Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Sampai Barata melupakan mu...


***


“Aku buru-buru kemari berbicara denganmu karena ayah sudah menyuruhku mengusik perusahaan Barata, aku tidak ingin bertengkar dengan adikku masalah perusahaan, aku ingin ayah dan Barata segera berbaikan tanpa ada satupun yang terluka,”


Falcon segera mengatakan niatnya, menceritakan semua yang ia tahu walau sebenarnya dia juga masih belum tahu rahasia apa sebenarnya yang telah terjadi di masa lalu.


Namun Falcon tidak ingin wanita yang sepenyelidikannya adalah wanita baik-baik akan berakhir seperti wanita yang lain.


Ibunya adalah wanita yang tegas, jika wanita yang mendekati Barata tidak bisa diperingati dengan lembut maka ibunya akan melakukan dengan cara yang kasar, Falcon ingin Alina pergi sendiri tanpa merasakan rasa sakit lagi.


Alina yang sedari tadi tertegun dan terdiam sedang menunduk, dari semua kisah yang di ceritakan oleh Falcon, kakak laki laki Barata, Alina menjadi sangat kecil, dia menjadi sadar betul bagaimana ia tidak mengenali Barata sedikitpun.


Alina menjadi menganggap kecil rasa sukanya dahulu, dia menjadi paham betul bagaimana Freya bisa merebut Barata, Alina jadi paham mengapa Freya mengatakan dirinya terlalu cuek dan tidak peduli apapun, karena sungguh Alina sama sekali tidak tahu apapun tentang Barata.


Tentang rasa sakitnya dan juga deritanya yang sungguh rapat disembunyikan oleh lelaki arogan itu.


Perasaan Alina menjadi campur aduk, rasa sakit yang ia kira besar menjadi kecil, fakta bahwa Barata juga tidak pernah melakukan penyiksaan fisik membuat Alina membuka matanya.


Barata hanya seorang yang bergantung pada kesetiaan dan ketulusan orang disekitarnya, makanya kemarahan menggila Barata saat menganggap Freya adalah orang tulus baginya merebut kewarasan Barata.


Entah mengapa air mata Alina mengalir lagi, kali ini bukan menangisi dirinya tetapi menangisi kepahitan Barata yang disembunyikan, dia menunduk dan terdiam namun suara tangisannya yang pelan tetap terdengar.


Falcon tetap teguh, walau sakit tetapi dia tidak ingin membiarkan keluarganya hancur, juga menurutnya Alina lebih aman jika pergi dari sisi adiknya.


Alina terlalu lemah dan mudah menjadi sasaran empuk saingan Barata, Alina hanya sebagai sasaran lemah dan menjadi kelemahan Barata jika Alina terus berada di sisi Barata.


Alina sadar betul tentang apa yang ingin disampaikan oleh Falcon, Falcon hanya ingin keluarganya utuh kembali dan tidak saling membenci dan halangan satu-satunya sekarang hanyalah Alina.


Alina yang merasa tidak layak sadar betul posisinya hanya akan melemahkan Barata.


Dia juga sadar hubungan antara dirinya dan Barata sedari awal sudah berawal dari hal buruk, dia ingin mengakhiri semuanya secara tuntas.


“Berikan aku waktu dua minggu, jika ini yang terbaik aku juga tidak ingin menghalangi nya, aku juga merasa hubunganku dan Barata tidak terlalu kuat untuk dipertahankan, awal dari pernikahan kami sudah salah dan aku ingin memperbaikinya dengan cara mengakhirinya secara baik-baik,”


Falcon yang mendengar jawaban pilu dari gadis itu hanya menunduk, dia bisa tahu betapa baik dan tulusnya Alina, tetapi Alina yang lemah hanya akan membuat adiknya dalam bahaya, Falcon akan tegas dan tidak akan membiarkan keluarganya terus menerus saling membenci.


“Baiklah, aku akan mengurus segalanya, aku akan pamit, jika Barata bertemu aku disini, dia akan marah dan kami pasti akan bertengkar,” Falcon segera berdiri dan hendak pergi.


“Sampaikan salamku kepada adikku ya,” seru Falcon lalu berlalu pergi meninggalkan mansion.