Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Kau Cemburu?


***


Alina tertegun melihat pemandangan di hadapannya.


“Deg!”


Untuk kali pertama Alina melihat perempuan lain mendekap suaminya, tetapi rasa sakit yang terasa di hatinya sangat sakit, baru kali ini dia merasakan perih itu, dia kebingungan dan dia membeku sesaat.


“Rasa sakit apa ini? apakah aku masih memiliki perasaan padanya? kenapa hanya pelukan saja sudah membuatku merasa sakit sekali? apakah aku bisa meninggalkannya jika begini?” pertanyaan demi pertanyaan di dalam hati Alina membuatnya membisu.


Kenapa jalan cerita hidup nya bisa begini rumitnya, tetapi satu hal yang ia tahu dia merasa sakit sekali, sepertinya Barata telah membuat Alina dalam tahap jika Barata hanya miliknya seorang, kesetiaan lelaki ini telah memaksa Alina secara tidak sadar merasa jika Barata hanya akan menjadi miliknya dan hanya akan setia kepadanya saja.


“Brak!”


Barata dengan amarah dan sikap arogannya langsung dengan kuat melepaskan tangan Tasya dan mendorongnya sampai terjatuh,


“Bajingan! Beraninya kau merebut pelukan yang harusnya hanya dimiliki istriku, tidak tahu malu! karena keteledoran mu ini, aku akan membatalkan kerjasama kita! Aku juga akan memberikan pelajaran mengerikan yang tidak akan kau lupakan!”


Barata mengucapkannya dengan wajah angkuh dan arogannya, berdecak pinggang dan menghakimi Tasya dengan tatapan mengerikannya.


“Apakah kau kira istriku bodoh? Dia tidak akan cemburu pada wanita yang bahkan tidak ada apa-apanya sepertimu, ya kan? Sayang?” Barata segera melihat kearah Alina dan menyadari jika Alina sedang terdiam dengan wajah yang memerah dan air mata yang ditahan.


Bagaimanapun ini pertama kalinya Alina melihat secara langsung Barata dipeluk oleh wanita lain, tentu saja seorang wanita yang memiliki perasaan lembut akan merasakan sakit hati yang berlebihan.


“Sudahlah, kenapa kau mengajakku ke kantor mu? Aku sudah bilang aku tidak mau ikut kan! kenapa juga aku harus ikut dan melihat ini!” entah kenapa juga Alina jadi marah-marah tidak jelas, entah kenapa ada api amarah besar di hatinya, dan dia menjadi sangat benci pada wanita yang tadi memeluk suaminya itu.


Tasya yang melihat kelembutan hati dan sikap lembek Barata hanya tertuju pada Alina menjadi marah tidak karuan, “Kenapa lelaki seperti Barata yang hanya bisa aku mimpikan harus memilih gadis bodoh dan lugu seperti dia? Aku tidak rela, aku tidak akan menyerah, lagian kau juga tidak diterima keluarga Barata, akan ku pastikan pemenang akhirnya adalah aku!” gumam tasya menahan malunya karena sedang tersungkur di lantai.


Rasa ingin memiliki semakin besar, dia merasa wanita yang sedang di manja oleh Barata tidak pantas, dia akan melakukan apa saja, apalagi kesempatan sedang berpihak kepadanya, dia yakin ibu Barata bisa menjadikan dirinya menjadi istri Barata.


"Sayang, jangan marah, aku tidak mengira dia akan melakukan hal itu! aku juga sudah bilang jika tubuhku hanya milikmu, hanya kau bisa memeluk aku! kau dengar kan tadi!" seru Barata dengan lembut dan mengusap wajah istrinya.


Tetapi Barata sadar kemudian,


"Tapi tunggu dulu, bukan itu intinya!" ketusnya secara tiba-tiba.


"Sayang! kau cemburu? kau pasti cemburu ya kan? hoho, aku sudah yakin sih, siapa juga yang bisa menolak pesona ku! hmm!"


Kepercayaan diri tingkat dewanya kembali lagi, entah bagaimana cara berpikir Barata, tetapi hal itu sepertinya di luar pemikiran orang biasa.


***


Disaat yang sama, Soya sudah melakukan seperti yang diperintahkan Chaterine.


Ayah Alina yang mendapat semua fakta itu bahkan sampai pingsan, dia baru saja sadar karena kematian istri pertamanya dahulu dia telah gagal dan lalai menjadi seorang ayah.