
***
Ketamakan dan rasa benci yang sangat dalam tidak akan pernah lebih besar dari dunia ini, kau akan tetap kalah dan dilahap, untuk apa mendendam jika pada akhirnya kau akan hilang? Rasa dendam pada akhirnya tidak akan membuatmu puas tetapi menghancurkan mu secara perlahan dari dalam dirimu.
Saat pertama kali Freya tahu jika dia adalah anak dari istri kedua ayahnya, Freya merasa tidak ada masalah dari itu, dia disayang ayah dan kakak nya, saat ia kecil dia belum tahu apapun dan masih menganggap jika dirinya memang spesial di dalam keluarganya.
Semuanya tampak biasa saja saat ia kecil, bermain dan melakukan hal menyenangkan dengan ayahnya, dia sangat suka pada kakaknya, namanya Alina, kebaikan dan ketulusan hatinya, saat dewasa nanti dia ingin mengikuti kakaknya, menjadi gadis baik dan cantik.
Waktu terus berlalu, tumbuh bersama, bertengkar dan berbaikan, sama seperti kakak beradik seperti biasanya, tentu mereka merasakan hal itu.
Ada satu ketika, Freya merasa dia berbeda dari Alina, ayahnya yang selalu termenung dan murung, selalu saja menjadi ceria dan hangat ketika melihat Alina, kasih sayang yang ia kira sama nyatanya berbeda jauh.
Setiap kali salah satu diantara mereka sakit atau terluka, maka perbedaan itu akan semakin terlihat jelas, awalnya Freya tidak terlalu memikirkan hal itu.
Dia juga menemukan beberapa perbedaan dengan kakaknya, dia harus berusaha sangat keras agar bisa dianggap dan diakui, baik itu didalam pertemanan atau sekolah atau di lingkungan bersosialisasi, sedangkan Alina, Alina tidak melakukan apapun, bahkan Alina terlihat terlalu cuek dan pendiam, tidak memperdulikan perhatian yang selama ini dikejar oleh Freya.
Walau begitu, Alina selalu mendapatkan perhatian yang berlebihan, hanya karena dia sangat cantik dan lembut, rasa iri dan ketidak adilan mulai dirasakan, tetapi tidak apa, bagi Freya dia bisa melakukan hal yang sama, dia pasti bisa mendapatkan perhatian dan pengakuan seperti yang dirasakan oleh Alina dengan berusaha dengan keras.
Saat Freya masih SMP, seperti biasa sepulang sekolah dia akan bermain-main dengan teman-temannya, ayahnya tidak terlalu mengekang kedua putrinya, karena itulah Freya bisa melakukan apapun yang dia inginkan.
Namun, ada kejadian yang tidak terduga, hal itu membuat Freya pulang lebih awal, saat itu Freya masih ingat, hujan turun dengan derasnya, di pekarangan rumah ada mobil yang terparkir, mobil yang belum pernah dilihat oleh Freya.
Dia segera berlari untuk masuk rumah, namun ruangan kaca yang merupakan ruangan favorit mendiang ibu nya terlihat terang, ia penasaran, mengapa di hujan lebat seperti ini ada orang di ruangan itu.
Rasa penasaran membawa Freya mendekat dan tanpa sengaja mendengar pertengkaran hebat antara ayahnya dan seorang wanita.
Freya sudah tidak terlalu mengingat dengan jelas, tetapi pertengkaran itu sama hebatnya dengan petir yang menyambar, bukan suara atu kekuatannya melainkan isi pertengkaran itu membuat Freya terlalu syok dan tidak mau percaya.
Freya tidak ingat kata perkata tetapi Freya ingat betul jika wanita itu ternyata adalah ibu kandung Freya, saat itu ibu kandungnya bertengkar hebat dengan ayahnya karena saat itu ibunya ingin menjemput Freya dan membawanya pergi, dari pengakuan ibunya, Freya bukanlah anak kandung dari ayahnya, Freya adalah anak yang digunakan ibunya untuk menikahi ayahnya saat lalu.
Hal itu membuat ayah Alina sangat murka, belum pernah Freya mendengar ayahnya semarah itu, tetapi ibu kandungnya itu menekankan jika dia mengatakan kebenaran, dia ingin putrinya kembali karena dia berhak atas Freya.
Pertengakaran itu berakhir dengan sangat intens dan tidak baik, ayah Alina tetap mempertahankan Freya walau tahu jika Freya bukan anak kandungnya, tetapi dia ingin freya menjadi teman putrinya, Alina, ayahnya sadar jika dia tidak memiliki waktu banyak untuk bersama Alina dan menghiburnya, jadi keberadaan Freya sangat menguntungkan, bisa menjadi teman dan saudari untuk Alina.
***
Perhatian dan kasih sayang yang diterima oleh Alina yang tidak melakukan apapun seakan memantik kemarahan terpendam dalam dirinya, apalagi ditambah ibu kandungnya masih tetap berusaha membawa Freya pergi.
Ibunya akan menjumpai Freya setiap hari sepulang sekolah, awalnya Freya menolak tetapi akhirnya dia luluh juga, seperti ibu pada umumnya, Freya merasa aman dan semakin dekat dengan ibunya, Freya menerima kasih sayang yang selalu ia minta dari ibunya.
Semuanya masih biasa saja, kebencian dan dendam yang terpupuk masih bisa ditangani oleh Freya karena sekarang dia memiliki ibu, walau tanpa sepengatuhan ayahnya, tetapi itu tidak penting yang penting Freya merasa diterima dan tidak merasa kosong.
Ibu kandung freya yang memang memiliki sisi negatif, yang memiliki sikap yang membawa pengaruh buruk pada anaknya mengubah Freya secara perlahan.
Ayah Alina tahu kepribadian ibu kandung Freya, karena itulah Freya dipertahankan agar Freya tidak berubah menjadi monster seperti ibunya itu.
Freya semakin menunjukkan sikap buruk secara perlahan saat ia mulai tumbuh dewasa, ibu kandungnya yang memberikan sumber kasih sayang terbesar dalam hidupnya menjadi orang paling ia percayai, ibunya selalu mengajari Freya untuk tidak boleh kalah bahkan dari Alina sekalipun.
Apapun milik Alina harus direbut agar Freya tidak merasa kalah, hal itu tidak apa untuk dilakukan karena dunia ini adalah sebuah kompetisi, dan Freya hanya sedang berlomba menjadi pemenang.
Begitulah ibunya mengajari Freya dalam pertumbuhannya.
Dari saat itu, Freya mulai merebut apapun yang disukai oleh Alina, baik itu barang, baju, bahkan lelaki yang disuka, Freya merebut segalanya tanpa sepengetahuan Alina, dengan menempelkan foto dan draft keinginan di dindingnya, Freya selalu menargetkan apapun yang disuka oleh Alina, apapun.
Karena merasa bangga dan puas bisa merebut dan menipu Alina, Freya merasakan ada kebahagiaan yang aneh dalam dirinya, dia menjadi terobsesi untuk menjadikan kakaknya yang memang sayang pada Freya menjadi mainannya.
Dia setuju dengan ibunya, jika hidup merupakan kompetisi, jika Alina hanya diam dan tidak melalukan apapun, tidak salah bagi Freya merebut apapun itu.
Sampai suatu ketika, saat freya sudah menggeluti dunia modeling, Freya menemukan target yang sangat berat yaitu Barata Lewis.
***
Jangan lupa di like yaa hehe