Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Matanya tetap sama


***


Kejadian sebelum Barata menemukan Alina,


Hanya beberapa saat setelah percakapan antara Ben dan Barata berakhir mereka sampai di sebuah rumah besar yang merupakan tempat dimana Lucas menyembunyikan Alina.


Langkah kaki yang cepat membawa Barata dengan cepat sampai kedalam rumah dimana Lucas sedang sibuk berbicara dengan para anak buahnya melalui ponsel pribadinya.


“Nanti berikan informasi lebih lanjut, aku harus ….” Lucas hendak mengakhiri panggilan itu, saat ia menoleh ke samping dia sudah melihat Barata berjalan memeriksa keadaan ruangan, tanpa sedikit pun rasa segan.


“Barata!” seru Lucas dengan nada yang sedikit meninggi sembari menyimpan ponselnya kedalam sakunya.


Sembari berdiri di dekat kaca jendela yang menujukkan pemadangan alam diseiktar, Barata berbicara dengan santai, “Jadi sudah kau temukan buktinya, aku bahkan memberimu dua hari untuk mencari tahu, jadi aku sangat menginginkan sebuah bukti,” dengan nada suara yang darat, ada seringaian mengerikan di wajahnya, saat ia melihat keluar disana ia melihat Alina, duduk dibawah pohon sendirian menatap langit.


“Cih, matanya tetap sama, menyebalkan!” geram Barata dalam hatinya saat melihat keadaan Alina, dia merasa tidak ada yang berubah, semuanya sama dan bahkan matanya tetap menunjukkan tatapan yang sama.


“Srek!”


Lucas langsung menarik bahu Barata dengan kuat, lalu ia berbicara dengan nada yang meninggi sembari mencengkeram tangannya menahan emosi.


“Apa yang sudah kau lakukan pada Alina? kau lihat dia? Dia seperti mayat hidup sekarang, kenapa kau bisa menjadi segila ini? ha?” geram Lucas tidak menyangka, sahabatnya yang ia kenal telah berubah menjadi sesosok monster yang tega menyakiti Alina.


Lucas tidak menjawab pertanyaan Barata melainkan bertanya hal lain, ketidaksabarannya dan kemarahannya ia luapkan dalam pertanyaan nya itu.


“Kau tidak menjawab pertanyaanku, yang artinya kau menemukan hal yang sama dengan yang aku temukan!” seru Barata melangkah melewati Lucas, sembari melihat jam tangannya dia hendak melangkah keluar.


“Kau berbicara seolah kau mengakuinya, nyatanya kau hanya ingin menjadikannya sebagai pengganti!” balas Lucas disahuti oleh langkah kaki Barata yang hendak meninggalkan ruangan.


“Sudah cukup basa basinya, aku akan membawa istriku, dan sebagai gantinya aku meninggalkanmu seseorang, di mansionku banyak mata dan telinga,” ucap Barata memberikan kode pada ben yang menunggu diluar untuk membawa masuk pria yang mereka tangkap di paris, pria yang memegang ponsel pribadi Freya.


Entah apa maksud dari ucapan Barata, dan apa tujuannya meninggalkan lelaki asing itu dengan Lucas.


***


Kemudian setelah berbicara banyak hal dengan Lucas, Barata langsung menuju pohon dimana Alina sedang duduk sendiri.


“Aku menemukanmu lagi, mau kabur dariku tetapi kau kurang cerdik!” geramnya dengan cepat melangkah dan sepertinya langkah kakinya terdengar oleh Alina.


Barata menyadari jika saat langkah kakinya terdengar Alina langsung tegang dan menunduk.


***


Halo, aku hanya seorang penulis baru, belajar nulis sendiri dari noveltoon, pasti banyak kekurangan dan ketidaksempurnan. Maafkan author ya.


Aku harap kalian bisa enjoy jalan ceritanya aja, seperti author yg enjoy nulisnya 🥰 tidak terburu-buru, biarkan alurnya ngalir.


Makasih semuanya, Love youu 😘