Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Melamar mu lagi ...


***


“Selamat ya Alina, ini adalah kasus pertamamu dan kau memenangkannya,” Lucas yang sedari tadi juga ada di ruangan sidang datang menghampiri dan menyalami Alina.


Alina tersenyum, “Terimakasih Lucas, ini semua berkatmu kau memberikan banyak bantuan, salam kepada ayahmu ya, dia sangat banyak membantuku,” balas Alina memang benar-benar bersyukur atas bantuan dan kehadiran Lucas dalam hidupnya.


Walau ia tidak bisa membalas perasaannya tetapi jujur, Alina bersyukur orang seperti Lucas bisa ada dalam hidupnya.


Barata yang melihat Lucas dan istrinya saling bersalaman tentu saja panik dan buru buru memisahkan tangan mereka.


Barata langsung menarik tangan istrinya, “Ini milikku!” serunya dengan wajah yang sungguh serius. Dia masih tidak rela dua tahun ini dihabiskan istrinya bersama lelaki ini.


“Aku tahu, aku sudah kalah sejak awal, seberapa keras pun aku mencoba mendapatkan hatinya, dia tidak pernah melihatku, tetapi aku akan tetap memantau jika suatu saat Alina menangis lagi karena mu aku akan merebutnya lagi!” seru Lucas masih belum meredakan api semangatnya.


Walau ia tahu sudah berakhir tetapi dia ingin menunjukkan sedikit saja keseriusan hatinya.


“Tidak akan lagi, istriku dan aku saling mencintai, dia tidak akan pernah menangis karena sedih lagi,” seru barata membalas tatapan Lucas dengan tajam juga, seolah ada percikan petir diantara mereka sekarang.


“Ah, sudahlah, lagian kau sudah menang, aku akan kembali ke luar negeri, aku tidak akan kembali kesini dalam waktu yang lama, bye!” seru Lucas sudah mengikhlaskan hatinya, dia mengulurkan tangannya kepada sahabat lamanya ini.


Barata yang sadar dan juga merasakan hal yang sama segera menjabat tangan Lucas, dan itulah saat saat kepergian Lucas ke luar negeri, fokus mengurusi perusahaan ayahnya.


Sedangkan Arkana, yang melihat kedua lelaki yang memperebutkan putrinya itu merasa bangga, “Ho ho ho, putriku memang pantas menjadi wanita rebutan, dia sangat cantik dan pintar, aku bangga padanya,” seru Arkana datang menghampiri Barata dan Alina yang sedang berpegangan tangan.


“Ehem!”


Seru Arkana agar keberadaannya juga di lihat oleh kedua orang yang sedang di mabuk cinta ini.


Segera Alina dan Barata melihat Arkana yang sudah datang mendekat.


“Ayah,” seru Alina tersenyum haru.


Ayahnya hanya mengangguk, “Alina, tolong tinggalkan ayah dengan Barata sebentar, aku ingin berbicara empat mata dengannya,” seru Arkana meminta agar Alina meninggalkan mereka berdua sebentar.


“Ayah masih berpikir untuk memisahkan kami, Ayah aku mencintai suamiku,” seru Alina langsung datang menghadang ayahnya untuk mendekat kearah Barata.


Barata tentu saja tersenyum bangga, dia seperti seorang pemenang sekarang.


“Tidak, Ayah hanya ingin berbicara sebentar, tenang saja,” balas ayahnya ini.


“Baiklah, aku tunggu diluar ya,” balas Alina harap harap khawatir.


Saat ini mereka masih berada di ruangan sidang yang kosong, dan Alina akan keluar menunggu kedua pria yang penting dalam hidupnya itu selesai berbicara dahulu.


Alina menunggu dengan perasaan sedikit khawatir, dia berjalan mondar mandir di depan pintu ruangan sidang, sampai beberapa saat kemudian, ayahnya dan Barata akhirnya keluar dari sana, ayahnya hanya tersenyum begitu bangga, dia mengusap kepala putrinya.


“Sudah saatnya kalian bahagia Nak, ayah akan mendoakan kalian yang terbaik,” sahut Arkana sudah mengatakan apa yang hendak ingin ia katakan pada menantunya itu, dia hanya ingin memastikan agar Barata bisa menjaga putrinya yang sudah berusaha terlalu keras ini, agar nantinya Alina bisa bersandar dan tidak akan menderita lagi.


Setelah itu Alina dan Barata kembali ke mansion, Alina selalu berusaha mencari tahu apa yang dibicarakan oleh ayahnya dan Barata tetapi Barata hanya senyum senyum saja sambil tetap merangkul istrinya.


Dan setelah sampai di mansion, mata Alina ditutup oleh barata, katanya Barata hendak menyiapkan sebuah kejutan untuk istrinya.


Alina di papah oleh Barata sampai ke belakang mansion, dan saat Alina membuka matanya, dia melihat jika Barata sudah berlutut di hadapannya, menyodorkan sebuah cincin berlian di tangannya.


Disekitarnya juga sudah banyak hiasan dan lampu-lampu cantik semuanya indah dan sepertinya Barata telah mempersiapkan ini sejak awal.


“Sayang, aku tahu kita sudah menikah, tetapi aku ingin melamar mu lagi, aku ingin memulainya dari awal lagi,” ucap Barata tersenyum begitu lembut.


Alina hanya bisa terdiam dan berkaca-kaca melihat kejutan ini, padahal Alina tidak tahu saja sebenarnya kejutan ini bahkan sudah dipersiapkan Barata sejak dua tahun lalu, jika saja insiden itu tidak ada maka lamaran ini sudahlah terjadi saat itu.


“Sayang, mau kah kau menemaniku sampai tua, bersama selamanya dan menjadi pendamping hidupku sampai akhir hayat?” untuk pertama kalinya selama hidup, Alina akhirnya dilamar dengan sangat tulus oleh orang yang sangat ia cintai.


Tidak ada lagi yang kurang dalam hidupnya, kesabaran dan penantiannya membuahkan hasil.


Alina segera mengangguk, “Iya, aku mau sayang,” jawabnya tidak bisa menahan tangisannya.


Setelah penderitaan dan rasa sakit yang mereka alami, mereka disatukan kembali, ini adalah buah dari kesabaran dan hati tulus mereka.


Acara kecil-kecilan itu dihadiri oleh keluarga dekat, kecuali Lucas yang sudah kembali ke luar negeri.


Ternyata ayahnya juga masih ada disana, yaitu Arkana, bahkan Chaterine yang selama ini ingin memisahkan mengakui kehebatan Alina dan juga dengan kerendahan hatinya meminta maaf, Yacob masih tidak bisa melakukan apapun tetapi matanya bisa berbicara bahwa ia bahagia melihat ini semua.


Falcon yang ingin melepaskan gelar CEO dipundaknya terlihat lebih bahagia dari semua orang disini, dia tidak akan lagi menanggung beban yang tidak ia suka, dia akan berkeliling dunia mulai dari minggu depan, melakoni hobinya.


Sedangkan Chaterine akan fokus merawat suaminya, walau suaminya memang salah tetapi tetap saja dia adalah suami Chaterine, chaterine memang adalah wanita keras kepala dan berpendirian kuat tetapi dia tidak pernah lupa jika dia juga adalah seorang Ibu.


Dan untuk hadiah kebahagiaan ini, Ben, Pak Roy dan seluruh karyawan yang bertahan pada Barata sampai akhir diberikan hari libur dan bonus besar sebelum nanti melakukan pekerjaan super banyak lagi.