
***
Aku selalu merasa ada yang aneh dari perubahan mendadak Barata, dia tiba-tiba menjadi sangat baik membuat aku goyah, dia tiba-tiba menjadikan aku prioritas utamanya dan mengatakan hal-hal yang tidak aku mengerti.
Aku tidak rela, matanya saat ia mengambil kesucian ku masih kuingat dengan jelas, matanya yang dalam dan mengerikan, aku tidak rela dia melupakan beberapa hari kelam yang membuat ku tidak bisa lupa.
Dia bersikap seperti aku adalah wanita gampangan yang bisa ia rayu dan buang jika bosan.
Dia mengatakan aku adalah wanita pengganti lalu mengatakan aku tidak boleh pergi, sebenarnya apa aku ini?
Aku juga sudah tidak peduli, dia pasti bersikap baik dan hangat seolah melindungi aku karena dia merasa bersalah.
Aku yakin tanpa bukti juga dia sudah sadar jika bukan akulah yang membunuh Freya. Dengan begini, bukankah artinya aku sudah boleh pergi?
Semua ungkapan itu memenuhi kepala Alina sampai ia sadar dia telah membangkitkan kemarahan lelaki yang tidak seharusnya ia ganggu.
"Apa alasan kuatmu selalu ingin pergi dan cerai? tadi pagi bukankah aku sudah memperingati mu?" Barata dengan sikap dingin dan nada bicaranya yang menekan membuat Alina ketakutan lagi.
"Coba katakan padaku, alasanmu menikahi aku karena kau ingin membuat aku menderita karena telah membunuh Freya kan?"
Alina melangkah mundur, tubuhnya yang bergetar seolah berteriak untuk melarikan diri, dia bisa lihat jika kemarahan di mata Barata kali ini sama seperti kali pertama dia di nikahi paksa olehnya.
"Untuk alasan itu kau tidak salah, tapi aku sudah bilang padamu untuk melupakan nya, aku juga sudah tidak menekan mu, bahkan tidak mempermasalahkan kau kabur bersama lelaki lain saat lalu, bukankah seharusnya kita sudah impas?" Barata kembali bertanya, dia berdiri lalu melangkah mendekat kearah Alina.
"Tidak! awal dari pernikahan sudah salah, aku tahu kau pasti sudah sadar jika aku tidak melakukan kejahatan apapun, jadi perkataan ku benar, saat kau sudah tahu aku bukanlah pembunuh Freya, seharusnya hubungan diantara kita sudah harus berakhir, seharusnya aku sudah bisa pergi dan bebas kan?"
"Aku tidak butuh rasa kasihan dan rasa bersalah mu karena telah menyakiti aku, aku tahu kau bersikap seperti ini karena kasihan, aku hanya butuh kau lepaskan aku saja, kita akhiri dan lupakan semuanya, itu adalah cara terbaik untuk kita bisa saling memaafkan!"
Rasa sakit yang ia rasakan walau hanya beberapa hari telah menyadarkan Alina betapa pentingnya kita untuk membela diri kita saat kita di fitnah dan dijebak.
Tanpa sadar Alina sudah mentok di dinding ruangan, dia sudah tidak bisa melangkah mundur lagi, sekilas ia melihat pintu dan ingin melarikan diri tetapi Barata sudah terlebih dahulu menghentikan pergerakan nya.
"Aku rasa kau tidak akan mengerti jika dijelaskan melalui kata-kata, tadi pagi aku sudah berikan jawabanku, apa yang aku yakini benar maka itu akan selalu benar, aku yakin kau akan menjadi milikku selamanya, dan itu lah yang akan terjadi,"
"Tidak boleh ada kata berpisah dan kata pergi apalagi ucapan yang keluar dari mulut mu, aku sudah memperingati mu,"
"Sayang, kau juga sudah sadar kan? tubuhmu hanya bereaksi saat aku menyentuhmu, karena itulah kau takut dan marah," bisik Barata menarik tangan Alina menempel di dinding, dia mengecup Alina kuat sekali sampai Alina sedikit susah bernafas.
Perkataan Barata memang benar, walau Alina menolak tetapi tubuhnya tidak, itulah yang membuat nya marah, sentuhan Barata membuat nya lupa diri.
"Seharusnya tidak seperti ini, seharusnya tubuhku harus menolak, kenapa aku sangat murahan, bisa dengan mudah kau permainkan? aku benci diriku!" Alina menangis, dia tidak suka dengan dirinya sendiri.
***
Halo,
Semua masalah dan konflik akan teruraikan semua, judul novel ini awalnya bukan pengantin tuan arogan tetapi 30 days bride, yang artinya 30 hari menjadi pengantin, makanya alurnya tidak di skip, 30 hari itu harusnya menceritakan hari demi hari kehidupan Alina jadi pengantin, makanya tidak di skip langsung satu minggu atau satu bulan.
Karena itu alurnya memang tidak terburu-buru dan padat kayak novel aku sebelumnya, karena ada beberapa adegan yg aku tambahkan dan kurangi untuk menyesuaikan isi dengan judul.
Sabar ya semuanya, maafkan juga jika memang tidak sesuai dengan yang kalian mau atau kurang bagus. namanya aku juga masih belajar hehe, tapi tetap kasih saran ya, biar aku makin bagus buat novelnya.
Maaciw, maaf banyak banget pesannya.