Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Apakah kau tahu betapa pria suka wanita yang seperti itu?


***


Alina terkejut tetapi dia juga ikut tenggelam di dalamnya, rasanya hangat sedikit panas, jantung mereka berderu kencang, pembicaraan yang nakal dan dalam sudah membuat mereka seperti melayang, apalagi Barata, ini lah yang dia inginkan, dia suka melakukan hal ini dan hanya Alina yang mampu membuatnya lupa diri dan melayang seperti ini.


Seolah semua penat dan rasa lelah hilang begitu saja, semangat dan gairah yang besar seolah meluap-luap dalam dirinya.


Jemari BArata dengan lembut menjelalah tubuh Alina, tangannya besar dan hangat, seperti sebuah pelindung yang memberikan rasa panas di tubuh Alina, ac ruangan yang dingin seperti dihalau tangan dan jemari Barata untuk menyentuh kulitnya.


“Hehe, kau gemetaran, aku sudah tahu ini, sejak pertama kali menyetuhmu aku sudah tahu jika kau memiliki kelemahan, kau sangat sensitive dibagian ini, seluruh tubuhmu aku sudah kenali sayang,” bisikan itu membuat Alina semakin malu.


“Bagaimana ini? aku malu sekali sampai mau pingsan, aku ingin memejamkan mataku dan semuanya terlewati! Hiks, toloonggg!” teriak Alina menutupi wajahnya karena malu sekali.


Barata hanya terkekeh melihat istrinya yang tidak bisa menunjukkan wajahnya dan melihat dirinya, itu malah mengibur dirinya, “Sayang, kau memang sangat menggemaskan tetapi juga sensitive, apakah kau tahu betapa pria suka wanita yang seperti itu? Kau jangan pernah menunjukkan wajah ini kepada orang lain selain aku, hanya aku yang boleh melihat sisi dirimu yang ini, apakah kau mengerti?”


Barata meraih wajah Alina, melepaskan tangan Alina yang menutupi wajahnya, wajah ALina yang memerah dan terlihat sangat malu itu sangat menggairahkan dan terlihat sangat menggemaskan, Barata tidak ingin ada lelaki selain dirinya melihat tampilan dan ekspresi istrinya ini selain dirinya.


“Kamu menggemaskan sekali, aku akan mulai, tolong jangan menolak aku,” bisikan itu terdengar panas, sembari mendekap istrinya akhirnya Barata menyatukan dirinya dengan istrinya, getaran tubuh istrinya tidak terbendung, dan olahraga panas yang sangat dinantikan Barata akhirnya terjadi juga.


Alina yang tadi sedikit takut merasa aneh, rasa sakit yang ia rasakan diawal sudah hilang, yang ada hanyalah rasa aneh yang membuat jantungnya berdegup kencang dan darahnya mendidih.


Karena tidak tahu apa yang ia rasakan itu membuat Alina memejamkan matanya dan menangis, dia benar-benar telah jatuh dan dia tidak suka.


“Jangan takut, akan aku lakukan dengan pelan sampai kau terbiasa,” bisik Barata kembali melanjutkan ciumannya.


“Alina kau bodoh! Kau harusnya menolak tetapi kau malah terlihat seolah sedang menikmati! Aku memang bodoh dan tidak berguna! Kenapa aku menjadi seperti ini!”gumam Alina memejamkan matanya dan bersembunyi dalam tubuh suaminya.


Dia malu pada dirinya sendiri, dan tubuh bidang suaminya seolah bisa menyembunyikan rasa malunya seluruhnya.


Mendapati Alina bersebunyi di dalam pelukannya semakin membuat dirinya bersemangat, dia semakin kuat dan rasapanas seolah menuntun mereka berdua melakukan olahraga panas itu semakin intens.


Alina yang sudah lelah dan Barata yang tidak puas puasnya melakukan itu, sungguh perpaduan yang timpang, Barata ingin terus lanjut karena merasa mabuk oleh tubuh istrnya sedangkan Alina yang sudah lelah tetapi juga kebingungan dengan rasa aneh dalam tubuhnya.


“Aku lelah,”akhirnya setelah permaianan yang berulang Alina berbicara dengan pelan.


Barata yang sebenarnya masih mau mencoba menahan dirinya, selama hidup, dia hanya menahan dirinya terhadap Alina jas.


“Sabar Barata, walau kau masih mau tetapi Alina belum terbiasa, kau jangan terlalu keras nanti dia malah jadi sakit karena terlalu kelelahan!” Barata berhenti sebentar, dia memejamkan matanya, dia masih sangat ingin tetapi disaat yang sama dia ingin membuat Alina berlebihan melakukan hal itu dan membuatnya kelelahan.


***


Guys karena ada adegan dewasa lama di review nya maaf telat update.