Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Cium aku


Alina menangis sampai sesenggukan, dia tidak bisa menahan tangisan nya, semakin lama ia memikirkan penderitaan Barata sedari kecil dan bagaimana Freya adik tirinya yang memanfaatkan Barata dengan berbohong atas dirinya, semakin Alina merasa dunia ini sangat tidak adil bagi suaminya.


"Sayang, ada apa? kenapa tiba-tiba menangis? apakah ada kata-kata ku yang salah? apakah aku terlalu memaksakan mu hari ini?"


Barata langsung khawatir, dia menghentikan pekerjaan nya dan mencoba berbicara lembut pada istrinya, Barata mengusap pundak istrinya ini untuk memenangkan dirinya.


Barata mengira jika istrinya ini masih menunjukkan efek samping trauma karena kesalahan nya saat lalu.


Alina menggelengkan kepalanya dan semakin erat memeluk suaminya.


"Aku akan menjadi kuat, aku akan berusaha agar aku tidak menjadi kelemahan mu, aku akan menjadi kuat, agar aku bisa melindungi mu, aaaa!" Semakin Barata bertanya semakin Alina menangis dengan keras.


Dia tidak bisa menahan rasa perih di hatinya, dia memeluk suaminya ini erat sekali.


"Kau pasti mengalami hal berat selama ini, aku akan menjagamu dan melindungi mu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku akan menjaga kesetiaan mu, aku juga akan melupakan masa lalu yang menyakiti aku, aku tidak akan mengungkit nya seperti yang kau mau, kau bisa bersandar padaku,"


Kata-kata aneh Alina membuat Barata terdiam sejenak, dia membalas pelukan istrinya ini.


(Author : kok aku nangis sih nulis ini, yaampoon 🥺 baru kali ini kyknya aku nulis peran si cowo nya lebih sedih idupnya dari si cewe 😭)


Hanya dari ucapan istrinya, dia bisa tahu apa sebenarnya yang di bicara oleh Alina dan Falcon saat lalu.


"Bajingan kau Falcon, apa yang kau bicarakan dengan istri ku! aku tidak akan memaafkan satupun dari kalian karena berani mengusik istri ku!" geram Barata tidak suka kisah nya yang kelam dan gelap harus diceritakan kepada istrinya yang masih trauma, Barata tidak ingin menambah penderitaan istrinya ini.


"Kenapa kau harus menjaga aku? aku ini sangat hebat, kuat dan berkuasa, semua orang takut padaku, yang ada aku yang akan menjagamu karena kau cengeng dan mudah menangis, mudah di tindas dan di pengaruhi, tapi kau berharga jadi aku akan melindungi mu," seru Barata mencoba menghentikan tangisan istrinya.


Barata sudah mengenal karakter istrinya ini, istrinya, Alina memiliki hati yang sangat lembut, sebenarnya dia tidak bodoh tetapi terkadang dia lebih memilih kepentingan orang lain dibandingkan dirinya sendiri membuat Alina mudah dimanfaatkan.


Alina juga mudah menangis bukan karena dia lemah dan cengeng belaka tetapi karena hanya itu caranya mengekspresikan apa yang ada didalam hatinya.


Intinya semakin ia dekat dengan istrinya ini semakin ia ingin melindunginya dan menunjukkan betapa berharga dan mahal Alina.


Alina masih sesenggukan tetapi dia sudah menahan tangisannya, "Maaf karena aku cengeng tapi aku juga tidak tahu kenapa aku selalu menangis, maaf karena mengganggu pekerjaan mu, lanjutkan lah, aku sudah tidak apa-apa," ucap Alina menundukkan wajahnya.


Baru saja ia terbawa perasaan, dia masih bingung kenapa hatinya sangat sakit mengetahui sedikit demi sedikit rahasia dan sikap sejati Barata, suaminya.


Mungkin tangisannya barusan adalah sebuah bentuk tamparan untuk dirinya sendiri, sejak awal tidak pernah berusaha dan mengenal Barata, hanya memikirkan diri sendiri dan penderitaan nya sendiri.


