Pengantin Tuan Arogan

Pengantin Tuan Arogan
Istriku pasti senang


***


"Ben, aku punya tugas penting untukmu, sebelum aku kembali pulang ke rumah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi aku ingin mengungkap perasaanku secara langsung kepada istriku, aku juga akan kembali melamar nya, aku ingin hubungan kami lebih dekat agar apapun yang akan terjadi tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan!"


Barata memerintahkan asisten nya untuk mempersiapkan kejutan untuk istrinya yang sangat ia cintai itu.


Barata menyadari jika selama ini dia bahkan belum pernah mengatakan suka ataupun menyatakan cintanya kepada Alina.


Barata memang cuek, dia juga tidak suka hal formal dan romantis seperti ini, tetapi dia yakin dengan yang satu ini, jika wanita yang menjadi istrinya itu haruslah mengetahui seberapa berharga dia untuknya.


Semua persiapan telah di laksanakan, taman indah dan lampu-lampu, semuanya di tata dengan sangat indah, saat ini Alina sedang bersama ayahnya.


Alina jadi sering berkunjung ke rumah ayahnya setelah Barata melembutkan hatinya, apalagi saat melihat cinta ayahnya pada Alina, Barata tidak ingin Alina merasa dijauhkan dari keluarga oleh karena dirinya.


"Tring ... Tring ... Tring!"


"Sayang, cepat pulang, jika kau belum pulang dalam beberapa menit aku akan menyeret mu sendiri kesini!" ketus Barata sedang menelepon istrinya.


"Ck, iya iya iya, aku sudah mau pulang, sedang menunggu supir," seru Alina segera meminta ijin pada ayahnya.


"Ayah, suamiku sudah meminta aku pulang, aku pulang dulu ya, telepon aku saja jika ayah rindu hehe," ucap Alina memeluk ayahnya lalu pergi.


***


Barata sudah menunggu istrinya, memakai pakaiannya yang sangat rapih, dia terlihat tampan dan senyuman di wajahnya itu, senyuman yang pernah hilang dari dirinya, dia ingin mengatakan semua isi hatinya sekarang, dia ingin istrinya ini mengetahui betapa Alina sangat berharga dan dia mencintainya, sejak dulu hingga sekarang.


“Pasti dia terharu sampai menangis?”


“Atau apakah dia akan lari dan memeluk aku?”


“Ah, membayangkannya saja sudah membuat aku bersemangat, istriku pasti sangat senang, sudah pasti, bagaimanapun suaminya yang paling tampan ini sudah memberikannya kejutan, hahaha,”


Barata membayangkan betapa bahagia nanti wajah istirnya, dia ingin semua masa lalu dan rasa sakit istrinya bisa sembuh dan terobati dengan sikapnya yang seperti ini, dia ingin menunjukkan jika hatinya itu tulus dan hanya untuk Alina seorang.


Alina juga begitu, dia merasa aman dan damai, dia merasa jika Barata memang benar, kejadian masa lalu yang beruntut dan menyakiti dirinya sampai merasa trauma harus segera ia lupakan, masa lalu itu harus membangunnya menjadi wanita kuat, sama seperti Barata selama ini mengajarkan Alina untuk menjadi wanita kuat agar bisa bersanding di sisi Barata dan tidak membuatnya selalu khawatir.


“Brak!”


Sebuah mobil tiba-tiba saja menabrak dari belakang, juga aneh sekali semua jalanan kosong, tidak ada satupun kendaraan padahal biasanya jalanan ini selalu ramai, hanya ada dua mobil besar hitam mengapi mobil yang di kendarai oleh Alina.


Seketika Alina menjadi ketakutan, tubuhnya bergetar hebat, dia ingat jika dulu dia pernah mengalami hal yang sama, supir yang membawa Alina mau tidak mau harus meminggirkan mobilnya, daripada terjadi kecelakaan yang akan melukai Alina.


Tetapi baru saja berhenti, supir itu sudah di tembak dan langsung pingsan, Alina hanya bisa menutup telinganya dan meringkuk ketakutan, sungguh dia ketakutan sekali.