
Halo, salam dari aku.
Disini aku minta ijin promosi novel baru aku ya.
Judulnya : Pernikahan Paling Luar Biasa.
Cuplikan episode :
Episode 8 : Kau murahan sekali.
***
Lalu ia lihatlah gadis menyedihkan yang meminta bantuan terhadap kakeknya pagi tadi berada di atas ranjang yang sama dengannya.
"Wanita ini!"
Geram Kenzo entah mengapa murka sekali, mengetahui jika wanita ini sepertinya sengaja datang untuk menjebaknya.
Mata Rembulan melihat dengan pandangan yang kabur, dia belum pernah merasakan ini sebelumnya, dia bisa melihat Kenzo sudah duduk menghadap kearahnya dan sepertinya tengah marah besar.
Rembulan merasakan sensasi terbakar dalam tubuhnya, seperti mencekik dan sesak, segala yang menyentuh tubuhnya rasanya dia ingin menyingkirkan nya termasuk baju yang masih melekat.
Dia tidak ingin satu helaian pun melekat di tubuhnya sekarang.
"Panas ... tolong aku ... ini tidak nyaman," Rembulan meraih tangan Kenzo, dia menggenggam tangannya dengan tangan mungil kasar nya.
Wajahnya yang merah dan air mata yang berlinang, dia terlihat lemah sekali dan bingung harus melakukan apa.
"Deg!"
Saat Rembulan meraih dan menggenggam tangannya, Kenzo bisa merasakan betapa kasar tangan Rembulan, tangannya tidak memiliki kelembutan sama sekali.
Seolah banyak sekali pekerjaan kasar yang dilakukan Rembulan selama ini.
Tanpa sadar, tubuh Kenzo merespon dengan hebat saat Rembulan menyentuhnya.
Kenzo meraih dan mencengkeram tangan Rembulan, menarik Rembulan yang lemah agar duduk berhadapan dengannya.
Kedua tangan gagah Kenzo meraih kedua pipi Rembulan, dia lihat wajah Rembulan dari dekat.
Matanya yang sayu, hidungnya yang mancung namun mungil, wajahnya yang indah dan bibirnya yang merah membuat jiwa kejantanan Kenzo menggelora.
Nafas Kenzo menjadi semakin panas, tak kala obat menguasai tubuhnya, gadis muda yang ada di hadapannya ini sungguh sangat cantik dan menggoda.
Rasanya ingin sekali Kenzo menghabisi nya semalam suntuk.
"Gadis kecil, apakah kau tahu apa yang akan terjadi saat kau menunjukkan ekspresi ini di hadapan lelaki? apakah kau tahu konsekuensinya jika masuk ke kamar lelaki dan menggodanya?" bisik Kenzo memejamkan matanya sejenak.
Dia mengusap pundak Rembulan seraya nafasnya semakin berat, dia belum pernah merasakan ini sebelumnya, tubuhnya berteriak ingin menghabisi wanita ini dan menaklukkannya malam ini juga.
Rembulan yang tidak tahu menahu apa yang terjadi kepada tubuhnya, hanya bisa geleng kepala, dia seperti kehabisan tenaga dan yang bisa ia lakukan hanyalah pasrah dalam genggaman tangan bidang lelaki yang akan merenggut kesuciannya malam ini.
"Heh!"
Kenzo menyeringai tajam dan remeh.
"Kau murahan sekali, berpura-pura polos di hadapan ku, kau melakukan semua ini demi uang, tetapi karena kau sudah susah payah menggodaku, aku akan menerima tawaran mu!"
"Kau harus senang karena kau adalah wanita murahan pertama yang aku mau tiduri!" bisik Kenzo mendorong Rembulan sampai terjerembab ke ranjang.
Kenzo sudah tidak bisa menahan gairah nya, dia membuka tali pinggangnya dan melempar nya ke sembarang arah.
Dia kemudian naik ke atas tubuh Rembulan yang sudah tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.
Yang ia tahu hanyalah saat tangan Kenzo menyentuhnya, perasaan dingin dan nyaman ia rasakan menggeliat dalam tubuhnya.
Ia tidak ingin tangan lelaki ini menyingkir dari tubuhnya.
"Ah ..."
Suara keluhan kecil membuat ruangan luas itu menggema dan menciptakan suasana yang semakin memanas.
Saat mendengar itu, Kenzo semakin menggila dan tak sabaran, dia mengusap tubuh Rembulan yang menggeliat tak karuan di atas ranjang.
Sungguh pemandangan yang menggairahkan dan membuat dada berdebar tak karuan.
Bisikan demi bisikan yang didengar oleh Rembulan sungguh melukai harga dirinya sebagai wanita.
Lelaki ini menganggap nya sebagai wanita murahan, tetapi anggapan itu sama sekali tidak bisa dibantah oleh Rembulan.
