Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Maafkan aku


***


Setiap kali Barata melakukan hal itu, Barata susah sekali berhenti, dia selalu ketagihan, mau lagi dan lagi, sampai Alina lelah sekali dan akan tidur saja.


Dan paginya pasti pinggul Alina akan remuk karena terlalu lelah.


Barata yang juga sudah puas sedang mendekap Alina, dia tetap memperhatikan wajah istrinya, dia mengusap wajahnya lembut dan berbisik.


"Aku minta maaf," ucapan yang sebenarnya tidak akan pernah keluar dari mulutnya.


Hari ini, sebenarnya banyak sekali yang ingin Barata katakan, banyak sekali yang ingin dia ucapkan pada istrinya tetapi mulutnya tertutup rapat, dia merasa telah melakukan kesalahan yang sangat besar dan dia semakin takut karena hal itu.


***


Tadi siang, setelah sampai di negaranya, Lucas segera ke perusahaan Barata, dengan perdebatan dan pertengkaran yang sedikit pelik Barata dibuat terdiam sejenak.


Tangannya bergetar dan keinginan untuk melupakan segalanya telah terlambat.


Penyesalan yang ia ingin lupakan dan tahan sedikit demi sedikit seperti hendak meledak dalam dirinya.


Entah apa yang dikatakan oleh Lucas tetapi ucapan Lucas menyadarkan Barata jika luka yang diterima Alina tidak akan bisa dilupakan begitu saja.


Luka Alina berbeda dengan lukanya, Barata tidak bisa berdiam diri dan melupakan segalanya seolah tidak ada yang terjadi.


Inti dari ucapan Lucas adalah bahwa dia sungguh-sungguh akan membawa Alina, entah Alina menerima hal itu atau tidak, karena Barata telah menindas Alina atas sesuatu yang bukan kesalahan Alina, bahkan dalam hal ini Alina adalah korbannya, dan Barata harus menyelesaikan urusannya dengan keluarganya.


Mau bagaimanapun Barata melindungi Alina jika keluarganya tidak menerima Alina maka selamanya hidup Alina akan dalam bahaya.


Tadinya, Lucas hendak pergi ke mansion dan menjemput Alina, tetapi Barata dengan egois dan arogan nya menahan Lucas.


Barata membuat sebuah janji dengan Lucas, sebuah janji yang nantinya akan menyakiti dirinya sendiri.


Janji yang akan melunasi semua kesalahan nya kepada Alina.


Tetapi sebelum itu jangan menjauhkan Alina darinya dan jangan menceritakan apapun pada Alina sebelum semuanya usai.


Dari penyelidikan yang awalnya hendak mencari pelaku pembunuh Freya, mereka tidak sengaja menemukan seorang pria yang awalnya memberikan kesaksian palsu, tetapi saat Lucas membantu Barata secara tidak sengaja pria itu menjadi kunci utama rahasia kematian Freya. Dan pria itu bahkan berhubungan dengan kejadian saat itu.


Pernyataan pria itu membuktikan jika Alina sama sekali tidak salah, bahkan Alina adalah korban nya.


Yang harus Barata selidiki dan selesaikan sekarang adalah bagaimana cara membongkar rencana jahat itu dan menghadapi keluarganya sendiri.


Yang artinya trauma masa kecilnya, rasa sakit yang terus ia tekan dan hendak lupakan akan kembali datang, kematian kakak tertuanya, dibuangnya dirinya oleh kedua orangtuanya.


Dia akan menggunakan segala kekuatan dan kekuasaan yang ia punya untuk menghancurkan keluarganya sekalipun.


"Tunggu sebentar lagi, sebentar lagi sampai aku bisa membuatmu bebas tanpa ancaman, akulah yang bodoh karena terperdaya oleh dia saat lalu, karena perasaan butaku padamu terlalu kuat, aku jadi mengubahnya menjadi rasa benci karena dia,"


Bisik Barata semakin memeluk Alina dengan erat, dia mendekapnya penuh rasa penyesalan tetapi juga rasa takut kehilangan.


Tanpa disadari pagi akhirnya datang menggantikan malam, Barata bangun pagi sekali, dia harus mengurus sesuatu yang sangat penting hari ini.


Jadi dia segera mempersiapkan dirinya dan pergi pagi buta sekali.


***


Setelah beberapa jam Barata telah pergi, Alina akhirnya bangun,


“Ahh, pinggulku,” geram Alina memegangi pinggulnya, dia melihat tubuhnya sudah memakai baju yang bersih, yang artinya tadi malam Barata pasti membersihkan tubuhnya dan menggantikan dia pakaian.


“Ck! Malunya aku, kenapa aku cepat sekali lelah dan tertidur, dia jadi terbiasa dengan tubuhku, bahkan memakaikan aku baju! Hah!” Alina menghela nafasnya.


“Sudah tidak ada harapan lagi untukku!” keluhnya lagi.


Tetapi saat matanya bertemu ponsel barunya, ia kembali bersemangat.


Dia berdiri diatas kasurnya dan berpose seperti super man, “Lupakan semua yang membuatmu malu Alina, yang penting kau punya ponsel dan kau bisa pulang hari ini, yeyyy!" dia berteriak kegirangan dan melompat-lompat seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah yang ia suka.


Setelah beberapa saat melupakan segalanya hanya karena mendapatkan ponsel baru, Alina baru sadar jika Barata sudah tidak ada di ranjang saat ia bangun.


Alina sedikit terdiam dan termenung, namun dia langsung menggelengkan kepalanya, "Siapa peduli dia ada atau tidak, bukankah lebih bagus jika dia tidak ada di sini! apa sih yang aku harapkan!" ketusnya mengomel sendiri.


"Huuuhhhh! haaaahhhh!"


Alina menarik nafasnya dalam dalam lalu membuang nafasnya secara teratur, dia seperti sedang bermeditasi hendak menyerap energi positif memasuki dirinya.


"Oke Alina, saatnya bersiap-siap dan pulang!" teriaknya kemudian lalu beranjak hendak mandi dan mempersiapkan dirinya.


***


Mungkin beberapa eps lagi akan terbongkar rahasia kematian Freya dan masa lalu para tokoh, baik itu hubungan antara Barata dan Alina. Ditunggu yaa


Terimakasih