Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Alina dan Barata bertemu lagi


***


“Sialan! Saat aku sudah merasa menang, kenapa semua masalah tiba-tiba muncul!” geramnya merobek surat panggilan pengadilan yang ada di tangannya dan membuangnya dengan emosi.


“Persiapkan jet pribadi untukku, untuk saat ini aku harus melarikan dulu sementara waktu,” seru eden memerintahkan bawahannya.


“Baik Pak!”


***


Disisi lain, Falcon yang kebingungan mengapa Alina datang dan menjadi pengacaranya tidak bisa berkata lain hanya bisa berterimakasih, kecerobohannya saat lalu memang membuatnya terjebak oleh pamannya itu.


“Tenang saja Tuan Falcon, aku sudah mendedikasikan waktu ku untuk menghancurkannya, jadi tidak usah berterimakasih,” seru Alina hendak pergi.


Selama dua tahun penuh, Alina, Lucas bahkan ayah lucas juga ayah Alina bekerja sama untuk mencari semua kesalahan Eden, Alina menceritakan semua yang ia alami dan mereka semua sepakat bekerja sama secara diam-diam untuk menyelidiki dan mengumpulkan bukti kuat untuk menjerat Eden.


Dan tepat waktu sekali, saat Eden merasa sudah menang, Alina dan semua tim yang ikut menyelidiki mengenai Eden sudah mendapatkan bukti kuat dan akurat.


Bisnis ilegal itu memang benar adanya tetapi itu adalah milik Eden sendiri yang ia sengaja seolah oleh itu milik Falcon, juga penggelapan dana juga adalah ulah dia sendiri untuk dana kampanye nya dua tahun lalu, juga ia jebak menjadi Falcon.


Semua buktinya sudah terkumpul, bukti-bukti transaksi ilegal, bahkan kepemilikan asli bisnis ilegal, semuanya memiliki saksi bahkan penyidik dan hakim sudah tidak bisa membantah kebenaran.


Saat lalu juga Lucas sudah mengirimkan bawahannya untuk berpura-pura jadi pengawal Eden untuk menculik wanita bernama Mirna, Alina mengatakan jika Mirna tahu semuanya, karena saat Alina di culik yang menampar dan menjambak Alina adalah Mirna.


Jadi kartu as yang dimiliki Alina adalah Mirna itu sendiri.


***


Di sisi lain,


Barata mendengar ada seorang pengacara hebat yang bisa membebaskan Falcon, dia belum tahu jika itu adalah istrinya, Barata yang sudah berhasil membuat Eden terpuruk dalam dunia bisnis itu hendak menjumpai pengacara yang membela kakak nya.


Barata segera datang ke kantor pengadilan saat itu, dan saat melihat seorang wanita berpakaian formal hendak pergi berlalu karena sidang sudah usai, hati Barata seolah berkecamuk, dia melihat wanita yang selama ini ia rindukan ada di depan matanya sendiri.


Terlihat semakin cantik dan dewasa, juga dia menjadi pengacara.


Alina saat itu hendak melangkah dia melihat ke bawah dan melihat seorang yang ia sakiti saat lalu sudah berdiri di hadapannya.


Waktu seolah berputar menjadi lambat, yang terdengar hanyalah deruan detak jantung yang semakin cepat.


“Deg!”


Hati mereka yang telah terpisah begitu lama, tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan seberapa dalam dan seberapa sakit hati mereka menahan kerinduan.


Barata sampai tidak percaya, dia mengedipkan matanya berulang kali, nafasnya menjadi berat, dia memeriksa apakah itu benar adalah istrinya yang kabur darinya.


Yang Barata tahu sekarang hanyalah dia akan membawa kabur Alina, mengurungnya dan membuat nya tidak bisa pergi lagi.


Dia berlari ke arah Alina, tubuhnya bergetar hebat, dia menarik dan menggenggam kuat tangan istrinya.


"Kau bilang tidak akan melepaskan tanganku, kau pembohong," ucap Barata dengan nada suara yang bergetar hebat, dia menggenggam erat sekali tangan istrinya, tangan yang ia sendiri berjanji untuk tidak ia lepaskan seumur hidupnya.


“Kau sudah datang ke hadapanku dengan sendirinya, sayang, apakah kau sengaja ingin aku menculik mu?” tanya Barata lagi sesaat kemudian segera menarik Alina dan membawanya pergi.


Barata tidak mau membuang waktu lagi, dia mengira jika dia melepaskan Alina yang ada di hadapan nya ini, maka Alina akan hilang lagi dari kehidupan nya.


Sebegitu takut lah Barata kali ini.


Padahal disana masih ada falcon yang seharusnya ia tanyai kabar, juga ada Lucas, beserta ayah Alina, tetapi di mata Barata hanya ada Alina untuk saat ini.


Kerinduan dan hati yang tidak berubah itu membuat Barata melupakan segalanya dan hanya melihat Alina seorang.


Barata membawa kabur Alina, dan Alina yang memang juga merindukan lelaki itu hanya mengikutinya.


Barata membawanya ke mansion, dimana semua kenangan mereka terukir, selama dua tahun ini barata sudah pindah ke kediamannya yang lain, baru hari inilah dia datang lagi dengan istrinya.


“Sayang, apakah ini benar kau? aku kira kau sudah bersama Lucas, kenapa kau datang lagi dan menggoyahkan hatiku,” Barata mengusap pipi Alina melihat wajahnya dari dekat dan memastikan jika yang ada di hadapannya ini benar adalah istrinya.


“Pokoknya aku tidak mau tahu, selama ini aku tidak datang kepadamu karena aku kira kau membenciku, sekarang kau datang sendiri, aku tidak akan lagi melepaskanmu walau kau bilang mau pergi pun, aku akan mengikatmu! Kau dengar!” ucap Barata dengan nafas yang berat dia masih memandangi wajah istrinya ini dengan lekat dan mencoba melihatnya selama mungkin.


Alina yang melihat suaminya begitu menderita dan kesepian selama ia pergi meninggalkan suaminya, begitu terpukul, dia segera memeluk suaminya dan kemudian menangis.


“Aku hanya ingin menjadi kuat, aku ingin memiliki sesuatu agar aku bisa melindungi mu, aku tidak pernah membecimu saat itu aku diculik pamanmu, jadi aku terpaksa meninggalkan mu saat itu, aku juga merindukanmu,”


Alina akhirnya bisa menangis, dia menahan tangisannya selama ini, mencoba menjadi kuat dan giat, dia belajar mati-matian, dia ingin menghancurkan Eden, tujuan utamanya adalah menghancurkan Eden dan kembali kepada suaminya.


“Sayang, apakah aku bermimpi? Aku tidak bisa berkata-kata lagi, aku kira selamanya tidak akan bisa memelukmu lagi, pasti aku hanya bermimpi,” seru Barata membalas pelukan Alina begitu erat dan mendalam.


***


Akhirnya mereka bertemu lagi, seneng deh