Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Apakah kau puas?


***


Berita heboh itu sudah menjadi buah bibir dimana-mana, nama Eden Lewis seolah menjadi nama idola yang sangat bersahaja dan selalu mau menolong yang kesulitan, bahkan berita mengabarkan bagaimana Eden begitu sedih setelah mengetahui kakak laki-lakinya yaitu Yacob Lewis telah stroke karena kebanyakan bekerja.


Chaterine yang menonton berita itu segera mematikan televisi, dia kemudian melihat kearah suaminya yang sedang terbaring tidak bisa melakukan apapun.


Baru inilah pertama kalinya setelah bertahun tahun Chaterine mau bertemu dengan suaminya, sebesar apapun kesalahan suaminya dan sebsar apapun ego dari Chaterine sepertinya dia tidak akan lupa jika dia juga adalah istrinya Yacob Lewis.


“Lihatkan? Dia menusukmu dari belakang, sekarang sudah tidak ada jalan untuk mengembalikan semuanya, dia sudah mendapatkan citra yang ia mau, mereka tidak tahu jika kau stroke karena racun yang ia berikan kepadamu, saat kau makan oleh-oleh darinya, dia pasti memasukkan racun didalam itu,”


“Apakah kau senang? Setelah kau lebih percaya adikmu dibandingkan aku? Kau menelentarkan putramu sendiri dan membuat putramu celaka! Lihatlah hasilnya,” dengan kemarahan dan dendam yang membara, Chaterine gemetaran mengatakan ucapannya itu.


Dia sangat marah namun semuanya sudah menjadi bubur, keinginannya untuk menjadikan Barata sebagai penyelamat mereka dari monster itu telah sirna, Barata pasti sudah tidak peduli dengan keluarganya setelah istrinya meninggalkannya.


Yacob Lewis, yang selama ini berpendirian kuat dan tidak mau mengalah itu hanya bisa menggertakkan giginya, dia tidak bisa lagi melakukan apapun, semuanya sudah terlambat dan menjadi bubur.


Saat itu, Chaterine juga menceritakan sesuatu yang membuat Yacob sampai meneteskan air matanya, kejadian mengenai putra pertama mereka, dan bagaimana selama ini Chaterine menahan kemarahannya dengan sangat dalam, menderita sendirian, saat itulah Yacob sadar seberapa salah perbuatannya, dia jadi bisa berkaca bagaimana keras kepalanya ia dan selalu membela adiknya itu. Tetapi kembali lagi semuanya sudah berubah menjadi bubur.


***


Pagi itu, Barata sedang melihat foto-foto dimana Alina terlihat sedang membaca buku, di hadapannya ada Lucas, tangannya bergetar melihat hal itu dan hatinya terluka, salah satu dari mereka tidak ada yang melayangkan perceraian tetapi mereka sudah berpisah.


Dan Barata yang merasa tidak pantas memiliki Alina hanya bisa melihatnya dari kejauhan dan hanya bisa melindungi dirinya dari jauh.


Biasanya jika seperti ini Barata akan lari kesana dan menarik Alina, tetapi sekarang dia mulai belajar mengendalikan emosinya, dia menekan emosinya, dia tidak ingin menyakiti Alina lagi, mungkin sedalam itulah perasaannya kepada Alina, sampai di titik Barata akan bahagia jika Alina bahagia walau tidak akan bersama dengan dirinya.


“Tok … Tok … Tok!”


Suara ketukan pintu membuyarkan Barata, pak Roy sedang mengetuk pintu.


“Tuan, ada Nyonya Chaterine datang ingin berbicara,”


Seru Pak Roy pada Barata yang sedang duduk itu.


***


Jangan lupa berikan komentar membangun nya ya, jika kalian punya saran atau misalnya ada salah ketik di komen saja, pasti aku baca kok, btw makasih ya sudah setia membaca karya ku yang tidak seberapa ini. terharu diriku