Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Falcon Lewis dan Alina


***


“Tunggu, jangan pergi dulu, aku disini bukan untuk berbuat jahat, kau pasti wanita yang bersama dengan adikku, ada yang ingin aku bicarakan secara langsung denganmu,” seru lelaki itu segera menghentikan langkah kaki Alina.


Mendengar ucapan lelaki itu, Alina langsung berhenti dan terdiam, “Adik? Apakah dia kakak laki laki Barata? Jika diingat ingat aku memang sungguh tidak mengenal Barata, bahkan aku tidak tahu jika dia punya kakak laki-laki,” gumam Alina kembali melihat kearah laki-laki itu.


Ya, Falcon Lewis, kakak laki laki Barata sedang datang secara pribadi ke mansion Barata.


Entah apa tujuan Falcon tetapi, dia ingin berbicara secara pribadi dengan wanita yang sedang bersama dengan Barata, adiknya.


Alina yang juga penasaran dengan hidup Barata, mengapa Barata berubah menjadi seseorang yang menyeramkan, menyetujui ucapan Falcon agar mereka bisa berbicara di ruang tamu mansion, tetapi hanya mereka berdua saja.


Dengan menjaga jarak dan masih menunjukkan rasa tidak nyaman, Alina mencoba sekuat tenaga untuk bisa tetap tenang dan mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Falcon.


“Perkenalkan, aku Falcon, kakak kedua Barata,” seru Falcon menyodorkan tangannya dan tersenyum, namun Alina hanya menunduk dan membalas senyuman itu, dia mencoba ramah tetapi dia juga belum bisa bersentuhan bahkan bersalaman dengan orang yang baru ia kenal.


Falcon segera menarik tangannya dan tersenyum lagi, dia seolah sudah tahu mengapa Alina bersikap seperti itu, bagimana pun seperti yang Barata dan juga para pelayan katakan, banyak mata-mata di mansion.


Beberapa dari mereka seperti mata mata Falcon, ingin tahu kehidupan adiknya, ingin tahu apakan adiknya baik-baik saja, dan beberapa dari mereka mungkin dari ayah Barata dan saingan bisnis yang ingin menjatuhkan Barata.


Jadi tidak heran mengapa Falcon bisa tahu semua yang terjadi disekitar Barata Lewis, adiknya itu.


Falcon duduk dengan sopan namun wajahnya sekarang sudah serius, tangannya ia taruh di depan dan dia sedikit memainkan tangannya sejenak, “Kedatanganku kesini adalah untuk memintamu segera berpisah dari adikku,”


Falcon langsung mengatakan tujuan utamanya.


Alina sedikit terkejut, matanya membesar dan jantungnya berpacu setelah mendengar permintaan itu, entah kenapa suara lembut nan mengayun dari kakak laki laki Barata ini terdengar menusuk di hati Alina.


Falcon kemudian tersenyum, “Aku tahu ini akan mengejutkanmu, tetapi sebelum itu, aku akan menceritakan sesuatu kepadamu, mungkin kau akan tahu mengapa aku ingin kau meninggalkan adikku sesegera mungkin,”


Falcon segera melanjutkan ucapannya, ada alasan mengapa dia ingin istri adiknya ini berpisah dari adiknya, bagi Falcon perpisahan mereka akan memperbaiki keadaan yang entah mengapa semakin buruk akhir-ahir ini.


***


Jangan lupa di like ya semuanya, berikan komentar membangun nya juga☺ Disini author masih butuh saran dari kalian, maaf ya jika ceritanya sedikit berat, awalnya pengen buat ringan aja tapi gak bisa ternyata.


Jika kalian mendapatkan kesalahan ketik, nama atau tempat bisa langsung di komen ya biar author perbaiki langsung.


Terimakasih yaa untuk kalian semuanya, lope you 🥰