Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Aku suka menggendong wanitaku


***


Setelah mendapatkan hadiah dari Barata, Alina bermaksud menyimpan kalung itu dan menyembunyiklannya, dia takut barang semahal ini jadi hilang jika dia memakainya, tetapi tentu saja Barata melarangnya, dia sudah memberikan hadiah maka Alina harus selalu memakainya kemanapun ia pergi.


“Sayang, kau harus memakainya, kapanpun dan dimanapun, jika kau berani melepaskannya, kau akan menerima hukuman,” seru barata beranjak dari kursinya dan mengambil kalung yang ada di tangan Alina.


Barata segera memasangkan kalung itu di leher istrinya, lalu ia memeluknya sejenak dari belakang, “Sayang, kau cantik sekali, kau sudah kenyang kan? kau sudah tahu kan jika seharian ini kau menggodaku terus terusan, aku ingin kau lebih aktif malam ini,” ucapan yang diucapkan dengan membisik, bersama senyuman nakalnya.


Nafasnya terasa sangat panas di leher Alina, Alina diam membeku dan dia merinding saat mendengar hal itu. “A … aku baru saja kenyang, tidak boleh melakukan hal itu dulu, nanti muntah tahu,” dengan sedikit gemetaran dan syok Alina menjawab Barata, dia langsung tahu apa yang sedang dimaksud oleh suaminya ini.


Barata berpikir dulu sejenak setelah mendapatkan jawaban dari istrinya ini, “Iya juga ya, dia kan baru makan dan makannya banyak sekali, nanti dia bisa sakit perut jika langsung berolahraga panas, hmm,” gumam Barata sejenak.


“Aku akan tunggu 30 menit, aku sudah menahan ini sedari tadi,” ketus Barata tidak membiarkan Alina, dia segera menggendong wanitanya Ini kedalam mansion dan membawanya ke kamar pribadinya.


“Ahhh, le … lepaskan aku, aku kan punya kaki bisa berjalan sendiri,” seru Alina menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia masih terlalu malu untuk selalu di gendong oleh suaminya.


Barata hanya tersenyum nakal setelah melihat itu, “Sayang, kau diam saja, aku suka menggendong wanitaku, apa yang salah dari itu,” balas Barata tersenyum bangga dan semakin mengeratkan pegangannya.


“Deg … Deg … Deg!"


Lagi-lagi debaran jantung yang semakin berdegup cepat, lelaki beranama barata ini sungguh bisa menggoda dengan kemampuan level dewa, dia mampu membuat seorang wanita yang tadinya merasa trauma menjadi merasa hangat dan diterima.


“Benar Alina, mengingat kepahitan juga tidak baik untuk kesehatan, terima saja dan jalani hidupmu dengannya, toh, penyakit paranoidnya juga masih bisa kau tolerir kan,” gumam Alina semakin merasa nyaman dan hatinya semakin hangat.


Barata kemudian merebahkan istrinya diatas kasur, lalu ia mulai menghidupkan alarm tiga puluh menit, tetapi bagi Barata setiap menit terasa sangat lama.


Dia menatap tajam kearah alarm dan ekspresinya seperti sudah tidak sabaran, “Kenapa lama sekali waktu berjalan?”


“Aaaah, membuatku kesal saja!”


Ucapan-ucapan yang penuh arogansi bahkan hanya untuk menunggu waktu 30 menit saja terlalu lama untuknya.


“Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, tapi kesehatan istriku adalah yang utama, tahan Barata, kau pasti bisa!” ketusnya dengan semangat api membara.


“Pfft, dia lucu sekali, semakin aku melihat dan mengetahuinya semakin aku tahu betapa dia selalu memprioritaskan aku, membuatku berdebar terus, apakah hatiku akan baik-baik saja?” gumam Alina sudah senyam senyum karena selalu saja diutamakan suaminya.


***


Disisi lain di ruangan para dokter yang disediakan oleh Barata untuk mereka,


“Kita terlihat seperti memakan gaji buta disini, perawatan Alina terbilang sangat baik, apakah kita sudah bisa kembali?” seru salah satu dokter ke rekannya yang lain yang juga ditugaskan di mansion Barata.


“Benar, aku sudah mulai bosan, nampaknya juga Alina sudah membaik, hanya perlu banyak istirahat dan ditemani orang terkasihnya, tapi sebaiknya kita tunggu perintah dari Tuan Barata dulu,” seru rekannya merespon.


“Hah, aku yakin Tuan Barata sudah lupa dengan keberadaan dan bahwa kita pernah ada disini, sebaiknya besok pagi kita kembali ke rumah sakit saja, aku sangat yakin kita hanya bagaikan butiran debu diingatan Tuan Barata,”


Seru sang ketua dokter seraya di setui dengan mengangguk oleh semua dokter yang ada di situ.


Mereka yakin Barata sudah dimabuk cinta jadi tidak akan mengingat apapun lagi.


***


Maaf ye ilang 2 hari wkwkwk lanjut lagi ya akan up per jam 00:00 lagi seperti sebelumnya. Jangan lupa like ya guys kenapa sih 😭