
***
Disisi lain, di perusahaan Barata,
“Tuan Alan Henskin, saya merasa sangat kecewa saat utusan yang anda kirimkan adalah putri anda sendiri, saya merasa anda tidak prifesional dengan mencanpurkan urusan pribadi dengan perusahaan,” saat ini Alan Henskin ayah dari tasya henskin sedang melakukan pertemuan besar dengan Barata Lewis.
Alan henskin yang berperawakan sudah cukup tua, berwajah tegas namun lembut tersenyum,
“Maafkan saya Tuan Barata, dengan kerendahan hati saya saya memohon agar anda jangan ambil ke hati, putri saya sangat kekanakan, mungkin ini adalah masalah internal saya, tetapi saya tidak mengutus putri saya kesini melainkan salah satu direktur bagian perencanaan dan bisnis, tetapi sepertinya ada yang bermain di prosedur tersebut, mungkin Tuan bisa tanyakan kepada ibu anda,”
Ya, Alan Henskin tidak pernah menyuruh putrinya menjadi utusan perusahaan, tetapi karyawannya yang menjabat sebagai direktur perencanaan dan pemasaran lah yang ia terjunkan.
Tetapi setelah melihat proyek skala besar antara kedua perusahaan itu belum menemukan titik terang, akhirnya Alan tahu ada yang tidak beres dan segera mencari tahu.
Setelah mengetahui semua yang sebenarnya terjadi, Alan langsung menghukum dan mengurung putri nya yang masih belum bisa berpikiran dewasa, dan dengan rendah hati meminta kepada Barata agar dapat bertemu dan melanjutkan bisnis mereka.
Mengetahui jika lagi-lagi ibunya bersangkutan dengan semuanya ini membuat Barata mencengkeram tangannya dan semakin marah pada ibunya itu.
Akhirnya setelah pembicaraan yang panjang dan meninjau ulang perencanaan proyek baru, kerja sama antara kedua perusahaan kembali di langsungkan, tetapi dengan syarat agar kerugian yang mencakup lalainya waktu saat tasya yang menjalankan kerja sama itu semuanya di tanggung oleh perusahaan henskin.
***
Pertemuan panjang dan lama antara peninjauan dan riview ulang proyek besarnya dengan perusahaan Henskin menghabikan waktu nya seharian, Barata kembali ke ruangan pribadinya dimana para suruhannya sudah disana termasuk Ben guna untuk memberikan laporan.
Anggotanya segera melaporkan jika perusahaan Lewis sekarang sedang menyuntikkan dana besar besaran untuk kampanye Eden Lewis, pamannya, dan semenjak Falcon menjadi pewaris sah dari perusahaan itu nampaknya Eden lebih bisa mengendalikan perusahaan dibandingkan saat ayahnya yang memegang.
Setelah laporan itu selesai, ben juga segera melapor mengenai Alina yang tadi telah tegas kepada Freya, Barata langsung senyam senyum bangga saat mendengar hal itu.
“Istriku memang sangat hebat, seperti yang dia inginkan, serahkan si freya ke kepolisan tetap tentu saja hukumannya harus khusus, harus tetap menderita!”
“Siap Tuan,” seru Ben menyanggupi perintah tuan nya ini.
“Mungkin beberapa minggu lagi aku akan pulang ke rumah keluargaku, sebelum itu, cari tahu semua yang berhubungan dengan Eden Lewis, berikan laporannya padaku segera, aku harus tahu sebenarnya konflik apa yang sedang terjadi, sampai ibuku dan falcon bersikeras agar aku segera pulang,” perintah Barata lagi pada assitennya ini, yang juga segera ia sanggupi.
Barata akhirnya pulang, dia lelah sekali, dia ingin segera berjumpa dengan istri tersayangnya.
“Apakah si tua itu masih di tempatku? Ah, membayangkan ada dia yang mengganggu saja sudah membuatku kesal!” ketus Barata tidak ingin membayangkan kemesraannya akan diganggu oleh Ayah Alina lagi.
***
Waktu akhirnya berlalu, semuanya nampak lancar, hubungan bisnis antara Henskin dan perusahaan Barata terbilang maju dengan signifikan, Arkana juga sudah pulang dari kediaman Barata, membuat Barata leluasa bermesraan dengan istrinya.
Disisi lain,
"Pastikan Barata tidak akan pernah pulang, dia akan menjadi penghalang yang menyebalkan jika dia pulang dalam waktu dekat! aku dengar dia sudah menikah dan istrinya lumayan cantik, kau tahu kan apa yang harus kau lakukan,"
seseorang sedang memerintahkan suruhan kepercayaan nya.
Untuk memastikan jika Barata tidak akan pernah kembali ke keluarga Lewis, dia tidak ingin semua rencana dan apa yang sudah ia bangun akan hancur begitu saja.