Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Dia sangat menggoda


***


Masih di mansion Barata,


Mendengar jawaban aneh Alina, Barata sampai terkejut dan geleng-geleng kepala, dia tidak menyangka akan mendapatkan jawaban aneh itu dari mulut Alina.


"Pfttt!" Barata terkekeh sebentar, menutupi wajahnya didalam selimut karena merasa jawaban Alina terlalu lucu.


"Sayang, benar yang mencubit aku adalah setan, setan nakal yang suka menangis," seru Barata sekarang menggenggam dagu Alina lembut sekali.


Wajah mereka semakin dekat, nafas mereka seperti bersatu, mata mereka saling menatap satu sama lain.


Barata mendekatkan bibirnya hendak memberikan ciuman pada Alina, tetapi saat bibir mereka hampir bersentuhan Alina langsung mendorong Barata sekuat tenaga nya.


Tubuhnya kemudian bergetar hebat tanpa ia sadari, wajahnya menunduk dan rasa takut tiba-tiba memenuhi kepalanya.


Perasaan takut dan trauma ini tidak dibuat buat tetapi secara naluriah langsung menghantui Alina saat Barata mau mencium nya.


"Kenapa?" bisik Barata lembut, mengusap pipi istrinya dan kemudian menggenggam tangannya.


Alina menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aku, aku takut," jawab Alina jujur, dia bahkan hampir menangis karena rasa takut yang tiba-tiba datang itu.


"Oh tidak, dia pasti akan memarahi aku karena berani menolaknya! apa yang harus aku lakukan? jika aku di cebur kan ke kolam atau dibuang ke hutan apakah aku masih bisa selamat?" pikiran pikiran gila membuat Alina semakin takut dan khawatir.


Matanya tidak fokus dan tubuhnya semakin bergetar hebat karena takut akan menerima penyiksaan dari Barata karena telah menolak nya.


Tetapi sikap Barata lagi-lagi mengejutkan Alina, perubahan Barata memang sudah dirasakan oleh Alina semenjak Barata menjemput dirinya dari luar negeri saat lalu, tetapi ia tidak tahu akan sejauh ini.


Dengan wajahnya serius dan khawatir Barata menggenggam tangan Alina, mengusapnya dengan tangannya yang hangat sampai gemetaran yang terasa di tangan Alina menghilang, lalu dia menarik Alina kedalam pelukannya, kembali mengusap pundak Alina sampai Alina tidak gemetar lagi.


Entah kenapa tindakan Barata yang lembut benar-benar bisa menghentikan getaran di tubuhnya, bahkan pikiran-pikiran yang membuat nya takut hilang begitu saja.


Tetapi bukan hanya karena sentuhan lembut itu, tetapi juga karena sekarang wajah Alina tepat berada didepan dada bidang Barata tanpa mengenakan busana.


Jika di ingat-ingat, Alina memang tidak pernah memperhatikan tubuh Barata tanpa busana, bahkan seumur hidup baru kali ini dia memperhatikan nya begitu jelas.


"Glek!"


Tanpa sadar Alina menelan salivanya, nafasnya pun juga sedikit agak memburu.


"Apa yang baru saja kulakukan? apakah aku baru saja menelan salivaku? apakah benar? apakah aku melakukan hal itu? tidaaaakkkk! Alina, dia ini lelaki gila yang harus kau tinggalkan! kau harus menemukan bukti dan pergi secepatnya darinya! kau paham! dasar lemah!" teriak Alina dalam dirinya memarahi dirinya sendiri.


Bukan salah Alina sebenarnya, wanita mana yang tidak akan tergoda melihat pria tampan berbadan bagus sedang memeluknya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Sedangkan Barata, yang merasakan nafas panas Alina langsung menyentuh kulitnya membuat jantung Barata berdegup semakin cepat.


"Sial! aku tidak bisa lagi menahan ini, kenapa dia sangat menggoda?" teriak Barata dalam hatinya karena sedang mencoba menahan gairahnya yang sudah hampir meledak.


***


Jangan lupa di like dan berikan saran membangun nya ya, dan follow IG author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana. 🥰


Terimakasih