Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Semua sudah terencana sedari awal


***


Semakin hari Barata bersama Alina, semakin yakin Barata jika dia sangat nyaman dan menginginkan Alina lebih dari siapapun, sentuhan dan rasa manis dari bibirnya saja sudah membuat Barata lupa diri dan sangat menikmati.


Bahkan kebersamaan singkat antara dirinya dan Freya tidak membuat dirinya seperti ini.


Setelah bersama Alina, Barata kembali sadar jika alasannya bisa menerima Freya adalah karena sikapnya mirip sekali dengan Alina.


***


Barata memberikan ci*man yang menekan dan memburu, nafas mereka semakin berat dan panas, AC ruangan sudah tidak bisa lagi mendinginkan rasa panas dari tubuh mereka.


Berbeda dari perasaan besar Barata yang menginginkan Alina, Alina sendiri merasa dia telah masuk kedalam jurang tanpa batas, semakin ia terlena dan lupa diri karena sentuhan lelaki ini maka semakin dia susah lepas dan melarikan diri.


Ci*man itu semakin panas dan memburu, tangan Barata sudah bermain di sana sini, dia merasakan getaran tubuh Alina, dia pastinya sadar jika Alina tidak mampu menolaknya.


Barata melepaskan ci*man nya sebentar, dia melihat wajah merah Alina, dia mengusapnya dengan kedua tangannya.


"Apa yang harus aku lakukan agar kau menjadi milikku seutuhnya?" suara pelan dan berat, mata yang dalam dan penuh harap. Barata berbicara dengan sangat lembut.


Barata yakin, karena kehilangan kendali dan atas campur tangan keluarga utamanya, hati Alina telah membeku untuk nya, Alina tidak tahu jika yang menyiksa Alina secara fisik bukan Barata tetapi pelayan yang di suruh oleh ibu Barata.


"Tidak akan bisa lagi, tidak ada yang harus kau lakukan," balas Alina masih mengeraskan hatinya, dia memalingkan wajahnya.


Melihat penolakan memang akan selalu membuat Barata kehilangan akal dan menjadi sangat marah, "Jika tidak ada jalan, maka akan aku paksa ada jalan, aku Barata bisa melakukan apa yang aku mau, semuanya bisa ku lakukan!" bisik Barata langsung menggendong Alina, sembari menci*m nya sembari berjalan ke ruangan yang ada kasurnya.


Di ruangan pribadi Barata memang ada ruangan khusus yang ada kasur dan perlengkapan seperti di apartemen mewah, digunakan jika Barata tidak ingin pulang jika memiliki terlalu banyak pekerjaan.


Karena marah, kecewa, semua perasaan nya berkumpul dan membuat Barata sudah tidak bisa menahan diri lagi.


Dia membaringkan Alina diatas kasur, melucuti pakaiannya satu persatu, dia memandangi tubuh istrinya itu terlebih dahulu, lalu berakhir ke wajah Alina yang di palingkan ke berlawanan arah darinya.


"Apakah kau sangat tidak ingin tidur dengan ku? apakah kau sebegitu benci padaku sampai kau tidak mau melihat wajahku?" bisik Barata mengusap lembut rambut Alina yang diam membisu.


Barata tidak sadar, jika Alina sedang membenci dirinya sendiri, dia merasa jika dia sangat tidak berpendirian, dia lemah karena rasa suka yang sudah ada sejak dulu, dia bahkan tidak bisa menolak Barata yang menyakitinya saat lalu.


Walau sudah berbicara dengan lembut pun, Alina tetap diam, dia tidak mau berbicara, "Karena kau diam, berarti kau mau, kau hanya milikku seorang, jangan berpikir untuk pergi saat aku sudah menggenggam mu di tangan ku," bisik Barata mulai melakukan adegan panas yang sudah ia tahan beberapa hari ini.


***


Disaat yang sama di tempat Lucas,


Dia akhirnya mengetahui informasi yang sangat penting dari pemuda yang ditinggalkan oleh Barata kepadanya.


Dengan berbagai metode, dia menggali informasi dari lelaki itu, tentu saja termasuk metode kekerasan dan yang lainnya.


"Sialan si Barata! dari awal dia ternyata memanfaatkan aku untuk mendapatkan informasi dari pemuda ini! tapi dengan informasi ini aku bisa membebaskan Alina!" ketus Lucas dengan muka masamnya.


Barata memang adalah seseorang yang pintar dan kritis bisa merencanakan sesuatu tanpa mengatakan kepada rekan yang ingin ia ajak bekerja sama.


Seperti hal nya Lucas, Barata sengaja membiarkan Lucas membawa Alina agar Lucas pergi ke luar negeri setelah mendapat informasi jika ada pria yang memiliki ponsel Freya di London saat lalu.


Barata yakin jika dia membicarakan mengenai rencananya pasti akan gagal karena mata-mata dari keluarganya sangat hebat.


Dia sengaja melonggarkan keamanan agar Lucas bisa membawa Alina, jadi mata-mata keluarga nya dan musuh nya, akan terkecoh dan sulit untuk menggagalkan rencana ini.


Dan saat Lucas membawa Alina ke luar negeri maka pemuda yang sudah di tangkap oleh Barata akan dibawa ke lokasi Lucas dan interogasi akan sangat aman dan tanpa gangguan suruhan musuh dan keluarga Barata.


Sedari awal Barata sudah tahu ada jawaban penting yang dipunyai pria yang memiliki ponsel Freya itu, jadi Barata tidak ingin saksi satu-satunya hilang.


Barata sudah terbiasa hidup hanya percaya pada diri sendiri, karena itulah rencana seperti ini sangat mudah untuk ia lakukan.


Seperti menyebar jala dalam air, hanya menunggu ikan dapat tanpa melakukan pekerjaan sia-sia.


***


Jangan lupa ya di like dan komen, kenapa aku jarang kasih crazy up karena up dua aja like nga ga merata 😭


Kalo crazy up pasti ga di like juga kan, hehe jadi dua aja dulu yaa.


Btw yang baca novel ini sudah lebih dari 33rb orang per hari, seneng banget. Makasih ya semuanya, lope you