
***
Melihat penderitaan ibunya ini membuat Barata sakit hati, ternyata selama ini keteguhan dan disiplin ibunya yang terlihat arogan hanya menutupi penderitaannya, ternyata inilah alasan mengapa dulu ibunya ingin dia pulang agar semuanya tidak terlambat.
Tetapi tubuh Barata masih gemetaran, ingatan yang ia lupakan itu kembali dengan sendirinya saat ibunya menceritakan dengan jelas.
Barata memegangi kepalanya yang sekarang terasa sangat pusing, potongan ingatan itu akhirnya kembali.
Dia ingat bagaimana sebenarnya dia dorong oleh Mirna dan saat itu kakak tertuanya melihat dan langsung berlari kedalam danau walau ia tidak bisa berenang, dia mencoba sekuat mungkin untuk mengangkat Barata yang sudah hampir pingsan keatas daratan.
Tetapi saat Barata sudah sampai diatas, kakak tertuanya sudah kehilangan tenaga dan akhirnya tenggelam, saat itu Mirna hendak mendorong Barata yang sudah pingsan, namun suara keributan itu mengundang pengawal melihat dan memeriksa.
Segera kakak tertua barata diangkat ke daratan namun setelah beberapa lama, dia tidak terselamatkan karena terkena hipotermia, akibat dinginnya suhu udara saat itu.
Itulah ingatan yang dihilangkan oleh Barata, ingatan yang dia paksa hilang agar tidak menyakiti hatinya lebih dalam.
“Barata, apa kau baik-baik saja?” suara ibunya semakin lama semakin pelan, dan wajahnya semakin lama semakin buram, dan semuanya menjadi gelap.
Saat ingatan itu muncul, Barata tidak sadarkan diri, campuran sakit hati dan kemarahan membuat dirinya tidak sanggup dan malah tidak sadarkan diri.
Satu hari setelah itu, saat Barata sudah siuman dan dalam keadaan bugar, kakak laki lakinya, falcon sudah masuk kedalam penjara atas kasus penggelapan dan dan bisnis ilegal yang tidak pernah ia lakukan, tentu saja semuanya ini ulah Eden, dia ingin memiliki semuanya, kekayaan, kehormatan dan kemegahan.
Mirna yang merasa telah dikhianati oleh Eden segera datang, padahal dia sudah melakukan segalanya tetapi mengapa falcon yang ia anggap putranya itu malah dijatuhkan dan dijebloskan ke penjara seperti ini.
“Kau melanggar kesepakatan kita, aku sudah melakukan segalanya tetapi kau masih menjatuhkan putraku!” Mirna marah sekali, dia tidak terima namun hal itu malah digubris enteng oleh Eden.
“Kau bodoh sekali Mirna, selama ini kebodohanmu sangat mendarah daging, falcon itu bukan putramu, dia putra kandung Chaterine, selama ini aku telah menjebak mu,” semua kartu as sudah di tangan Eden, dia tidak membutuhkan Mirna lagi, jadi dia akan membuang Mirna.
“Ap … Apa?” Mirna tidak bisa memproses apa yang dikatakan oleh Eden.
“Anakmu sudah lama mati, saat lahiran mu dia sudah mati, kau ibu bodoh yang tidak bisa merasakannya, sudah ya, aku sibuk!’ balas Eden melambaikan tangannya sebagai kode agar Mirna di usir dari ruangan itu.
“Bajingan!”
“Ku bunuh kau!”
“Ku kutuk kau! aaa!” Mirna berteriak tidak bisa lagi mengendalikan dirinya.
Namun dia harus segera disingkirkan agar Eden tidak memiliki penghalang, Mirna sudah tahu terlalu banyak hal.
Akhirnya pengawal itu melenyapkan Mirna dan menghilangkan dirinya, jadi Eden bisa bebas dengan segala hasil kelicikannya.
“Pfft! Hahahaha! Sekarang semuanya menjadi milikku, akulah yang terpilih, buktinya aku lah yang duduk di puncak saat akhir!’ serunya tertawa menggelegar.
Sekarang ini dia akan mengatur skenario agar mundur dari jabatan DPR untuk menjalankan perusahaan keluarganya yang akan terbengkalai saat Falcon sudah di penjara.
***
Helo guys, semoga kalian suka ya konfliknya hehe, ga terlalu ribet kok, soalnya ini bukan novel dengan genre yg sering aku tulis yaitu Mafia.
Aku kalau nulis novel tuh selalu merasa insecure dan khawatir apakah kalian akan suka atau tidak 😢 ga tau kenapa.
Tapi setelah membaca komen aku tau ternyata kalian suka, walau konfliknya bukan konflik romance biasa 😌
Terimakasih ya semuanya, maafkan juga jika masih banyak sekali kekurangan, aku akan belajar lebih lagi dalam menulis dan merangkai konflik.
Lope you sekebon all