Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Posesif!


***


Kejadian pagi yang mencekam sekaligus membuat Alina harus memutar otak lagi memikirkan cara untuk berpisah dari Barata telah lewat.


Tetapi ke posesifan dan rasa takut kehilangan Barata sudah berada di level yang berbeda sekarang.


Bahkan Alina sampai di bawa pergi ke kantor, Alina harus terlihat oleh Barata setiap waktu baru Barata tenang.


Untuk baju yang dikenakan oleh Alina, jangan tanya lagi, sang asisten Ben pergi dengan cepat membelikan baju untuk istri tuannya, berdasarkan perintah Barata.


Alina terlihat sangat anggun menggunakan gaun panjang yang sengaja diperintahkan oleh Barata, kata Barata Alina akan kedinginan jika makai pakaian yang terbuka sedikit pun. Padahal cuaca sangat panas mana mungkin Alina kedinginan.


***


Di kantor Barata,


Sekarang ini, perasaan tegang, malu dan ingin menghilang saja dari muka bumi sedang dirasakan oleh Alina.


Bagaimana tidak, saat ini dia sedang ada di ruangan rapat besar yang di isi oleh para orang penting, karyawan Barata dari seluruh cabang.


Barata duduk tepat di sisi Alina, posisi meja rapat adalah meja bundar dimana yang menjadi kursi utamanya tentu saja adalah Barata dan di sisinya ada Alina.


Jadi hal itu mengakibatkan mereka berdua benar-benar menjadi spot utama di ruang rapat itu.


"Kenapa hidupku jadi sangat ekstrim begini? kalau tahu begini tadi pagi aku harusnya diam saja dan tidak mengatakan apapun! huaaa! aku ingin menghilang saja jika begini, maluu!" teriak Alina dalam hatinya dengan wajah yang kaku dan tidak berani melihat kearah para peserta meeting besar tersebut.


*Terdengar seseorang sedang serius membicarakan mengenai proyek besar yang hendak mereka lancarkan secara menyeluruh di seluruh cabang perusahaan, termasuk membicarakan branding produk kerja sama terbaru juga keuntungan yang akan di dapat tentunya*


Ya, hari ini adalah meeting besar bagi perusahaan Barata yang hendak melakukan kerjasama besar-besaran dengan produk kosmetik dari perusahaan Henskin, perusahaan Barata yang memang sudah sangat sukses dan terkenal sejauh ini memang hanya berkutik dibidang minyak, gas dan hasil bumi.


Kali ini perusahaan Barata akan melebarkan sayapnya dan mencoba memperluas cakupan perusahaan nya, agar tidak hanya berfokus ke hal yang sudah mereka produksi saja.


***


Ditengah meeting serius itu,


Alina menelan salivanya karena merasa haus, ketegangan ruang meeting dan rasa ingin melarikan diri membuat nya tidak berani bahkan untuk minum sekalipun.


"Ingin ku minum tapi aku tegang sekali, sialan kau Barata aku tidak pernah tahu jika kau segila ini! Aaaaa! aku haus berikan aku minum!" Alina berteriak lagi dalam benaknya, dia hanya bisa melihat intens kearah minuman yang tepat ada di hadapannya.


Barata sudah selesai memperhatikan meeting, dia sudah mengerti secara garis besar, namun saat ia hendak mengutarakan keputusannya, matanya melirik kearah Alina.


Barata yang melihat Alina sedikit berkeringat dingin dan tegang menganggap jika gangguan panik yang dialami Alina sedang kambuh.


Barata langsung panik dan segera berdiri.


Semua orang terkejut apalagi yang sedang membawa presentasi itu, merasa sangat takut merasa dirinya melakukan kesalahan dan hendak di depak dari kantor ini sekarang juga.


Semua karyawan Barata sudah sangat takut bahkan berkeringat dingin saat melihat bos besar mereka berdiri dengan wajah yang mereka kira wajah marah.


"Habislah aku! di pecat lah aku, udahlah aku mau nikah lagi, tidaaakkk!" yang membawa presentasi dan menjelaskan semua alur kerjasama perusahaan antara perusahaan Barata dan Henskin tadi sudah hampir menangis dan pasrah.


Semua orang di ruangan ini tahu seberapa tegas dan ganas nya Barata Lewis, Barata Lewis dikenal sangat mirip dengan ayahnya, sangat tegas tetapi mudah marah dan bahkan bisa memecat karyawannya jika melakukan kesalahan yang tidak disukai oleh Barata.


Apalagi Barata mengidap paranoid yang mengakibatkan semua karyawan Barata harus tahan banting.


Akan tetapi disaat pikiran ketakutan dan khayalan tingkat tinggi ataupun imajinasi mereka yang membayangkan Barata mengamuk, alih-alih melihat hal itu mereka malah melihat hal yang lebih mengejutkan dari dipecat.


Barata langsung menggendong Alina tepat dihadapkan semua karyawan nya, membawa Alina dengan cepat ke ruangan kerja pribadinya.


Bukan hanya para karyawan yang syok, Alina juga syok, jika digambarkan maka waktu akan seolah berjalan lambat dan mulut semua orang menganga, mata membelalak, melihat seorang Barata menggendong seorang gadis yang entah datang dari mana. eits, jangan lupa angin sepoi sepoi ikut menghiasi.


"Brak!"


Tanpa disadari oleh semua orang karena syok, Barata sudah keluar dari ruang meeting.


***


Jangan lupa di like dan komen loh. maaciw.