
Tetapi kaki dan tangannya di rantai sehingga dia tidak bisa menerjang Alina.
Barata memang benar, orang seperti Freya tidak akan mungkin bisa berubah, hatinya sudah kotor, dan yang ada dipikirannya selamanya hanyalah kebencian.
Sedangkan Arkana yang lemas lagi karena mengetahui salah satu putrinya sangat biadab hampir pingsan, kepalanya pusing dan dia tidak mampu lagi berdiri.
“Padahal aku sungguh menganggapmu sebagai putriku sendiri, aku sungguh menyayangimu, teganya kau membohongiku! Aku tidak akan lagi memberikan kesempatan untukmu dan ibumu itu, seperti yang dikatakan Alina, aku akan melepas tanganku untuk membantumu!” Arkana masih sangat terpukul, dia tidak menyangka semua skenario mengerikan ini sungguh terjadi.
Freya mendengar itu langsung terdiam, dia tidak tahu lagi, sebenarnya siapa yang benar, ibu kandungnya ataukah ayahnya, tetapi sepertinya semuanya telah terlmabt baginya.
Alina dan ayahnya telah pergi, tanpa menyelamatkan dirinya, dan setelah ini seperti yang dikatakan oleh Barata, jika Alina memang ingin tangan suaminya bersih maka Barata tetap akan menghukum Freya tetapi dalam penjara, yang artinya Barata tidak akan lagi menanggung dosa karena menyiksa orang lain.
***
“Ayah, apakah kau baik-baik saja?” Alina menanyai ayahnya yang sudah kelihatan pucat dan lemas, sebenarnya ayahnya ini belum bisa menerima kenyataan yang sebenarnya terjadi.
Mungkin keluarga Barata sengaja memberikan fakta yang hanya sedikit itu juga agar dirinya memisahkan putrinya dan Barata.
“Tidak apa Nak, Ayah hanya merasa semakin tidak berguna, Ayah sungguh tidak tahu semua kejadian yang kau ceritakan jika ayah tidak kesini,”
“Alina, dengarkan lah Ayah, Ayah tahu kau mungkin sudah menetapkan hatimu bersama Barata, tetapi lihatrlah ulah keluarganya, semuanya sangat jahat dan mengerikan, bahkan bisa membuat Freya seperti itu, mereka juga pasti akan mencelakai mu Nak, ayolah pergi bersama Ayah, Ayan tidak bisa melepaskanmu berada di tengah keluarga mengerikan seperti itu,”
“Ayah, keluarga Barata memang mengerikan, satu persatu dari mereka sudah datang untuk memisahkan aku dan Barata, tetapi Ayah, Barata selama ini berjalan sendirian, dia menanggung semuanya sendirian, ditegah orang-orang mengerikan itu dia berjuang sendirian, tetapi saat lalu dia bilang membutuhkan aku, dia bilang jika aku sangat penting dalam perjalanannya,”
“Ayah, apakah aku harus menghancurkan mimpinya? Apakah aku harus menghancurkan hidupnya? Aku tidak sejahat itu ayah, aku memang masih kecewa padanya mengenai kejadian saat lalu, rasa cintaku juga tidak bisa dibilang telah kembali. Tetapi aku telah melihat sisi terlemahnya, ayah,"
"Apakah seorang istri harus melepaskan suaminya karena takut dengan masalah?"
"Sekarang ini aku bukan lagi hanya menjadi putrimu ayah, aku sudah menjadi istri seseorang,"
"Tolong jangan menyakiti aku dengan menyuruh aku meninggalkan suami ku lagi, aku tahu dia bersalah tetapi dia sudah belajar dan mencoba melunasi kesalahannya, berikan kesempatan untukku agar aku bisa menunjukkan sisi terbaik suamiku padamu, jangan percaya kata orang dan apa yang diperlihatkan orang lain, percayalah padaku,”
Alina sudah mengatakan semua yang ingin ia katakan, ia genggam tangan ayahnya dan dia berbicara lembut sekali.
Dia tidak ingin ayahnya ini sama dengan keluarga Barata yang ingin mereka berpisah.
Arkana kemudian menunduk, lalu ia meneteskan air matanya, “Kau mirip sekali dengan ibumu, aku akan memberikan waktu seperti yang kau katakan, tetapi jika kau lelah, jika kau ingin melarikan diri carilah ayahmu ini, aku pasti akan melindungi mu, putriku,”
Arkana memeluk putrinya, dia merasa pilu, sedih tetapi juga ada rasa bangga, ternyata putrinya yang ia anggap masih kecil sudah dewasa seperti ini.