Sebab dia memang datang kesini untuk menjual dirinya, entah untuk alasan apapun tetapi dia memang akan merelakan kesuciannya demi keselamatan ibu dan hutang ayah tirinya.
***
Rembulan melihat ke sisi kirinya, dimana dinding kaca menampakkan bulan bersinar terang dan indah
Matanya yang kosong dan tubuhnya yang sudah polos tak mengenakan apapun, dimana disaat yang bersamaan lelaki yang ada di atas tubuhnya sedang menyesap setiap jengkal tubuhnya.
Rasanya Rembulan sangat malu namun karena pengaruh obat dia merasa nyaman disaat yang bersamaan.
Kenzo sangat serius dengan apa yang ia lakukan, dia merengkuh tubuh Rembulan dalam pelukannya, dia melakukan nya dengan sangat bersemangat.
Sebab sudah berapa tahun dia tidak pernah sebergairah ini sebelumnya, wanita muda yang datang menyelinap ke kamar nya ini entah mengapa membuat tubuhnya panas dan bersemangat sekali.
Kedua tangan Rembulan ia cengkeram agar tidak menutupi tubuh polos indah yang bisa terlihat sangat jelas oleh sinar Rembulan.
Mata Kenzo dimanjakan oleh tubuh indah dan lembut itu, bibirnya dan salivanya telah menyentuh setiap sudut dan dia merasa belum puas sama sekali.
Tetapi anehnya, Kenzo tidak menerima respon apapun dari wanita ini, seolah dia belum pernah melakukan nya sebelumnya.
"Hei, apa yang kau lakukan? kenapa diam saja, goda aku dan naik ke atas tubuhku!"
Kenzo berbaring di sisi Rembulan, dia meminta Rembulan untuk naik ke atas tubuhnya dan melakukan segalanya sendirian.
Rembulan yang mendengar itu tidak tahu apa yang harus ia lakukan, bahkan untuk bangkit saja dia sudah susah apalagi harus naik ke atas tubuh lelaki yang sudah tidak mengenakan apapun sama seperti dirinya.
Rembulan hanya diam saja, tangannya yang sudah terlepas kembali menutupi kedua buah dadanya.
Wajahnya ia miringkan dan matanya ia pejamkan, berharap semua ini hanyalah mimpi belaka.
"Cih! apakah kau meremehkan aku?"
Kenzo sepertinya sudah kehilangan kesabarannya, dia bangkit dan mendorong bahu Rembulan.
Matanya yang tajam menatap begitu intens ke wajah Rembulan yang semakin mengalihkan pandangan darinya.
Hal itu tentu membuat Kenzo bingung, dia merasa wanita ini seharusnya sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal itu, oleh karena itulah dia berani naik ke atas ranjang nya.
Namun yang ia lihat hanyalah gadis muda yang kaku dan bingung, malu juga seperti tengah ketakutan berada di bawah tubuhnya.
"Masih bersandiwara rupanya!" geram Kenzo mulai meraih dagu Rembulan, dimana tubuhnya ia timpa ke atas tubuh Rembulan sehingga Rembulan merasa sedikit sesak dan berat.
Kenzo mencium Rembulan dengan sangat intens bahkan menggunakan lidahnya untuk mengacaukan pikiran Rembulan.
Namun bahkan setelah itu Rembukan tetap tdiak menunjukkan perubahan dalam tindakannya, tubuhnya tetap biasa saja dan tidak merespon apapun.
Kenzo semakin marah, dia marah karena wanita ini sepertinya mempermainkan dirinya.
"Kau wanita murahan tidak tahu diuntung! aku beri kau kesempatan untuk naik ke atas tubuhku, akan tetapi kau lewatkan, maka aku akan menghabisimu dengan cara yang kasar!"
Geram Kenzo merasa harga dirinya terluka dan terusik, sebab wanita ini menunjukkan ketidak-tertarikan atas dirinya.
Dimana selama ini, Kenzo selalu digandrungi oleh banyak wanita, dan dia tidak perlu repot seperti ini.
Saat itu Rembulan sudah memejamkan matanya, dia yakin lelaki ini akan melakukannya sekarang juga, melihat tempramen lelaki ini sudah terdengar marah dan kesal karena dia diam saja.
"Hmmm ..."
Kenzo memejamkan matanya, dia menyesap bahu Rembulan saat hendak melakukan itu.
Dan saat ia hendak melakukan itu, barulah Kenzo menyadari jika wanita ini masih perawan.
🌹🌹🌹
Jangan lupa mampir ya semuanya, masukin kedalam rak Favorit agar kalian tahu saat novelnya Update ❤️
Sampai jumpa di Novel baru aku. 😘
Salam
Author Anak Kost.