Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Menyeramkan


***


Di mansion Barata,


"Ampun Tuan! tolong kami, kami tidak tahu jika gadis itu sangat penting bagimu,"


"Ampuni kami Tuan, kami hanya di suruh,"


Para bandit itu meringis kesakitan setelah mendapatkan penyiksaan dari para anak buah Barata.


Barata hanya diam saja, menyeringai dan duduk di tengah ruangan, meminum wine untuk meredam sedikit kemarahan nya yang sudah diatas ubun-ubun.


"Patahkan jari mereka semua!" perintah Barata seolah tidak mendengar teriakan dan rasa sakit para bandit itu.


Sesuai dengan perintah Barata, anak buah Barata langsung mematahkan jari-jari mereka.


"Aaaahhhh! sakiiittt! tolong kami, ampun Tuan," mereka tetap berteriak memohon belas kasih Barata.


Tetapi Barata tetap biasa saja, melainkan setiap mereka bertemu pandang dengan Barata maka ketakutan akan langsung terasa di sekujur tubuh mereka.


Menurut mereka lelaki berkuasa yang ada di hadapan mereka ini memiliki mata dan keberadaan yang kuat dan menyeramkan.


Barata tidak mau mengotori tangannya untuk para bandit kelas kakap seperti ini jadi dia hanya melihat sampai mereka sekarat.


Setelah para bandit itu sekarat, Barata melangkah mendekat, dia memberikan kode tangan pada anak buahnya untuk menghentikan penyiksaan.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Suara langkah kakinya semakin menggema dan mendekat.


Barata menarik ketua dari bandit itu dan menatapmu dengan tatapan mengerikan. "Kau tahu kan siapa aku? jadi berhenti berbasa-basi dan katakan siapa yang menyuruhmu? kau tahu kan berbohong artinya seluruh keluarga mu akan ikut mati!" geram Barata sama sekali tidak bisa meredam emosinya.


Mendengar ancaman mengerikan itu, sembari memohon untuk hidupnya ketua bandit itu langsung mengangguk-angguk dengan lemah.


"Di ... dia adalah seorang gadis muda, namanya jika tidak salah adalah Freya," serunya lemah dan tidak punya tenaga.


Barata langsung melemparkan ketua bandit itu saat dia sudah memberikan informasi yang diinginkan oleh Barata.


"Hahahaha! FREYA! LAGI-LAGI NAMA ITU!" geram Barata mengepal tangannya.


Dia merasa sesuatu memang sudah salah sedari awal, dan dia akan membereskan nya.


Ditengah kemarahannya, dia menunjuk anak buahnya untuk mendekat.


"Ada apa Tuan?"


"Ambil ponsel para bandit ini, lalu lacak lokasi Freya dari history pesan atau panggilan, lalu hubungi Ben untuk membawa lelaki bernama Dean itu!" perintah Barata dengan aura yang dingin.


Dia sungguh tidak akan melepaskan siapapun kali ini, bahkan Freya sekalipun.


Rahasia hidup memang sangat aneh, sesuatu yang tadinya ingin ia balaskan dendamnya malah berputar layaknya boomerang.


Semua rahasia yang tidak pernah di ketahui akan terbongkar dan mengejutkan juga menyakiti.


***


Di kediaman keluarga Lewis,


"Kamu tidak usah khawatir, Barata mau tidak mau akan pulang, aku sudah merencanakan sesuatu, jika kau bersabar dan mampu mengambil hati ayah Barata, maka kau akan menjadi istrinya kelak," Chaterine berbicara dengan Tasya yang menceritakan jika Barata sama sekali tidak terlihat di perusahaan.


Malah Barata terlihat sangat mencintai gadis bernama Alina yang dilihat oleh Tasya saat lalu.


"Benarkah Nyonya? jadi saya hanya perlu bersikap baik dan menunggu?" seru Tasya dengan mata yang berbinar.


"Iya, setelah rencana gadis muda yang bodoh itu hancur maka Barata akan kehilangan sesuatu dan dia akan pulang karena itu, gadis bodoh itu tidak tahu jika dia hanyalah pion dalam catur ku," Chatrine Lorren berbicara lantang dan remeh.


Wajah angkuh namun anggun begitu khas di wajahnya, semua yang terjadi memang diluar prediksi nya tetapi tidak berpengaruh apapun pada nya. Jadi tidak masalah.


Dia kenal dengan putranya, dan sesuai dengan prediksi nya maka, Barata akan pulang untuk merebut sesuatu.