
***
Setelah semuanya pergi meninggalkan ruangan makan sesuai dengan perintah Barata, sunyi kembali menghampiri mereka, Alina masih kebingungan dengan sikap aneh Barata.
Suara alat makan yang beradu, kebingungan Alina barusan telah dihilangkan oleh nafsu makannya yang besar akibat makanan yang ia makan begitu enak, sudah lama dia tidak menikmati makan seperti ini, rasanya bahagia itu sangat sederhana baginya, hanya dengan makanan seperti ini bisa membuatnya senang.
“Aku akan menyuruh Ben membeli banyak baju untukmu, jangan menggunakan bajuku lagi dan berkeliaran secara sembarangan,” sembari mengusap pinggiran mulut menggunakan sapu tangan Barata berbicara pada Alina.
“Tidak usah membeli aku apapun, aku bisa membelinya sendiri, Aku tahu kau jijik padaku, kau tidak suka dan bahkan sangat membenciku, bahkan kau tidak suka melihat aku mengenakan baju mu, hanya saja ijinkan aku pulang ke rumah sebentar,” Alina menghentikan makannya yang barusan sedang lahap- lahapnya.
Dia akan menggunakan kesempatan ini, disaat Barata sedikit melembek dia akan pulang dan mengambil semua hal yang penting untuknya, dia juga memiliki tabungan sendiri, dia bisa hidup mandiri tanpa dibantu oleh Barata.
Setelah Alina tamat kuliah, dia bekerja di perusahaan ayahnya, dan gajinya selalu ia tabung, jadi semua uangnya pasti cukup untuk membiayai hidupnya, kebetulan dompet, ponsel dan semua atm nya hilang saat Alina hendak melarikan diri dari mansion Barata, jadi dia harus mengambil buku tabungannya dan dokumen penting lainnya.
“Pfft!” Barata terkekeh remeh saat mendengar hal itu.
Sembari mengambilkan dasi yang belum terpasang, dia berjalan kearah Alina.
“Alina, Alina, apakah kau tidak tahu berapa banyak uang yang aku berikan pada ayahmu untuk perusahaannya yang hampir bangkrut? Kau masih berharap pulang disaat ayahmu menjual mu untukku?”
“Sayang, tenang saja kau tidak hidup secara gratis disini, kau harus membayarnya, uang yang aku berikan, sakit hati yang kau timbulkan setelah kejadian Freya, kau harus menjadi pengganti Freya, melayaniku sampai aku puas dan bosan, tenang saja saat aku menidurimu aku akan membayarmu dengan menghitung lunas hutang ayahmu, sekali aku tiduri kau akan mendapatkan uang senilai 100 jt, jika dihitung maka kau harus melayaniku sekitar seribu kali,”
“Tapi mungkin tidak akan sampai seribu kali aku juga akan bosan, jadi ….”
Barata sudah tepat berdiri dihadapan Alina yang mengepal tangannya karena emosinya yang meledak-ledak.
*Barata menyodorkan dasi yang sedang ia pegang*
“Apakah kau bahagia?” balas Alina dengan suaranya yang pelan namun bergetar, dia mengambil dasi yang disodorkan oleh Barata, “Kau ingin mengisi kekosongon di hatimu dengan menjadikanku bonekamu, dan kau tertawa diatas penderitaanku,” Alina tetap berbicara dengan pelan, saat memegang dasi Barata terlihat sekali jika tangannya bergetar hebat.
Alina memasangkan dasi suaminya, dengan tangannya yang hangat dan mungil, matanya yang kosong tetapi tanpa air mata sedikitpun, “Ada saat dimana aku berpikir mungkin kita tidak seharusnya bertemu, seandainya aku diberikan pilihan ….” Alina hampir selesai memasang dasi Barata.
Wajah mereka dekat sekali, Barata harus menunduk karena sekarang Alina posisinya memang sedang duduk.
“Aku tidak ingin mengenalmu dalam hidupku, jika aku diberikan pilihan aku tidak ingin bertemu denganmu,” Alina tetap melanjutkan ucapannya.
Curahan hati seorang gadis lugu yang telah tersakiti, suaranya yang lembut tetapi bagaikan pedang bagi hati Barata.
“Srek!”
Barata menahan tangan Alina yang hendak melepaskannya setelah memasang dasi.
Dia menggenggam tangan Alina dengan kuat dan wajahnya yang penuh amarah sampai bergetar.
“Kenapa kau memilih seperti itu? karena kau tahu kau disukai oleh banyak lelaki? Karena kau tahu Lucas menyukaimu?” bisik Barata pada istrinya yang sedang menatapnya dengan pandangan kosong.
“Jangan mimpi Alina! Kau sudah menjadi milikku dan sampai kau menjadi debu pun akan tetap menjadi milikku! Paham!” bisiknya lagi mengusap wajah Alina, tidak kasar dan menekan tetapi seolah memberikan simbol jika cengkeraman Barata tidak akan pernah lepas lagi dari Alina.
***
Maafkan atas kekurangan novel ini yaa, aku tau kok ga sebagus yang lain tapi semoga kalian bisa terhibur saat membaca karya ku. Terimakasih ya semuanya.
Stay safe and healthy 🥰