Melihat istrinya sesenggukan degan lucu, mode jahil super langsung naik seribu persen di diri Barata.


Barata tersenyum dengan nakal lalu ia mengusap wajah istrinya dan menghadapkan wajah istrinya dekat sekali dengan wajahnya, Barata sampai harus sedikit menunduk agar ia bisa melihat dengan jelas mata dan ekspresi lucu istrinya ini.


"Sayang, kenapa kau menggemaskan sekali, kau membuat ku berdebar-debar," bisik Barata tersenyum nakal sekali memandangi wajah istrinya yang masih sembab akibat tangisan nya sendiri.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Kali ini Alina akan mengakuinya, suara pelan dan nafas yang hangat yang menyentuh wajahnya selalu membuat dirinya berdebar-debar.


"Cium aku," bisik Baraya hanya ingin mengerjai istrinya saja, dia yakin Alina tidak akan mau, dia hanya ingin mencairkan suasana agar Alina tidak lagi bersedih apalagi menangis.


Mendengar itu jemari Alina bergerak sendiri, sekarang Alina tidak melawan hati dan tubuhnya lagi, jemarinya mengusap wajah tampan suaminya dengan lembut.


Lalu dengan lembut pula ia mendekat dan mencium pelan suaminya.


"APA? TUNGGU! APA! APAKAH AKU BERMIMPI!"


Baru juga sebentar ciuman itu, Barata langsung menjauhkan Alina sejenak dan bertanya-tanya dengan sangat terkejut dan syok.


Seperti tidak percaya Alina mau melakukan hal itu, Barata harus terdiam dan membisu sebentar.


Sedangkan Alina yang baru sadar atas semua tindakan nya itu langsung terbelalak dan menenggelamkan wajahnya di dalam dada bidang suaminya.


"Jangan tanya lagi, aku juga tidak tahu kenapa aku mau melakukan itu langsung, aku malu!" teriak Alina kecil sekali dan tidak mau lagi melihat kearah wajah suaminya.


Sungguh dia malu sekali.


Barata yang baru saja sadar jika itu kenyataan langsung mematung, jantungnya seperti mau keluar saking cepatnya debaran nya.


Barata mencoba mengatur pernafasan nya dan segera menggendong istrinya ala bridal style.


"Kita harus pulang, kau harus bertanggung jawab atas perbuatan nakal mu sayang!" seru Barata dengan mudah menggendong tubuh istrinya dan hendak membawanya pulang.


Disaat yang sama,


Arkana, ayah Alina sedang mene PR siapkan semuanya, dibantu oleh Lucas, Arkana ingin secepatnya membawa pulang putrinya dan melaksanakan perceraian dari keduanya.


"Tunggu ayah, Alina, ayah akan melakukan tanggung jawab ayah, setidaknya saat ayah tiada ayah bisa bertemu ibumu tanpa penyesalan!" seru Arkana merasakan perih di dadanya.


Kegagalannya dan kelalaian nya tidak akan pernah bisa ia maafkan.


Ia bersumpah akan memisahkan Alina dari Barata, bagaimana pun alasan Barata dia tidak akan terima, fakta bahwa dia telah menyakiti putrinya sudah menjadi kesalahan fatal bagi Barata.


Juga mengenai Freya, dia tidak akan memaafkan dia selamanya tetapi bagi seorang ayah yang sudah merawatnya sejak kecil dia tetap akan melepaskan dia, tetapi dia akan membiarkan hukum negara yang akan memberikan nya pelajaran.


Banyak hal yang harus ia lakukan, dia tidak akan diam dari mulai sekarang, dia harus menebus kesalahannya.


***


Bersambung ....


Duh masih lama ya minggu, hiks 😭


Sudah lelah diri ini, wkwkwk jangan lupa dukung author yaa dengan cara like dan komen, maaf ya jika novelnya ribet, tapi Semoga kalian tetap suka yaa. hehe lope youu