menghancurkan dia dan ibunya Barata! Sial! sial! sial!” Freya menggeram dalam hatinya, dia menggigit giginya dan sudah tidak tahan lagi ingin melampiaskan kemarahannya.