Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Yacob Lewis


***


Setelah itu Barata benar-benar berhenti melakukan olahraga kesukaannya, dia puas sekali bagaimana seseorang yang ia inginkan menemani tidurnya.


“Biarkanlah seperti ini, kau tidak perlu mengetahui apapaun, yang mati tetaplah menjadi orang mati, dan aku tetaplah ada di sisiku,” gumam Barata mendekap erat istrinya, seolah simbol bahwa Barata tidak akan pernah melepaskan Alina dari dekapannya.


Disaat yang sama di ruang bawah tanah,


Freya yang sudah seperti orang gila menjadi benci segalanya, ibunya juga ada di sana, walau baru sembuh Barata tidak memberikan keringanan sedikitpun, mereka diikat, tubuh Freya sudah memar memar, matanya yang sudah memerah karena terlalu sering menangis sekarang sedang terdiam membisu.


Diluar sel ada dua orang pelayan yang mempunyai tugas untuk menyiksa Freya, dan kali ini Barata lah yang memerintahkan mereka, Barata bernjanji akan membalas ribuan kali lipat rasa sakit yang diterima Alina kepada Freya.


Freya yang sudah semakin dendam dan banci menanamkan rasa dendamnya di hati, dia akan membalaskan dendamnya suatu hari, suatu hari ketidak adilan yang ia terima akan ia balaskan, dia masih merasa hidup tetap tidak adil baginya, padahal Freya sendirilah yang salah karena tidak menghargai apa yang ia punya.


Dia akan membalaskan dendamnya baik kepada Chaterine Lorren yang telah mengkhianatinya ataupun Alina yang merebut segalanya darinya.


“Tidak akan kubiarkan siapapun lepas, dendamku ini akan kubawa sampai mati!” geramnya menatap tajam, tangannya yang dirantai mengepal kuat dan tubuhnya bergetar hebat menahan emosinya.


Sedangkan ibunya yang menonton putrinya seperti ini tidak bisa melakukan apapun, dia belum bisa bicara dan tubuhnya masih lemah, dia baru sadar jika dia telah salah memberikan didikan, dia telah menanamkan sesuatu yang menyeramkan dalam diri putirnya, tetapi semuanya sudah terlambat dan yang tersisa hanyalah penyesalan.


***


Di perusahaan Lewis,


“Ayah, aku sudah menyelesaikan semuanya, perjalanan bisnis dan perjanjian kerjasama menguntungkan sudah aku selesaikan juga,” Falcon Lewis, kakak kedua Barata Lewsi sedang ada di hadapan ayahnya melaporkan tentang hasil perjalanan bisnisnya selama berbulan-bulan kepada ayahnya.


Ayahnya yang bangga pada putranya langsung datang menghampiri dan menepuk bahu putra keduanya ini.


Dia merasa puas dengan semua pencapaian putranya ini, dia ingin segera menjadikannya putranya sebagai penerusnya.


“Ayah, aku sudah melakukan seperti yang ayah katakan, bisakah Barata kembali pulang? Aku ingin kita kembali seperti dulu, aku yakin jika kita berbicara dengan baik padanya dia akan bisa pulang,” Yacob yang sebenarnya juga menyayangi adiknya ingin sekali keluarganya berkumpul bersama.


Dia juga tidak setuju adik paling bungsunya diasingkan tanpa alasan yang tidak jelas.


Wajah Yacob langsung berubah setelah mendengar nama putranya itu, emosi dan kemarahan yang tersisa masih melekat di wajahnya.


“Berhenti membahas dan menyebut namanya, dia sudah di asingkan, dia tidak akan bisa pulang dan tidak akan aku ijinkan pulang, malah aku ingin kali ini kau merebut perusahaan yang ia banggakan itu, aku ingin kau menjadikan dia sebagai bawahan mu, agar dia tahu dari mana ia dapatkan kepintaran dan otak cerdas membangun sebuah perusahaan,”


“Aku tidak ingin dia menjadi angkuh dan sombong, anak terkutuk seperti dia, dia kira aku tidak tahu, jika sedari awal ibunya sembunyi sembunyi membantu perusahaan nya agar bisa besar! Sekarang dia sok angkuh!” geram Yacob entah mengapa sangat membenci Barata.


Padahal Barata adalah putranya sendiri.


“Tapi ayah,” Falcon yang tidak mengerti berasal darimana kebencian ayahnya ini tidak setuju tetapi ayahnya memiliki sifat dan sikap yang sama persis seperti Barata, tidak bisa dan tidak akan mau ditentang, jadi seberapa keraspun Falcon mencoba membujuk ayahnya pasti tidak akan sudi mendengarnya.


“Cukup Falcon, jangan membuat ayah mu ini marah, lakukan saja apa yang ayah perintahkan, jika ingin menjadi penerusku kau bahkan harus bisa membuang adikmu sendiri!” seru Yacob tidak mendengar apa yang ingin dikatakan oleh Falcon.


Entah apa sebenarnya yang terjadi, tetapi hubungan antara Yacob dan Chaterine telah lama retak, setelah Yacob mengasingkan putranya, Barata, Chaterine menjadi dendam dan bersumpah akan menjadikan Barata menjadi lebih besar dengan menggunakan warisan ayahnya, dari perusahaan Lorren.


Karena itulah mengapa perjalanan karir Barata Lewis bisa tanpa rintangan dan mulus, sebenarnya suntikan dana awal dan yang menopang perusahaan baru Barata dahulu adalah berasal dari ibunya sendiri, kekayaan keluarga Lorren bukan main banyaknya, jadi Chaterine memiliki banyak kuasa dan bisa melakukan apapun.


Bahkan Barata sendiri tidak tahu jika ibunya lah yang selama ini menyuntikkan dana, walau sebenarnya dana awal membangun perusahaan telah lunas tetapi tetap saja ibunya lah yang menjadikan Barata menjadi besar.


Disamping Barata memang jenius, tetapi diawal membangun perusahaan tentu dibutuhkan koneksi dan uang yang bukan main banyaknya, awalnya Barata memulai usahanya dari saat ia masih sangat muda, dia dibantu oleh kepala pelayan yang dulu memang ditugaskan untuk berada di sisi Barata di masa pengasingan, kepala pelayan itulah yang membantu Barata meminjam uang dari bank, karena saat itu umur Barata belum mencukupi, tanpa sepengetahuan Barata, sebenarnya yang memberikan dana bukan bank, melainkan ibunya sendiri.